AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Tambang Emas


__ADS_3

"SAYA YANG AKAN MENIKAH DENGANNYA. BUKAN PRIA ITU!"


Zahra yang dari tadi menunduk, kini mengangkat wajahnya. Matanya membelalak melihat sosok Ezra yang berdiri di hadapannya. Melihat Ezra ada di rumahnya. Wanita itu semakin kesal, pria ini dan sang anak yang menghancurkan hidupnya. Darahnya terasa mendidih naik ke ubun-ubun. Dia geram sekali pada pria yang menawarkan diri untuk menikahinya itu.


Semburat kebencian terpancar bercampur dendam dari sorot mata tajamnya Zahra, yang membuat Ezra yang tadi sempat menatap Zahra dengan penuh rasa iba, kini memalingkan wajahnya. Karena, tidak sanggup menatap tatapan penuh kebencian itu.


Ezra tahu dan sadar, gadis kecil yang jadi korban keusilan putrinya itu, membencinya. Tapi, kenapa gadis kecil itu tidak protes, saat dirinya menawarkan diri untuk menikahinya? Ezra tidak tahu, bahwa dalam hati yang paling dalamnya Zahra telah menyimpan dendam. Dia tidak akan menolak pernyataan Ezra yang akan menikahinya. Karena dia akan balas dendam pada ayah dan anak itu.


Ezra kembali memutar lehernya. Sehingga kini keduanya bersitatap. Pancaran kebencian masih terlihat di manik mata indahnya gadis itu. Ezra sengaja menatap Zahra berlama-lama, dia ingin gadis itu protes akan ucapannya. Tapi, dia tetap tidak mendapatkan penolakan dari gadis yang terlihat menyedihkan itu. Ingin rasanya Ezra melindungi gadis itu. Karena, Ezra memang punya hati yang baik.


"Mana bisa begitu? yang tertangkap basah cowok ini. Kenapa kamu yang ingin menikahinya?" ketus Bu Sulis kesal. Dia tidak mau rencananya gagal.


Bu Sulis yang merencanakan ini semua. Dia ingin Zahra menikah dengan pria bejat itu. Setelah pria itu menikahi Zahra. Maka mereka akan mengirim Zahra ke kota dan menjadikan Zahra wanita penghibur. Dan Bu Sulis, akan menyita rumah mereka. Terkait hutang yang tak kunjung lunas dan tentang waktu pelunasan sebenarnya tinggal sebulan lagi dan hutang ayahnya Zahra masih ada setengah lagi.


Ezra memutus pandangan dari Zahra. Menatap ke arah kepala lingkungan dan tokoh agama. Pria itu bergerak, mendekati kedua pria itu. Ezra merogoh dompetnya dari saku celana bagian belakangnya. Memberikan kartu nama pada Kepala lingkungan dan tokoh adat yang ada disitu.


"Saya Ezra Assegaf, pemilik tambang emas terbesar yang ada di wilayah ini." Tegas Ezra yang membuat semua orang tercengang mendengar penuturan pria itu.


Suara riwuh, saling bisik antar warga, membuat suasana semakin heboh dan menegangkan. Bahkan tak banyak orang yang penasaran, malah berdesakan masuk ke dalam, untuk melihat sosok Ezra lebih dekat.

__ADS_1


Ya warga di kampung itu sangat mengenal nama itu, tapi mereka belum kenal betul wajah pria yang punya perusahaan tambang emas itu. Tentu saja warga begitu penasaran. karena, Ezra terkenal dengan sifat dermawannya di kampung itu. Ezra sering bagi-bagi uang untuk warga kurang mampu. Bahkan pekerja di tambang emasnya, diutamakan putra daerah Dan perusahaannya juga mengelola limbah dengan baik, sehingga citra Ezra sangat baik di kampung itu.


"Saya akan mengangkat derajat gadis ini." Menatap satu persatu orang yang menghakimi Zahra. Dan tatapannya terhenti pada Bu Sulis. "Saya akan membayar hutang orangtuanya kepada anda. Gadis ini dan neneknya tidak akan tinggal di rumah ini lagi." Menunjuk Bu Sulis dan memberi kode pada Bimo sang asisten agar menyiapkan uang tunai.


Ezra baru saja diberitahu oleh Bu Rose. Kalau Keluarga Zahra punya hutang pada Bu Sulis. Dan pria yang duduk di sebelah Zahra, adalah pria yang tidak baik. Pria itu seorang germo atau pun Muncikari. Bu Rose mengenal pria yang ingin dinikahkan dengan Zahra.


Ezra harus mengambil tindakan cepat. Dia tidak mau gadis kecil yang jadi korban keusilan anaknya, semakin terdzolimi. Makanya Ezra tanpa mikir panjang, ingin menikahi Zahra malam ini. Tanpa mencari informasi terlebih dahulu siapa gadis yang ingin dinikahinya itu.


"Pak Kepling, kalau memang dengan menikahkan gadis ini, citra kampung ini akan kembali baik. Tolong bapak siapkan segala sesuatunya saat ini juga." Kini mulut warga tertutup rapat, karena sangat terkejut dengan apa yang ada di hadapan mereka. Pengusaha terkenal itu, akan menikahi Zahra. Para warga hanya tercengang melihat tontonan yang ada di hadapan mereka.


"Bapak jangan membuat keributan di sini. Saya yang akan menikah dengannya. Aku ini kekasihnya." Hardik pria bejat suruhan Bu Sulis.


"Berapa sisa hutang keluarga calon istri saya?" kini Ezra menatap tajam Bu Sulis.


"Tujuh puluh lima juta lagi." Jawab Bu Sulis kesal. Mengangkat bibirnya dan berdecak kesal pada Ezra.


"Berikan uangnya Bimo." Sang asistenpun memberikan delapan ikat uang pada Bu Sulis. Dengan mata membeliak dan wajah sumringah Bu Sulis menerima uang itu. Gimana dia tidak senang. Sisa hutangnya Ayah Zahara adalah enam puluh juta lagi, bukan Tujuh puluh lima juta. Wanita itu pun langsung ngacir dari tempat itu. Sebelum dirinya diintrogasi lebih panjang lagi


Zahra yang sudah membulatkan niatnya, mengikuti alur permainan Ezra, diam saja disaat Bu Sulis, menyebutkan nominal yang salah sisa hutangnya. Biarin saja Ezra rugi. Begitulah pikiran Zahra saat ini.

__ADS_1


Sang nenek yang masih sakit, memutar lehernya menatap sang cucu, yang diam seribu bahasa tanpa ekspresi itu. Sang nenek tahu, cucunya itu sedang tertekan. Sang nenek pun tak protes, disaat pria yang bernama Ezra menawarkan diri untuk menikahi cucunya. Karena, dia beranggapan cucunya itu akan lebih baik menikah dengan Ezra daripada pria bejat, suruhan Bu Sulis. Tanpa sang nenek ketahui, bahwa pria yang akan menikahi cucunya itu adalah pria yang ada dalam video tak senonoh itu.


"Pak Ezra, semua syarat pernikahan sudah lengkap. Hanya saja, mahar untuk sang pengantin wanita perlu ditanyakan." Ujar Pak Kepling ramah, menatap Ezra dan Zahra secara bergantian.


"Baiklah Pak Kepling, saat ini. Saya anggap anda sebagai perwakilan dari saya. Menanyakan apa yang diinginkan calon istri saya maharnya." Ujar Ezra, dia bukannya tak berani bertanya pada Zahra, apa mahar yang diinginkan wanita itu. Dia hanya ingin memberi ketenangan pada gadis itu, karena dia tahu, Zahra membencinya.


"Nak Halwatuzahra, apa mahar yang kamu inginkan dari calon suamimu ini."


"AKU INGIN TAMBANG EMAS MILIK TUAN EZRA ASSEGAF MENJADI MILIKKU!"


Apa...? gila, dasar wanita matre. Minta tambang emas. Huuuuhhh....


Para warga kembali ribut dengan permintaan Zahra


TBC


Ikutin terus ceritanya. Seorang anak tiri, diharamkan menikah dengan ayah tirinya. Tapi, ada pengecualian yang membolehkannya. Apa itu?


Yuk readers tinggalkan comentnya yang tahu hukum nikah dengan anak tiri.

__ADS_1


Tidak dipungkiri, kasus pernikahan dengan anak tiri, sering terjadi di masyarakat. Tentunya itu sudah menyalahi aturan agama, hukum dan adat.


__ADS_2