AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Nikahkan!


__ADS_3

"Oh Ya Pak, Nak Raranya mana?" Bu Rose celingak-celinguk melihat ke arah mobil, berharap Rara turun dari mobil itu. Bu Rose sangat berharap Rara ikut, karena kesaksian Rara lah yang diperlukan saat ini. Agar bisa membersihkan nama baiknya Zahra.


Bu Rose mengambil tindakan ini, karena dia didatangi oleh Ferdy semalam ke rumahnya. Ferdy kembali meyakinkan Bu Rose dan memohon, agar Bu Rose membantu Zahra. Tapi, Ferdy tidak mengatakan bahwa pria yang ada dalam video itu adalah ayahnya Rara yaitu Ezra.


"Eehhmmm...!" Ezra bingung harus mau bilang apa. Tak mungkin dia menceritakan anaknya yang terlibat kasus narkoba dan sedang dirawat karena tindakan perencanaan bunuh diri.


"Ooohh kita bicara di dalam saja pak." Ucap Bu Rose ramah, memberi kode dengan tangannya sebagai tanda untuk mempersilahkan masuk Ezra dan sang asisten dua.


"Terimakasih banyak saya ucapkan kepada Pak Ezra atas kerjasamanya. Aduhh.... Pak Ezra, saya kasihan betul dengan nasib siswi kami itu. Kekakuan usilnya Rara, telah menghancurkan hidupnya Pak. Seharusnya, Rara ikut pak. Agar dia menjelaskan semuanya dan mengatakan dimana alamat pria yang menodai Zahra itu."


Duar....


Kata menodai yang keluar dari mulut Bu Rose, sukses membuat Ezra terkejut bathin. Berarti yang dialaminya malam itu adalah benar. Itu bukanlah mimpi. Ezra benar-benar terperangkap dalam masalah yang dibuat oleh putrinya sendiri.


"Menodai..?" Ezra terlihat bingung dan tak yakin dengan ucapan Bu Rose.


"Itu dia Pak Ezra, aku pun kurang tahu gimana cerita sebenarnya. Saat kami mengintrogasi Zahra, dia tidak mengatakan kalau dia dinodai. Tapi kan dari video itu jelas terlihat Pak. Aku yakin, Zahra sedang menyembunyikan sebagian faktanya saat kami interogasi. Karena saat itu dia dalam keadaan tertekan." Jelas Bu Rose tegas.


Ezra dibuat semakin tidak tenang mendengar penuturan Bu Rose. walau begitu, Dia sangat bersyukur video yang tersebar di lingkungan sekolah, wajahnya diblur. Ternyata putrinya itu, masih memakai otaknya yang sudah korslet itu.


"Aku ingin bertemu dengan anak itu Bu. Saya akan selesaikan masalah ini hari ini juga." Tegas Ezra, berusaha menutupi dirinya yang kalut itu.


"Oohh baiklah Pak, kita ke rumahnya saja Pak." Ujar Bu Rose, Ezra yang tidak tenang itu, hanya mengangguk saja.


***

__ADS_1


"Ya Allah, rumahnya Zahra di demon warga lagi. Koq bisa? bukannya pak Kepling sudah menjamin keamanan dan kenyamanan mereka untuk tetap tinggal di kampung ini?" ujar Bu Rose dengan sedihnya. Ezra yang tidak tahu, kalau mereka sudah sampai di area rumah gadis yang dinodainya itu dibuat terkejut, dengan tontonan di depan matanya, keributan dan kerumunan orang di halaman rumah setengah permanen itu, terlihat mencekam.


Apa seserius ini? gumam Ezra dalam hati, memperhatikan banyaknya orang yang berkerumun di depan rumah gadis yang bernama Zahra itu dengan tercengang.


Bu Rose langsung turun dari mobil dengan tergesa-gesa. Dia ingin cepat mengetahui apa yang terjadi di rumah anak muridnya itu. Sedangkan Ezra masih duduk mematung dibangku yang didudukinya.


"Iya gadis gatal seperti itu, harus dinikahkan. Aku baru tahu, kalau anaknya Almarhum Rahmat, kelakuannya buruk." Tiga orang ibu-ibu yang sudah keluar dari kerumunan. Memilih berdiri di sebelah mobil Ezra yang terparkir, tak jauh dari halaman rumahnya Ezra. Mereka tidak tahu, kalau ada orang di dalam mobil mewah itu. Bahkan salah satu ibu-ibu sibuk berkaca, memperbaiki tatanan riasan wajahnya. Memeriksa apakah ada lipstik yang menempel di giginya. Karena dia tadi buru-buru berlari ke rumahnya, untuk cepat sampai ke rumahnya Zahra, disaat mendengar suara gaduh.


Sang supir yang bernama Bimo, yang masih berada di dalam mobil, dibuat senyam-senyum melihat tingkah ibu-ibu yang membersihkan lipstick yang menempel digiginya. Saat itu juga Bimo membuka handle pintu mobil, dan membuat ibu-ibu kepo itu terlonjak kaget, saking kagetnya. Dia pun terjatuh jungkit balik.


"Maaf ya Bu." Ucap Bimo kepada ibu-ibu kepo, yang kini sudah kembali berdiri, sibuk membersihkan bekas pasir di bajunya.


"Hahahah.... Makanya kamu jangan sok cantik, sempet-sempetin berlipstik. Tapi lipstiknya meluber ke mana-mana. Aduhhh sakitnya tak seberapa tapi malunya itu gak tahan " Ledek kawan ibu-ibu yang membersihkan giginya dari lipstik, berkaca di kaca mobilnya Ezra.


Bimo hanya senyam-senyum mendengar ocehan ibu-ibu itu. Membuka pintu mobil sebelah Ezra.


"Kawin kan.... Nikahkan! bebaskan kampung kita dari maksiat... Kawin kan..!" Itulah kalimat yang diserukan oleh warga yang geram kepada Zahra. Warga sudah termakan hasutan, orang-orang yang memanfaatkan keadaan, Untuk keuntungan pribadi seseorang, siapa lagi kalau bukan ibu Sulis.


Ezra semakin tidak tenang, hatinya was-was penuh kekhawatiran, menerobos warga yang berkerumun di halaman hingga teras rumahnya Zahra. Dia sudah biasanya mendapati masalah. Mulai dari masalah pribadi saat masih bersama dengan ibunya Rara, atau masalah perusahaan yang sangat pelik. Dia tak pernah setakut ini, dalam menghadapi masalah. Gimana dia tidak takut, gara-gara ulah putrinya. Hidup seorang gadis hancur. Itu namanya keluarganya sudah mendzolimi orang.


"Kawinkan saja si Zahra itu Pak Julman. Pasti pria ini juga teman laki-lakinya." Desak Ibu Sulis, mengedipkan sebelah matanya pada seorang pria, yang duduk sok polos di sebelah Zahra, pria itu tersenyum penuh maksud pada pria itu.


Kini Zahra dan sang nenek hanya pasrah didudukkan di tengah ruang tamu mereka. Zahra sudah bersih keras menjelaskan semua yang terjadi. Tapi, warga yang menggerebek tidak percaya.


Zahra yang merasa kurang enak badan itu, memutuskan mandi air hangat. Dia beranggapan setelah mandi, tubuhnya akan terasa lebih ringan dan baikan. Saat dia keluar dari kamar mandi dengan keadaan pakai handuk yang melilit di bagian dadanya. Tiba-tiba saja ada seorang pria yang memeluknya dari belakang. Berusaha menarik handuk yang membelit tubuhnya.

__ADS_1


Zahra yang bisa ilmu bela diri itu tentu saja melawan, walau dia masih kurang sehat. Saat terjadi perkelahian itulah. Beberapa orang membuat keributan dan mengatakan bahwa Zahra sedang melakukan kegiatan mesum di rumahnya. Tentu saja warga berdatangan. Warga semakin termakam hasutan, karena kejadian video asusila itu baru semalam terjadi.


Ezra yang sudah berada di dalam rumah sederhana itu, menyoroti ruangan yang sudah dipenuhi oleh warga. Hingga kini tertariklah matanya menatap sosok gadis yang duduk dengan bahasa tubuh pasrah, tatapan mata yang kosong menerjang kerumunan warga yang ada di rumah itu.


Zahra sudah memakai pakaiannya, tapi rambut panjang nya tergerai berantakan. Sehingga wajahnya kurang jelas terlihat.


"Kawinkan.... Nikahkan, dan usir mereka dari kampung ini..!"


"Tenang... Tenang bapak ibu." Tegas Pak Kepling.


"Nikahkan saja Pak!" desak Bu Sulis, kembali memprovokasi. Memberi kode dengan tangannya. Agar orang-orang yang kena makan hasutannya, mendesak Pak Kepling agar mengawinkan Zahra dengan seorang pria bajingan.


"Kawinkan Mereka, kawinkan..!" kali ini Zahra menutup kedua telinganya. Tak tahan mendengar teriakan penuh kebencian warga. Kalau tidak memikirkan nasib sang nenek. Zahra akan mempertahankan harga diri lnya sampai mati. Tapi, dia harus melindungi sang nenek.


Tak apa dia dikawinkan. Tapi, dia bukan orang bodoh. Dia akan lari dari pria yang dipaksa untuk menikahinya. Karena, melawan pun saat ini tak ada gunanya. Orang-orang sedang menggerebeknya. Dia sudah menjelaskan semuanya. Bahkan dia mengatakan, dirinya hendak dinodai. Tapi, orang-orang tidak percaya. Karena hasutan dari Bu Sulis sudah ampuh sekali.


"Sekarang saja dikawinkan, pak penghulu sudah datang itu"


"Dia kan sudah sering kawin. Dinikahkan!" Seru salah satu warga berjenis kelamin laki-laki.


"Iya, Nikahkah! Nikahkan!"


"SAYA YANG AKAN MENIKAH DENGANNYA. BUKAN PRIA ITU!"


Zahra yang dari tadi menunduk, kini mengangkat wajahnya. Matanya membelalak melihat sosok Ezra yang berdiri di hadapannya. Melihat Ezra ada di rumahnya. Zahra semakin kesal, pria ini dan sang anak yang menghancurkan hidupnya. Darahnya Zahra mendidih naik ke ubun-ubun. Dia geram sekali pada pria yang menawarkan diri untuk menikahinya itu.

__ADS_1


TBC


Like, coment dan vote ya say.


__ADS_2