
‘Kita menikah. Malam ini!" kalimat tegas itu langsung tercetus dari mulut Ezra, setelah keduanya masuk ke ruang kerja pria itu
Anindya tercengang menatap sang majikan, yang terlihat sangat serius dengan kalimat
yang keluar dari mulut pria yang berdiri di hadapannya. Mata indah wanita itu berkedip dua tiga kali, menatap Kembali pria yang berdiri tepat dihadapannya itu.
Otak wanita itu masih terus menelaah, maksud dari ucapannya Ezra, yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Tanpa ada tanda-tanda mengarah ke pernikahan, masak langsung di ajak menikah besok. Bikin spot jantung saja. Kalimat ajakan yang seolah tak membutuhkan bantahan, membuat Anindya seolah tak mampu menolak jika ada seseorang yang benar-benar mengatakan kata itu padanya.
"Dyah....!" Ezra melambaikan tangannya di hadapan wanita yang lagi linglung itu. Tentu saja Anindya tak merespon. Karena pikirannya masih melayang-layang. Karena dia masih tak percaya dengan kalimat yang diucapkan pria di hadapannya.
"Dyah ..!" sentuhan lembut di bahu wanita itu, membuatnya terperanjak. Dia yang kaget, langsung memegangi dadanya yang berdetak kuat dan cepat itu. Jantungnya seperti nya sudah copot dari tempatnya. Ucapan sang majikan, benar-benar akan membuat nya kena serangan jantung.
"I---ya, iya tuan. Maaf tuan." Langsung menunduk, karena tak sanggup menatap Ezra yang terlihat heran dan menampilkan ekspresi raut wajah kecewa.
"Kamu mau menikah denganku?" ujar Ezra, menilik wajahnya Anindya yang terlihat tegang dalam keadaan menunduk itu.
"Kamu mau kan?" menjawir dagu wanita yang bingung dan terkejut bathin itu. Hingga kini keduanya saling tatap. Tentu saja Anindya mencari keseriusan di matanya Ezra. Dan dia menemukan keseriusan itu. Ezra pun menurunkan tangannya dari dagu belahnya Anindya
__ADS_1
"Tak ada penolakan, sebentar lagi Dika akan kemari. Dia yang akan mengurus semuanya. Kamu berikan berkas yang dia minta, yang bisa kamu penuhi. Selebihnya, akan menjadi urusannya." Mata indahnya Anindya membola menatap Ezra yang berbicara tegas tak terbantahkan itu. Mulut wanita itu bahkan menganga.
"Tuan tunggu..!" langkah Ezra terhenti disaat pria itu hendak menekan handle pintu ruang kerja itu. Ezra berbalik badan, begitu juga dengan Anindya.
"A-pa, apaan i- ini tuan? menikah nanti malam? itu sungguh tidak masuk akal sekali tuan. Maaf kalau saya lancang. Setahu saya, kita harus mendaftarkan pernikahan sepuluh hari sebelum jadwal akad nikah yang ditentukan." Ucapan Anindya yang tergagap itu, terhenti disaat kakinya Ezra kini mengarah kepadanya.
Dia ingin kejelasan. Walau dia seorang ART. Dia punya hak untuk mempertanyakan semuanya. Walau tawaran untuk dinikahi pria kaya itu sangat menggiurkan.
"Iya, kamu jangan khawatir. Kamu akan saya nikahi dengan resmi. Baik di Agama maupun negara. Malam ini, kita nikah secara agama dulu." Jelas Ezra tersenyum menatap Anindya yang masih bingung itu.
"Karena, aku tak bisa menahan gejolak cinta di dalam dada yang semakin membara." Pria itu pun langsung menyeret kakinya dari ruangan itu. Meninggalkan Anindya yang tersentak kaget dengan ucapan sang majikan.
Clekk...
Anindya terlonjak kaget, karena Ezra menutup pintu ruangan kerjanya.
Anindya yang tersentak kaget itu. Mengelus-elus dadanya yang dari tadi tak henti berdetak tak karuan itu. Mimpi apa dia semalam? kenapa dia malah dilamar secara mendadak seperti ini? dan yang membuatnya semakin tidak percaya. Yang melamarnya adalah Ezra sang majikan.
__ADS_1
Kenapa majikannya itu ingin menikahinya? begitu banyak wanita cantik dan berkelas yang sering datang ke rumah ini, mencari sang majikan. Tentu saja wanita itu semua, adalah wanita yang mengejar-ngejar majikannya itu. Tapi, kenapa malah ingin menikahinya yang hanya seorang ART.
"Ya Allah, ini berkah atau musibah?" Anindya, terduduk lemas di lantai marmer mengkilap itu. Dia belum percaya dengan apa yang didengar barusan.
Ceklek...
Anindya kembali memegangi dadanya yang berdebar-debar, karena terkejut mendengar pintu ruangan itu dibuka. Dia pun dengan cepat berdiri. Disaat melihat Dika sang asisten, masuk ke ruangan itu.
"Eemmm... Non Dyah, sebaiknya siap-siap. Kita akan ke butik. Untuk memilih kebaya yang akan dikenakan Non Dyah, nanti malam. Sekalian, aku minta KTP, atau surat keterangan Janda dari Non "
Byurrr
Ternyata ucapan Ezra benar adanya. Anindya yang belum sarapan itu pun ambruk. Dan dengan cepat Dika meraih tubuh wanita itu, sebelum amblas ke lantai.
TBC.
Like, content dan vote ya guys....
__ADS_1