AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Nguping


__ADS_3

Ezra mondar mandir hilir mudik di dalam kamarnya. Reaksi ramuan Hajar Jahan nam itu harus disalurkan. Tapi, lawan main belum juga menampakkan batang hidungnya.


"Apa ini yang kwalitas super premium ya? yang original?" Ezra memperhatikan bungkus ramuan herbal untuk stamina pria itu. Ia kembali membaca komposisi, khasiat dan Expired ramuan herbal itu. "Sama dengan yang ku minum sebelum - sebelumnya." Ujarnya lagi, menyimpan ramuan itu di dalam laci meja. Ia yang tak tenang, karena merasakan gairah yang membuncah akhirnya mengalihkan perhatiannya dengan memutus kan berolahraga. Seperti nya olahraga kegel, adalah ide yang bagus.


"Lebih baik olah raga saja. Biar tambah kuat tekanan goyangannya, walau permainan slow." Ujarnya tersenyum kecil.


Ya begitulah para pria akan merasa senang, Jika membayangkan yang satu itu. Zahra kan sedang hamil, jadi ia tak boleh bermain dengan heboh. Harus slow, tapi berkesan dan membekas yang membuat istrinya ribut seperti kucing yang lagi berantem.


Satu jam pun berlalu, Zahra tak kunjung masuk ke kamar mereka. Ezra semakin frustasi saja dibuatnya.


Ia melap Keringat yang membasahi tubuh sixpacknya dengan handuk kecil. Keringat yang dihasilkan saat olahraga lumayan banyak. Merasa gerah, Ezra akhirnya memilih untuk mandi di malam hari ini.


Huufff...


Ezra menarik napas panjang


Usahanya untuk meredam gairah yang tersulut itu, sukses juga setelah berolahraga dan mandi, Ia pun akhirnya merasa fresh, Ezra yang sudah lebih rileks itu memutuskan kembali turun ke bawah.


Saat sampai di ruang keluarga, ia tak menemukan sang istri, Nek Ifah dan Anin di ruangan itu.


Ia pun mulai mencari keberadaan ketiga wanita beda generasi itu ke setiap ruangan di lantai satu itu. Dan pencariannya berakhir di kamar Nek Ifah, yang memang ada di lantai satu.


Terdengar suara cekikikan dari kamar Nek Ifah. Ya kebetulan pintu kamar Nek Ifah tidak tertutup. Ezra yang penasaran akhirnya menguping pembicaraan dari balik dinding kamar itu.

__ADS_1


Hahahaha....


"Lucu ya Nek, masak wastafel dibuat tempat kencing." Ujar Zahra meras lucu dengan cerita Nek Ifah. Di mana ada jemaah pria berumur 60 tahunan membuang hadas kecilnya di wastafel.


"Eemmm.... Zahra hal seperti biasa. Namanya orang kampung. Ya gak tahu lah mereka kalau itu untuk cuci tangan. Bukan untuk tempat buang air kencing." Kalau cerita Nek Ifah itu, Zahra itu merasa lucu. Beda dengan Anin. Ia merasa itu tak lucu.


"Terus, ada lagi cerita lainnya Nek?" Zahra yang semangat, masih penasaran dengan pengalaman uniknya Nek Ifah, saat melaksanakan haji.


"Ada sayang, tapi besok saja kita sambung ya. Kamu sana balik ke kamarmu. Ini sudah larut." Zahra mengikuti pergerakan mata Nek Ifah ke jam yang bertengger di dinding. Waktu sudah menunjukkan pukul 23.05 Wib.


Ezra yang menguping dibalik dinding itu, merasa legah. Akhirnya istrinya itu akan keluar dari kamarnya Nek Ifah.


"Aku mau tidur sama nenek dan Umak."


Ezra menepuk jidatnya kuat. Mampuslah ia, jika Zahra tidur di kamar Nek Ifah malam ini.


Ezra semakin tak tenang, ia kembali hilir mudik di depan kamar Nek Ifah. Tak mungkin ia masuk ke dalam. Atau meminta ART memanggil Zahra. Bisa tersinggung Nek Udah dan Anin nantinya.


"Ra, nurut sama Nenek. Sana kamu balik ke kamar mu!" kali ini Nek Ifah bicara tegas. Zahra yang tadi tiduran sambil memeluk guling menghadap Nek Ifah yang duduk bersandar di head bord tempat tidur. Akhirnya mendudukkan tubuhnya.


"Ya Zahra mau tidur di sini Nek.." Rengek Zahra.


"Gak bisa Ra." Kali ini Anin menatap tajam Zahra.

__ADS_1


"Satu cerita lagi Nek." Zahra mengacungkan telunjuknya. "Satu cerita lagi Nek, kalau gak, Zahra mau tidur di sini saja." Zahra menampilkan ekspresi wajah merenggut. Ia Meminta satu cerita lagi dengan mengancam.


"Baiklah, ini yang terakhir ya?" memberikan peringatan pada Zahra.


"Iya nek." Zahra masih semangat 45. Sedangkan Anin sudah mulai kantuk, Anin memilih untuk berbaring saja.


"Ini kejadian nya di Masjidil Haram, suasana saat itu sedang tenang dan terdengar sang imam membacakan ayat alquran dengan merdu, tiba-tiba terdengar suara ringtone dari salah satu jamaah Indoensia berbunyi, dan ringtone handphone jemaah itu Goyang Dombret." Nek Ifah sudah tak semangat lagi bercerita.


Zahra pun yang mendengarnya jadi gak semangat.


"Koq gak lucu ya Nek?!" keluh Zahra.


 


"Iya gak lucu lah Zahra, nenekmu sudah kantuk itu. Mana semangat lagi cerita lucu. Sama kamu balik ke kamarmu." Ujar Anin tegas, menatap lekat Zahra.


"Iya Mak.!" Zahra pun beranjak dari atas ranjang empuk itu dengan malasnya. Ia masih ingin berkumpul dengan Nek Ifah. Setidaknya malam ini tidur bareng.


Tahu Zahra akan keluar dari kamar. Ezra pun lari ngacir menuju kamarnya. Ia tak mau Zahra, tahu kalau ia sedang menguping.


TBC


Like coment vote dan hadiah

__ADS_1


__ADS_2