
"Ya ampun.... Hubby, kamu harus kuat Hubby. Godaan terus datang tiada henti." Ujarnya berjalan dengan Elegan menuju meja receptionis.
"Maaf Mbak, apa ada janji dengan Pak Ezra?" tanya receptionis yang bernama Mery dengan ramah pada wanita cantik nan sexy yang ada kini di sebelah Zahra.
"Sudah dong! kami bahkan telponan tadi malam sampai shubuh." Ucap wanita itu dengan percaya dirinya. Merapikan rambut panjang lurus nya yang bergelombang dibawah. Dan sesekali memperhatikan kukunya yang lentik yang dicat kuku itu.
Kening Zahra mengerut mendengar ucapan tamu wanita yang mencari Ezra itu. Telponan sampai shubuh? gak salah tu, yang ada mereka lagi main kuda-kudaan hampir Subuh.
Receptions yang bernama Mery menatap ke arah Zahra dengan ketakutan. Jelas wanita ini mengada-ada. Kalau bener wanita ini sudah ada janji dengan Ezra. Tentu sekretaris nya Ezra, mengkonfirmasi nya tadi pagi. Saat apel pagi.
"Maaf mbak, namanya siapa? kalau sudah janji pasti ada namanya di sini." Ujar Mery masih bersikap ramah.
"Marlina, Marlina Adi Winata. Putri pengusaha tambang emas juga, sama seperti Mas Ezra."
Hueekk...
Entah kenapa Zahra jadi merasa mual, melihat tingkah wanita yang tak tahu diri ini. Kalau kaya, anak pengusaha tambang emas juga. Ngapain cari laki yang sudah berumur. Kenapa gak cari anak pengusaha yang seusia dengannya.
Mery sang receptionis terlihat sibuk mencari daftar tamu yang sudah buat janji dengan Ezra. Tapi, nama Marlina gak ada.
Sedangkan Marlina, kini perhatiannya tertarik pada Zahra yang mual-mual dan terus bersendawa itu. Zahra yang kesal, karena suaminya banyak yang cariin. Gak mau pergi dari tempat itu. Makanya ia berusaha menahan dirinya agar tak muntah dulu. Karena ia masih ingin memperingati wanita yang bernama Marlina ini.
Mendengar Zahra ingin muntah di sebelahnya. Akhirnya Marlina menoleh ke arah Zahra dengan jijik. Sedangkan Zahra masih terus berusaha agar tak muntah. Kening nya mulai berkeringat.
__ADS_1
"Maaf mbak, nama mbak gak ada di daftar. Mohon maaf anda tak diperbolehkan untuk masuk ke dalam. Silahkan keluar!" ujar Receptionis itu dengan ramah. Tapi, Marlina tetap bergeming.
"Silahkan keluar sebelum keamanan mengusir anda." Tegas Mery lagi.
Tentu saja wanita cantik yang bernama Marlina geram. Ia diusir, suasana hatinya jadi sangat buruk, karena keinginan nya tak tercapai. Ditambah ia harus melihat Zahra yang dari tadi terlihat ingin muntah.
"Loe mau jumpa dengan Mas Ezra juga? loe keluarin dulu sana muntah an loe. Muka loe dari tadi buat aku eneg tahu." Ketus Marlina pada Zahra, yang memang sudah ingin pergi dari tempat itu mencari toilet.
Zahra yang sudah tidak bisa menahan perutnya yang terasa diaduk-aduk itu, melangkah menuju toilet. Tapi, kakinya ternyata disandung oleh Marlina.
Tahu kakinya disandung dengan sengaja. Zahra yang jago bela diri, tentu saja bisa menyeimbangkan tubuhnya agar tak terjatuh. Tapi, ia tak bisa menahan isi perut nya lagi yang berontak ingin dikeluarkan saat ia berusaha menyeimbangkan tubuhnya saat disandung.
Dan
Zahra memuncratkan isi perutnya tepat ke wajahnya Marlina.
Marlina terkejut, wajahnya sudah kena material isi perut Zahra yang tentunya bau dan teras asam itu.
"TIDAK ....!" Teriak Marlina.
Zahra berlari cepat mencari toilet, sambil memegangi perutnya, karena ia masih ingin muntah. Karena mengetahui muntahnya mengenai wajah cantiknya Marlina. Hal itu membuatnya semakin mual.
"Oh my God, **** you...! Lampet....!"
__ADS_1
teriak Marlina histeris, meraih tisu dari tasnya dan melap sendiri wajahnya.
Orang-orang disitu bukannya simpatik, atas musibah yang dialami Marlina. Malah mereka menertawakannya. Hal itu Meri lakukan, karena mereka melihat istri sang bos saat ingin berjalan di sandung wanita itu.
"Security.... penjaga, tangkap wanita itu. Ia harus membayar mahal atas ini semua..!" Marlina berjalan menghampiri pihak keamanan yang berdiri di ambang pintu masuk. Muntahan Zahra sudah tak ada lagi di wajahnya. Tapi, di bagian dadanya masih mengotori bajunya.
"Sebaiknya mbak pulang, jangan buat keributan lagi. Ada CCTV di sini. Mbak juga nanti yang akan disalahkan. Cepat mbak pulang, sebelum istri bos kami yang. muntah tadi menghajar mbaknya." Tegas Pak penjaga itu dengan tegas dan penuh hormat.
"Apa..? istri...?"
Tanya Marlina tak percaya, wajahnya semakin nelangsa. Sial betul ia hari ini.
"Iya mbak, yang tadi istrinya bos Ezra. Nona Zahra." Jawab Pak keamanan dengan ramah.
"Tidak... Tidak.... Itu tak mungkin...!" Marlina terlihat berputar-putar di ruang lobby. Ia tak bisa menerima kenyataan bahwa Ezra telah menikah. Tapi, kapan pria itu menikah. Dan ia juga tak terima, wajah cantiknya kena sembur muntahan nya Zahra.
"Wajahku..... Kulit mulusku... Ohhh... tidak.... Aku harus ke salon sekarang. Aku harus membersihkan najis ini." Ia heboh sendiri di bagian lobby itu. Orang-orang di tempat itu cekikikan melihat kepanikan dan kekesalannya.
Sadar dirinya jadi bahan tontonan. Marlina pun ke luar dari gedung itu dengan banyaknya umpatan dan sumpah serapah.
TBC
Like comen vote say. Akhir pekan ini.😘
__ADS_1