AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Seperti Di Neraka


__ADS_3

Ezra yang memilih pergi ke ruang kerjanya akhirnya mencoba ramuan Hajar Jahan nam itu juga. Kebetulan stok dia sudah habis. Dan Nek Ifah kasih ole ole itu. Ini namanya pucuk dicinta ulam pun tiba. Lihat saja, Zahra akan menjerit-jerit kenikmatan malam ini. Apalagi semalam sepulang dari rumahnya Anin, mereka tidak melakukan hubungan suami istri. Karena Zahra terlihat lelah dan kantuk sekali. Ya pas lah malam ini di rappel.


Setelah mengkomsumsi ramuan yang terbuat dari getah tanaman itu. Ezra langsung merasa sangat bergairah. Ini perlu disalurkan, tapi ternyata sang istri masih berkumpul dengan anggota keluarga lainnya di ruang keluarga.


"Hadeuh .. Ngapain sih ku minum. Gak usah diminum juga, Zahra sudah puas." Ucapnya gelisah di ruang kerjanya. Karena gak mantap-mantap tadi malam, tentu malam ini sangat diinginkannya.


Ezra yang hasrat nya bergejolak itu, akhirnya kembali ke ruang keluarga. Ia memberi kode pada Zahra dengan matanya yang dikedip-kedipkan agar menghampirinya. Karena dari tadi ia sudah menelpon sang istri. Tapi, gak diangkat - angkat.


Jelas gak diangkat orang Zahra masih asyik mendengarkan cerita Nek Ifah, yang berbelanja dengan menggunakan bahasa Arab. Jadi, pedagang Arab gak bisa menipu harga. Bahkan Nek Ifah jadi banyak teman saat di tanah suci, karena ia mahir berbahasa Arab.


"Zahra, Bere Ezra kenapa itu? matanya seperti nya kelilipan deh" ujar Anin, yang merasa ada yang aneh di matanya Ezra. Ya Ezra saat ini berdiri di lorong penghubung ruang keluarga. Ia malu ikut gabung ke ruang keluarga. Takut Nek Ifah menyinggung ole ole yang diberikannya itu.

__ADS_1


Zahra yang sedang asyik memainkan camera mainan haji untuk anak yang berisi aneka gambar di tanah suci, akhirnya menoleh lagi ke arah sang suami. Yang memang dari tadi ia melihat Ezra mengedip kan matanya. Tapi, ia gak kepikiran kalau mata suaminya itu sakit.


Ia pun meletakkan kamera mainan berwarna merah itu. Berjalan cepat ke arah Ezra.


Grap...


Ezra menarik kuat lengan sang istri agar mengikutinya mojok.


Sebenarnya Ezra sudah ingin membopong sang istri ke kamar. Tapi, Zahra tak mau jauh dari ruang keluarga. Ia saja hanya mau mengikuti langkahnya Ezra tiga langkah. Habis itu berontak, tangannya agar dilepas Ezra dari genggaman nya.


"Iya sayang, kemasukan debu. Periksa di kamar yuk?" pinta Ezra dengan wajah memelas. Tentu saja Zahra keberatan. Ia masih ingin berkumpul dengan ibu dan neneknya.

__ADS_1


"Periksa disini saja By. Aku lihat gak ada apa-apa koq." Zahra meniup,-niup kedua matanya Ezra. Seperti nya istrinya itu gak mengerti bahasa tubuhnya.


"Zahra.... Zahra... kamu dimana?" Nek Ifah yang tak menyadari kalau Zahra pergi menghampiri Ezra mencari cucunya itu.


"By, nenek memanggil. Ayo, aku periksa di sana saja " Menunjukkan ke arah ruang keluarga.


Ezra terdiam.


Tidak ada jawaban dari Ezra. Akhirnya Zahra ngacir, meninggalkan Ezra dengan termangu di lorong ruang keluarga itu. Zahra masih ingin bercengkrama dengan neneknya. Ia masih rindu neneknya itu.


"Ya Tuhan.... Ini Ramuan Neraka jahan nam, koq dahsyat sekali. Beda dengan yang aku minum sebelum nya. Dasar.. Benar - benar Jahan nam.....!" Ezra kesal, ia sampai merapatkan giginya saat bermonolog sendiri, berjalan dengan frustasinya menuju kamar nya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2