
"Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya aku bisa mengikuti ujian nasional sampai selesai." Zahra bermonolog dengan penuh rasa syukur. Ia kini sedang duduk di sofa ruang tamu dengan perasaan haru membiru. Walau banyak rintangan yang datang saat hari-hari terakhir kelulusan. Tapi, semuanya bisa dilewatinya.
Ezra menawarkan untuknya agar melanjutkan studinya di Negara Australia saja. Sekalian mereka ingin menetap di negara itu. karena di sana Ezra ingin fokus mengembangkan perusahaan tambang emas mereka. Tapi, Zahra menolak, dia belum siap untuk tinggal di luar negeri. karena bahasa Inggrisnya payah. Ditambah dia masih sangat membutuhkan sang ibu di sisinya, apalagi kini ia tengah hamil.
Zahra tengah memikirkan itu semua saat ini, sepertinya keputusannya sudah tepat, yaitu untuk tetap tinggal di Indonesia saja.
Ngung...
Ngung ...
Ponsel yang tergeletak di atas meja sofa yang ada di hadapannya berdering. Ia dengan cepat meriah ponsel itu. Sudut bibirnya langsung melengkung sempurna melihat siapa yang menghubunginya siapa lagi kalau bukan si Hubby.
"Assalamualaikum istriku," Wajah Ezra terlihat berbinar-binar di layar datar itu. "kangen!" Ucapnya lagi tersenyum lebar dengan mata membola. tentu saja kening Zahra menyergit mendengar ucapan lebay sang suami. Baru juga dua jam berpisah sudah bilang kangen.
"Sama," ujar Zahra sok cool. "Kangen banget pun!" Timpalnya lagi yang membuat Ezra terlihat makin semangat. pria itu bahkan senyam senyum saat ini.
Zahra sengaja mengikuti permainan kata sang suami, dia ingin melihat reaksi sang suami, benarkah suaminya kangen, atau hanya gombalan kata semata.
"Kita makan siang di luar ya sayang. Kamu ke kantor Hubby sekarang!"
Tu kan, baru juga di pancing. Langsung ngajak makan siang di luar.
"Tumben By?" Tanya Zahra pura-pura polos.
__ADS_1
"Iya, hari ini kan hari spesial buatmu. Hari ini ujian terakhir. Hubby tahulah apa yang dilakukan anak-anak sekolah kalau di hari terakhir ujian." Ujar Ezra masih menatap setia sang istri di layar ponselnya.
"Emang apa yang dilakukan anak-anak sekolah kalau di hari kelulusan?" Tanya Zahra kembali sok polos.
"Eemmm... Ya merayakan bersama teman-teman sekolah. Ada yang coret-coret bajulah. Konvoi tak jelaslah."
"Aku gak suka begituan." Jawab Zahra cepat.
"Iyakah? Syukurlah... Istriku memang lain dari yang lain. Makanya kita rayakan hari ini sayang. Kita Rayakan dengan makan siang. Otak perlu di refresh setelah selesai berfikir saat menjawab soal ujian."
"Baru selesai ujian sudah dirayakan. kalau nanti dinyatakan gak lulus gimana?" Pungkas Zahra.
"Gak lulus, berarti gak tamat. Ya sudah ngulang lagi belajar satu tahun." Ujar Ezra terkekeh melihat raut wajah Zahra yang serius menanggapi ucapannya.
"Makanya lulus dulu By, baru dirayakan. Itu pun dirayakannya dengan hal positif. Bukannya coret-coret baju dan konvoi." Jelas Zahra yang tak setuju dengan kelakuan para pelajar yang memiliki merayakan kelulusan dengan coret-coret baju dan konvoi di jalan, yang membuat orang pada ilfeel melihatnya.
Daun telinga Zahra terasa semakin melebar mendengar gombalan Ezra.
"By, sudah dulu ya, aku mau siap-siap dulu." Kalau gak diakhiri, percakapan itu bisa sampai satu jam. Zahra belum terbiasa VC an dengan Ezra. Dia merasa malu sendiri lihat wajahnya di layar ponsel itu.
"Iya sayang, jangan dandan yang cantik. Gak usah pakai bedak, lipstik dan celak, eemmm pakai baju yang longgar ya, hijabnya panjang ya?" pinta Ezra dengan senyum manisnya.
"Iya By, iya nanti aku pakai mukena saja ke sana. Kan panjang itu " Sahut Zahra menyindir Ezra.
__ADS_1
"Oohh ide bagus."
"Iihhh... Hubby apaan sih?"
Hehehehe
Ezra malah tertawa.
"Sudah ya By, assalamualaikum..!" Zahra pun mengakhiri panggilan itu, setelah Ezra menjawab salamnya.
***
"Bos, sepertinya ada yang cari kesempatan atas kejadian pertengkaran Bos dengan siswa yang bernama Ferdy itu." Ujar Dika sang asisten pertamanya Ezra. "Sebaiknya dalam beberapa hari ini, Bos jangan banyak kegiatan di luar dulu." Jelas Dika lagi.
Dari pemantauan dia terkait kasus pertengkaran Ezra dan Ferdy, seperti nya ada pihak yang cari kesempatan. Walau Dika sudah menghapus semua postingan itu. Tapi, ada pihak yang mau memanfaatkan kekhilafan Ezra itu. Apalagi Ezra menikahi gadis di bawah umur.
"Bukannya sudah kamu handle masalah itu? laporan dari Bimo juga mengatakan bahwa semuanya telah beres." Sahut Ezra dengan perasaan was-was. Apa benar kakeknya Ferdy ingin perang dengannya.
"Sudah Bos, tapi kan video itu sempat tersebar dan pasti sudah ada yang menyimpannya." Jelas Dika.
"Aku gak mau dengar lagi tentang masalah itu. Aku gaji kamu untuk tanganinya."
."Iya bos, aku mengerti itu semua. Pernikahan bos dan Non Zahra bisa dipermasalahkan karena Non Zahra masih anak sekolah. Makanya aku sarankan untuk saat ini, setidaknya seminggu ke depan. Bos dan Non Zahra harus menghentikan kegiatan di luar." Jelas Dika dengan seriusnya.
__ADS_1
TBC
like coment dan vote dong. Agar author semangat 45.