
Pukul 17.30 Wib, Ezra tiba di rumahnya. Tadinya dia tak ada niat masuk kantor. Tapi, sudah terlanjur keluar rumah, jadi nya pria itu menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Kalau mau jadi orang sukses tak ada namanya tidak kerja keras.
Saat pria itu kerja, dia selalu menyempatkan diri menghubungi Zahra. Menanyakan apakah istrinya itu masih mencret atau tidak. Ternyata Zahra gak mencret lagi. Ezra senang mengetahui kabar itu. Dia bangga pada istrinya itu, yang punya daya tahan tubuh yang bagus.
Ezra terakhir kali berkomunikasi dengan istri nya itu pukul 14.06 Wib. Pria itu sangat sibuk hari ini. Setelah selesai mengikuti pertemuan di sebuah hotel mewah, dia langsung pulang ke rumah.
Saat sampai di parkiran, Ezra dikejutkan dengan mobil Anin yang ada di tempat itu. Itu artinya wanita yang pernah dinikahinya dan sekarang jadi ibu mertuanya ada di dalam.
Huffftt....
Ezra menghela napas kasar. Bagaimana pun masih ada rasa enggan pada wanita itu.
"Siapa yang datang Bi Imah?" tanya Ezra memastikan pada ART nya yang kini bersih-bersih di ruang tamu.
"Ibu Anin tuan." Jawab Bi Imah ramah.
"Sudah lama beliau di sini?" tanya Ezra kepo.
"Sudah hampir dua jam tuan." BI Imah dengan sigap membantu Ezra membawakan tas kerjanya.
Hari ini dan seterusnya Bimo akan tinggal di rumah Ezra yang lama menemani dan mengawasi Rara.
"Mereka di kamar Bi?" tanya Ezra lagi, kalau ibu mertuanya itu ada di kamar, maka ia akan mengurungkan niatnya ke kamar. Dia akan ke ruang kerja saja.
"Gak tuan, di taman dekat danau." Ujar Bi Imah.
"Biar aku saja yang bawa." Ezra menjulurkan tangannya menerima lagi tas nya dari BI Imah. Pria itu masuk lift untuk naik ke lantai dua tempat kamarnya berada.
Sesampainya di kamar itu, dia mendapati tumpukan buku pelajaran Zahra di atas meja yang bisa digunakan untuk belajar. Berarti istrinya itu masih sempat-sempatnya belajar, padahal lagi kurang sehat.
"Astaga Wawa... pasti anak kita nanti genius banget ini." Ezra bermonolog dengan perasaan yang begitu bahagia dan penuh syukur. Dia jadi berterima kasih pada putrinya Rara. Berkat ulah Rare yang gak ada akhlak, dia jadi dapat istri yang baik.
Ezra yang merasa lelah itu, akhirnya memutuskan untuk mandi saja. Dan dia akan memberanikan diri menghampiri istri dan mantan istri di taman.
***
Sore itu pemandangan langit yang kemerahan dan matahari yang tenggelam, terlihat sangat indah dan menenangkan. Terlebih, jika pemandangan itu dinikmati di tempat spesial seperti yang mereka tempati saat ini. Sungguh taman, danau buatan dan lapangan golf yang terhampar di depan mata, bisa membuat tenang.
Sudah lebih dari satu jam Ibu dan anak itu duduk di kursi beton menghadap Danau buatan itu. Mereka banyak bercerita. Terutama Anin, wanita itu sangat banyak menasehati Zahra dan memberi tips selama hamil.
Meminta Zahra agar membaca Al-Qur'an setiap hari dan tak lupa sholat dan berdzikir. Membaca Al-Quran bermanfaat untuk merangsang bayi yang ada dalam rahimnya. Ada empat surah-surah yang dianjurkan dibaca oleh Zahra. Yaitu
Surah Yusuf.
Surah Yusuf yang memiliki 111 ayat ini menjadi incaran banyak ibu hamil. Harapannya calon anak memiliki rupa setampan Nabi Yusuf dan perilaku yang saleh.
Surah Al-Fatihah
Al-Fatihah yang dikenal juga dengan sebutan Ummul Qur’an termasuk salah satu surah paling mulia. Membaca Al-Fatihah merupakan syarat syahnya salat. Surah Al-Fatihah diyakini bisa menenangkan hati dan menguatkan daya ingatan. Karenanya, surah ini dianjurkan untuk sering dibaca oleh ibu yang sedang hamil. Agar kelak anak yang dikandungnya memiliki ketenangan hati dan daya ingat yang kuat.
__ADS_1
Surah Al-Baqarah
Surah Al-Baqarah memiliki 286 ayat. Surah ini juga termasuk dalam surah terpanjang dalam Al-Quran. Banyak sekali ayat-ayat mulia yang berisi pelajaran berharga. Salah satunya terdapat pada ayat 128 yang banyak dianjurkan untuk ibu hamil. Ayat 128 ini merupakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim as ketika bersama Ismail, putranya. Yang berbunyi:
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ
Artinya: Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
Surah Maryam
Surah Maryam merupakan surat ke-19. Surah yang terdiri dari 89 ayat ini sering dibaca oleh ibu yang sedang hamil. Surah Maryam yang bercerita mengenai perjuangan Siti Maryam saat melahirkan Nabi Isa AS, sejak dari proses persalinannya hingga doa-doa yang dipanjatkan.
Surah ini salah satunya diyakini merupakan salah satu doa bagi ibu hamil agar dimudahkan dalam proses persalinan. Selain itu, Surah Maryam juga terdapat doa agar kelak anak bisa berbakti kepada orang tuanya.
"Eeehhmmm... Ehhmmmm..!"
Suara deheman Ezra membuat ibu dan anak itu terkejut. Mereka terlalu asyik membahas kehamilan. Sehingga kedua wanita itu tak menyadari kehadiran Ezra di tempat itu.
Ezra tersenyum tipis saat kedua wanita itu menoleh padanya. Tentu saja, Anin terlihat kikuk menatap Ezra. Sehingga wanita itu langsung memalingkan wajahnya kembali ke posisi semula.
Zahra tahu, ibu dan suaminya itu masih canggung. Dia pun harus bersikap dewasa. Tak mungkin dia bersikap lebay dan sok romantis kepada sang suami di hadapan ibunya. Jadilah Zahra juga diam, bingung mau bersikap apa.
"Sebentar lagi magrib, ayo kita masuk!" ujar Ezra terlihat salah tingkah. Bagaimana pun dia masih belum bisa bersikap normal di hadapan Anin, sang mantan istri.
"I--ya, By," Zahra juga terlihat kikuk. Dia tak mau ibunya sedih, jikalau melihat kedekatannya dengan Ezra
Anin bangkit dari duduknya. Masih dalam mode silent. Habis dia gak tahu mesti bilang apa.
Ezra tersenyum tipis, suasana seperti ini harus dimaklumi.
***
Setelah selesai sholat magrib dan makan malam. Anin yang masih merasa canggung itu berpamitan untuk pulang. Zahra sebenarnya masih ingin berlama-lama cerita dengan ibunya. Tapi, tak mungkin dia menahan sang ibu, karena masalah serius yang baru selesai masih terasa panas.
"Hubby kangen banget sayang?" ujar Ezra gemes, memeluk Zahra di beranda rumah mereka. Mobil yang dikendarai Anin sudah hilang dari pandangan mata.
"Iihh By, apaan sih? malu dilihatin orang." Zahra memang tak terbiasa memamerkan kemesraan. Walau yang melihatnya hanya ART.
"Eemmm... Iya deh." Ezra mengurai pelukannya dan kini menggandeng sang istri. Mereka masuk ke lift menuju lantai dua kamar mereka. Saat di dalam lift, Ezra tentu saja mencuri satu kecupan di pipi sang istri, yang membuat Zahra jadi senyam senyum. Suaminya itu ketara sekali dalam mengungkapkan bahasa cinta nya.
"Ibu sudah lama di sini?" tanya Ezra, memulai pembicaraan. Kini keduanya sudah di atas ranjang. Duduk bersandar di headbord tempat tidur.
"Ibu datang sekitar jam tiga sore By." Ucapnya mulai membaca buku pelajaran. "Ibu bilang, aku harus sering baca dan dengar ayat suci Al-Quran." Ujar Zahra polos.
"Baca Al-Qur'an gak mesti hamil dulu kali sayang." Jawab Ezra kini membaringkan tubuhnya dan menciumi perut Zahra. Sikap Ezra itu membuat Zahra malu dan kagum. Secinta itu pak tua padanya. "Hubby sudah membiasakan diri baca Al-Qur'an setelah sholat subuh, magrib dan dikala waktu luang." Lanjut Ezra, asyik mengecup-ecup perut Zahra yang ditutupi oleh piyama itu.
Zahra mengangguk, ya selama menikah dengan pria itu, dia memang sering melihat sang suami mengaji.
"Iya By, iihh... Udah dong By. Geli tahu!" Zahra mengangkat kepala Ezra agar menjauh dari perutnya. Dan akhirnya kini Ezra malah memeluk kaki wanita itu. "Apaan sih By?"
__ADS_1
"Protes Mulu, dicium protes, dipeluk protes. Astaga....!" Ezra pun akhirnya membaringkan tubuh nya di sebelah Zahra. Dan meregangkan otot-ototnya yang tegang. Dia sebenarnya lelah sekali.
"Hubby ke mana saja hari ini?" tanya Zahra, dia kepo juga dengan kegiatan suaminya itu. Pasalnya, suaminya itu bilang mau di rumah hari ini. Tapi, sekali keluar pulangnya sore.
Ezra bangkit dan duduk di hadapan Zahra dengan wajah seriusnya. "Rara sudah keluar dari rehabilitasi."
Dug
Jantung Zahra berdebar kuat mendengar nama itu. Sungguh dia masih kesal pada anak itu. Raut wajah Zahra langsung berubah penuh kecemasan.
"Hubby harap, adek mau memaafkannya." Ujar Ezra meraih jemari Zahra yang terasa dingin. "Rara perlu pembinaan, dia perlu dukungan." Jelas Ezra lagi, mencoba memberi pengertian pada Zahra.
"Iya By, aku gak benci Rara koq. Aku hanya takut saja." Ujarnya jujur. Zahra bukan takut pada wanita itu. Dia hanya saja tak mau ada keributan lagi. Itu yang ditakutkan Zahra.
"Rara pasti gak suka samaku By. Dulu saja saat di sekolah dia selalu membullyku hanya karena cowok. Gimana reaksi dia, kalau tahu kita menikah. Aku takut By. Aku gak mau terjadi keributan." Ujar Azahra dengan penuh kecemasan.
"Semoga tidak seperti itu sayang. Dia sudah banyak berubah." Ujar Ezra merangkum wajah Zahra yang terlihat cemas dan membawanya ke pelukannya.
"Semoga saja By." Zahra membenamkan wajah nya di dada bidangnya Ezra. Lama keduanya berpelukan, mencari kedamaian dan kenyamanan dalam dekapan itu.
"Hari ini masih mual dan muntah?" tanya Ezra, pria itu masih memeluk sang istri.
Zahra menggeleng, seperti nya dia bukan tipe wanita yang mengalami morning sick parah.
"Gak muntah, tapi badan masih terasa pegal. Perasaan kayak orang sakit yang mau sembuh gitu By." Ujar Zahra polos.
"Eemmmm... Ya sudah, Hubby pijitin!" Ezra turun dari ranjang mengambil minyak zaitun. Dia akan memijat plus-plus.
"Gak mau, nanti jadi lama tidurnya. Adek mau tidur cepat!" Tolak Zahra lembut.
"Koq jadi lama tidur?" tanya Ezra tertawa tipis. Dia tahu maksud dari ucapan istrinya itu. Pasti Zahra mikirnya, suaminya itu akan minta mantap-mantap setelah memijatnya.
Hahaha
"Ini malam Jumat sayang, malam sunah rosul!" ujar Ezra mulai melepas pakaian Zahra.
"Malam Jumat? gak salah by. Ini malam Selasa. Atau Senin malam." Saut Zahra ketus. Dia sudah merasakan tangan sang suami memijat punggung nya
Hihihi
Ezra tertawa tipis. "Kirain adek sudah lupa hari. Kalau malam Jumat, malam sunah rosul. Berati malam ini, malam wajib dong!"
"Iihh... apaaan sih By? ngarang..!" ujar Zahra tertawa, dia merasa Ezra lucu. Ada saja akal-akalan nya agar bisa mantap-mantap.
"Satu babak saja sayang!" ujarnya mulai mendaratkan kecupan nya di punggungnya Zahra yang mulus.
"Gak mau akkhh... Adek takut!" Zahra menggerak-gerakkan punggung nya agar terhindar dari kecupan suaminya itu.
"Gak bahaya sayang, tenang saja. Suamimu ini sangat profesional!" ujar Ezra penuh keyakinan. Mau gimana lagi, Zahra juga pengen. Entahlah sepertinya dia juga jadi genit, karena hormonal nya yang melonjak drastis. Apalagi tangan nakal sang suami. Sudah meraup gundukan kembar itu dari belakang tubuhnya.
__ADS_1
TBC
Vote ya!🙂😆