AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Cinderella Menunggang kuda


__ADS_3

Pasangan pengantin baru yang sedang dimabuk cinta itu, mengurung diri di Villa itu selama satu minggu. Selama selama satu Minggu itu mereka hanya melakukan pencetakan anak. Kalau lapar tinggal makan, kalau bosan di kamar, refresh kan otak mandi bareng di kolam renang, menikmati taman indah di villa itu dan bermain golf. Sepertinya Ezra pecinta golf. Setiap rumahnya ada lapangan golf.


Siapa lagi yang punya ide mesum untuk menahan Zahra di Villa itu, kalau bukan Ezra. Ezra sengaja melakukan itu, dia ingin membangun kedekatan dengan Zahra. Agar sang istri tidak pernah lagi minta pisah. Dia ingin Zahra hamil. Karena saat menanyakan kapan terakhir istrinya itu menstruasi. Ezra langsung tersenyum puas dengan jawaban sang istri. Minggu ini adalah masa suburnya Zahra. Ezra tahu betul tentang sistem reproduksi wanita. Ezra begitu dimabuk oleh Zahra. istri mudanya itu benar-benar membuatnya ketagihan. Nempel kayak perangko. Belum pernah dia merasakan hubungan intim sedahsyat ini. Zahra benar-benar telah memperdayanya. Jadi budak juga dia akan rela, asal dengan wanita itu. Dan dia sudah sangat ingin bertekad menceraikan Anin. Padahal Zahra tidak meminta nya untuk menceraikan wanita itu.


"Hubby, apa kita akan selamanya berkurung di Villa ini?" Zahra mendongak, menatap sendu sang suami yang tengah memeluknya erat. Mereka baru saja selesai mencetak anak, setelah sholat shubuh.


Mengecup lembut kening Zahra yang masih mendongak, dan mencium kilat bibir Zahra yang dimonyongkan itu. "Gak lah sayang, tunggu luka di pahamu kering betul. Kita akan ke rumah." Ezra mengelus rambut hitam legamnya Zahra.


"Pahaku sudah sembuh loh By, kalau gak sembuh gak mungkin juga kita bisa gituan." Jawab Zahra semakin mengeratkan pelukannya. Selama satu Minggu di manja pria itu, membuatnya jadi cinta kepada Ezra. Apalagi Ezra memperlakukannya lembut. Walau mereka main kuda-kudaan minimal dua ronde setiap trip yang dibagi tiga trip. Yaitu trip pagi, siang dan malam. Wanita itu tak pernah mengeluh sakit, yang ada nikmat terus. Perasaan terbang ke awang-awang. Ezra memang pandai sekali memuaskan pasangannya. Walau main kuda-kudaan seperti minum obat. Zahra gak merasakan sakit sedikit pun di bagian intinya. Tubuhnya juga tetap bugar, karena lengkapnya perawatan di villa itu. Bahkan Ezra tak segan-segan memijatnya dikala dia lagi gak mood. Dan disaat pria mesum itu memijatnya, pasti Zahra jadi bergairah lagi.


Untuk kali ini Ezra dikategorikan maniak. Wajar sih ia seperti itu, secara dia sudah terlalu lama puasa. Sekali berbuka dapat yang manis, gurih dan sedap. Ya jadinya candulah.


"Tapi kan belum sembuh betul, itu masih kemerahan." Ezra menarik ke atas selimut yang menutupi tubuh mereka. Memperhatikan paha Zahra yang memang belum sembuh total. Tapi, karena Zahra meminum obat yang bagus. Wanita itu tak merasakan sakit, saat lukanya yang meradang kena gesek ke kulit sang suami atau ke pakaian.


"Bosan By, yang ku lihat itu-itu saja, wajah Hubby, pelayan, tukang kebun, candy-candy di lapangan golf saja." Ucap Zahra dengan ekspresi wajah bete nya. Jangan kan untuk keluar. Bahkan Ezra tidak menyentuh ponselnya selama satu Minggu ini. Dia melimpahkan pekerjaan pada Semua asistennya. Bahkan dia melupakan Anin. Dan tentang Anin, diberi tanggung jawab pada Bimo. Apabila istrinya itu menanyakan kabarnya.


"Baiklah hari ini kita kan jalan-jalan. Keliling Berastagi, mengunjungi objek wisata yang ada di tempat ini. Mau?"


Wajah Zahra langsung berbinar-binar mendengar tawaran sang suami. Siapa yang tak mau diajak jalan-jalan ke tempat yang indah.


Zahra melepas rengkuhan tangan Ezra Dali tubuhnya. Tapi, suaminya itu menahannya. "Sekali lagi yuk sayang?!" pinta Ezra minta tambuh ciek. Tadi mereka hanya satu ronde.


"Ya Allah... Dasar hiper...!" Zahra berontak, dia gak mau nurutin kemauan suaminya itu kali ini. Kalau diturutin, nanti paling cepat waktu satu jam habis untuk bercumbu hingga penetrasi. Dia mau jalan-jalan, mau naik kuda beneran. Gak mau lagi main kuda-kudaan.


"Hei sayang, suamimu ini gak hiper. Suamimu ini normal. Gak ada penyimpangan di dalam dirinya Hubbymu ini. Suamimu ini hanya candu padamu sayang." Mengikuti langkah Zahra ke kamar mandi.


"Iya iya Hubby. Kita main di sini saja. Tapi, satu trip ya!" Mengedipkan sebelah matanya yang membuat Ezra bersorak riang. Satu Minggu selalu bersama dengan Ezra, membuat wanita itu tidak malu dan canggung lagi pada suaminya itu. Ezra benar-benar berhasil mengajari dia dalam pelajaran sistem reproduksi manusia. Terkadang praktek mereka, Zahra yang paling banyak ambil bagian. Seperti pagi ini, dia yang menguasai permainan. Pasangan ini benar-benar sudah kompak. Ya, itulah manfaat positif dalam berhubungan badan di dalam berumah tangga. Suami istri akan merasakan semakin cinta dan lebih dekat. Apalagi saat main kuda-kudaan, tubuh dalam keadaan wangi.


***


Wajah sumringah menghiasi hari-hari nya Zahra. Saat ini dia dan suami sedang menunggang kuda. Zahra senang tiada terkira. Dia yang pintar, dengan cepat menguasai teknik menunggang kuda.


"Nanti malam kita bisa praktekan gaya Cinderella menuggang kuda." Bisik Ezra di telinga Zahra, yang membuat bulu Roma Zahra meremang mendengar suara maskulin suaminya itu. Kening Zahra berkerut, menoleh ke samping untuk melihat sebagian tubuh sang suami.


"Fokus lihat jalan. Jangan kaget gitu Bukankah tadi pagi di bathtub adek melakukan gaya itu?"


"Iihh... apaan sih?" mencubit kuat paha sang suami. Dasar ya di otak suaminya itu hanya ada main kuda-kudaan Tiba naik kuda beneran. Mikirnya nasib kesitu juga.

__ADS_1


"Adek jago banget di gaya itu "


"Iya, iya..!" Zahra yang terkejut dengan ucapan sang suami tak sengaja kedua kakinya merapat kuat ke tubuh kuda. Sehingga kuda pun berlari dengan kencang.


Zahra ketakutan, sepertinya kuda itu ngamuk. Tapi, Ezra akhirnya bisa menghentikan lari sang kuda. Mereka pun akhirnya selesai naik kuda.


Ezra sangat panik, dia tak mau istrinya itu mengalami luka. Sehingga wajahnya kini terlihat tegang.


"Hahhaha...!" Zahra merasa lucu dengan ekspresi sang suami yang tegang itu. Tentu saja Ezra jadi kesal karena ditertawakan. Dia yang khawatir malah diolok-olok istri bar bar nya


"Segitu cintanya samaku. Baru juga seperti itu ,sudah tegang." Ezra tak mau menanggapi ucapan bocah ingusan yang duduk di sebelahnya. Dia lagi fokus menyetir. Entah kenapa Ezra merasa tidak tenang saat ini, seperti akan ada masalah besar di depannya. Ya, Ezra kata hatinya kuat.


Kalau wajah Ezra tegang dan kusut, beda lagi dengan Zahra. Wajahnya berbinar-binar sore ini. Kegiatan menuggang kuda buatnya, kegiatan yang paling menarik. Apalagi tadi sempat ada adegan kuda ngamuk. Berlari sekencang-kencangnya. Adrenalin Zahra terpacu saat itu.


"Hubby sayang, jangan tegang gitu dong! adek jadi gak enak nih "


"Iya nanti di Villa ku buat Enak."


"Hahhaha.... Akhirnya mesumnya muncul juga." Ucap Zahra mengusap paha sang suami, yang membuat Ezra terkejut dengan tingkah nakal istrinya itu.


"Kita harus cepat sampai di Villa." Ucap Ezra dingin yang membuat Zahra cemberut. Dia belum ingin pulang dia masih mau makan jagung bakar di panatapan.


"Makanya jangan mancing-mancing." Ezra masih menampilkan ekspresi wajah datar. Dia sengaja mengerjai istrinya itu. Seri pikirnya.


"Hubby kan janji tadi, sorenya kita singgah di panatapan. Aku ingin lihat kota Medan dari situ di malam hari " Rengek Zahra. Panatapan yang dimaksud sudah dekat. Bahkan dari jauh, sudah terlihat pedagang jagung bakar di pinggir jalan.


"Hubby... Berhenti dong, please..!" rengek Zahra lagi, mereka sudah melintas di tempat penjual jagung bakar yang berjejer itu.


Ezra menepikan mobilnya. Menatap ke arah sang istri yang kesal.


"Kiss dulu!" Ezra menunjuk bibirnya.


Zahra menekuk bibirnya. Semuanya harus imbalannya. Kesal dia lama-lama sama Ezra. Nanti saat dicium pasti suaminya itu lupa daratan. Tangan merayap kemana-mana mer-emas gunung kembarnya.


"Gak mau, ya sudah." Ezra terlihat menekan pedal gas.


"Iya, iya ." Ezra langsung mendekat bibirnya. Zahra pun menyambar bibir itu. Dan saat itu juga, suaminya memegang tengkuk nya dan menahannya. Ezra pingin ciuman yang dalam dan panas.

__ADS_1


Ezra sangat tegang tadi saat di pacuan kuda. Dia perlu menenangkan dirinya dengan ciuman dengan istrinya itu.


Ciuman itu pun berakhir dengan indah. Zahra juga menikmatinya. Entahlah... Pasangan ini tak pernah lupa dengan hal hal itu.


Mereka pun akhirnya menyantap jagung bakar di panatapan itu sambil menikmati pemandangan indahnya Kota Medan di malam hari.


 


Puas makan jagung bakar dan teh hangat di tempat buang dingin itu. Mereka juga melakukan makan malam romantis di tempat yang berbeda. Hingga pukul sepuluh malam, mereka pulang ke Villa. Dan saat itu, Ezra dikejutkan dengan kedatangan Bimo di Villa itu.


"Malam Bos, non Zahra!" Bimo menundukkan kepalanya menyapa sang majikan.


Zahra tersenyum manis, wanita itu terlihat bahagia sekali dan Bimo turut senang dengan hal itu.


"Ibot, lama kita gak jumpa."


Ya lama lah kalian mengeram di villa ini. Sebentar lagi pasti menetas. Gumam Bimo, membalas senyum manisnya Zahra.


"Iya Nona, saya sibuk." Jawabnya dengan ekspresi wajah tak biasa. Bimo biasanya terlihat senang. Tapi, kali ini murung.


"Sayang, kamu masuk ke kamar duluan ya!" mengecup kening Zahra di hadapan Bimo. Yang membuat Zahra sempat menghindar. Tapi, Ezra dengan cepat menahan kepala istrinya itu.


Zahra sudah menganggap Bimo, sebagai Saudara laki-lakinya. Jadi sangat tidak sopan, apabila dia mengumbar kemesraan di hadapan Ibotonya. Begitulah didikan di keluarganya Zahra, bahkan disuku Batak hal-hal seperti itu sangat tabu.


"Lihatlah dia, menggemaskan sekali. Dicium saja malu-malu." Ujar Ezra,. merangkul Bimo untuk masuk ke ruang kerjanya. Bimo tak menanggapi ucapan sang bos. Karena dia tahu, Zahra masih mengingat norma dan kebiasaan di suku mereka.


"Bos, nyonya Anin masuk rumah sakit."


"APA..?"


Duar...


Jantung Ezra berdebar kuat saat mendengar berita itu. Dia yang hendak duduk di sofa, akhirnya ambruk di sofa itu.


Selama satu Minggu dia mengabaikan istrinya itu, karena asyik memadu kasih dengan istri muda yang membuat candu. Ezra telah lalai, dia tidak bisa adil terhadap istri-istrinya. Dia belum sanggup poligami.


TBC

__ADS_1


Minggu ini adalah Minggu terakhir give away ya say. Karena novel ini ternyata jauh dari ekspektasi author. Belum dapat cuan. Ayo dong dukung, agar masuk rangking di vote atau hadiah.🙂😀😭😁🤭😜


__ADS_2