AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Itu gampang


__ADS_3

"Apa...? mie ayam daging nya harus paha sebelah kanan, dan yang jual harus pakai kumis dan jambang yang mirip Refal Hady? si Refal Hady itu siapa?" tanya Ezra dengan bingungnya. Kenapa ngidam mie ayamnya ribet banget. Pusing dah si Hubby dibuatnya. Kalau daging mie ayam, ya bercampur semua. Mana ada mie ayam, pakai daging paha sebelah kanan doang. Kecuali dimasak khusus.


"Bussyeet... Nyesel aku...!" Ezra menepuk kuat jidatnya. Menyayangkan dirinya yang menawarkan ngidam lainnnya pada Zahra.


"Tu kan, semua yang ku minta gak diwujudkan. Tahu gitu, kenapa tadi menantang dan menanyakan apa yang aku inginkan?" Rengek Zahra dengan wajah masamnya. Bibirnya kini naik dua centi sudah, cemberut.


"Weleh.... cup cup.. Itu mah gampang sayang. Mie ayam doang. Ayo kita cari mie ayam dagingnya harus paha sebelah kanan dan yang jual harus mirip Refal Hady. Oh ya Refal Hady itu siapa sayang?" tanya Ezra dengan wajah cemberut, dia sedikit cemburu karena Zahra menyebut nama pria lain. Kenapa harus mirip Refal Hady, kenapa gak mirip dengannya saja. Atau kenapa gak dia saja yang diminta sang istri buatin mie ayam untuk nya?


"Refal Hady itu ini By. Ganteng kan?" Zahra mendekatkan ponselnya ke hadapan Ezra. Di layar ponsel terlihat foto seorang pria macho dengan kumis dan jambang yang tak terlalu lebat.


"Ini..? emang dia siapa sayang? jelek amat ini orang."


"Iihhh.... Hubby, dia tu ganteng tahu." Zahra marah, matanya melotot penuh dengan mulut seperti ingin menggigit sang suami. "Dia ini artis By." Ucapnya sedih, karena Ezra mengatai pria idolanya jelek.


Ganteng an juga gua.


Ezra membathin.


"Ganteng?"


"Iya!" merajuk sudah si Zahra.


"Coba lihat lagi fotonya. Tadi seperti nya Hubbby melihat nya pakai mata yang warna putih." Ujarnya meraih ponsel sang istri yang ada di tangannya. ",Eemmmm... Iya ya ganteng." Ujar Ezra dengan berat hati. Terpaksa sudah dia memuji seorang pria di hadapan sang istri. Dari pada istrinya itu ngambek lagi.


"Iya, memang ganteng. Cool gitu By!"


Tu kan istrinya itu kembali semangat dan sangat antusias.


"Iya sayang, cium dulu dong!"


Cup


Zahra yang tiba-tiba merasa bahagia itu, tidak enggan lagi untuk mencium sang suami. Dia merasa bahagia karena sang suami satu server dengannya. Yaitu sama-sama membuat pengakuan bahwa idolanya Zahra itu sangat ganteng.


"Eemmmm segitu nya. Yang patut diidolakan itu Baginda nabi kita Muhammad SAW. Untuk mengidolakan seseorang tentunya kita harus melihat sifat dan tingkah lakunya sayang. Jangan lihat dari tampangnya saja." Ujar Ezra mulai menasehati sang istri yang masih ABG Labil itu.

__ADS_1


"Dan di sinilah seperti yang kita ketahui bahwa di dalam diri Nabi Muhammad SAW sungguh terdapat suri tauladan yang patut kita contoh dan kita ikuti selaku umatnya. Sebab beliau merupakan panutan yang sempurna, remaja muslim di Indonesia harusnya mempelajari sejarah hidup panutan umat ini, agar dapat mengidolakannya khususnya para remaja saat ini yang tiap hari marak mengidolakan orang lain dalam panutan mencari keteguhan hidup yang lebih baik, mulai dari kalangan artis lokal bahkan artis mancanegara sekalipun. Ya seperti adek tadi yang hampir gila karena ReFal Hangus, eehhhh Regal Hady..!"


Ezra cengir, membuat wajahnya sok imut agar Zahra mau tertawa. Ia tahu kuping istrinya itu sedang panas mendengar ceramahnya yang panjang ini.


"Hal ini sangatlah miris bahkan sebagian besar remaja muslim di Indonesia tidak menjadikan Nabi Muhammad sebagai idola mereka untuk menuntun hidupnya di masa kelak. Oleh karena itu wajar jika saat ini sikap dan tingkah laku remaja di Indonesia banyak yang sudah kebarat-baratan karena memang yang diidolakannya adalah artis yang berasal dari barat.


"Sebagai contoh lainnya juga karena kita mengidolakan artis yang kebarat-baratan maka rambutnya ada yang diwarnai merah, kuning dan sebagainya. Dan contoh lainnya karena mengidolakan artis dalam film si boy maka pada saat ini dijalanan sering kita lihat ada anak-anak yang mengendarai sepeda motor sambil bergandengan dan treg-tregan.


"Dan seperti kita ketahui ini sebetulnya merugikan pribadi remaja tersebut mengikuti hal yang tidak baiknya, sementara di film orang hanya berperan dan dibayar. Sementara dijalanan para remaja hanya mengikuti saja sementara jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka siapa yang akan bertanggung jawab, lain halnya dengan peran yang dimainkan oleh para artis."


Zahra benar benar dibuat terpelongok mendengar tausiah suaminya yang panjang tanpa titik koma itu.


"Aku gak seperti itu By, aku gak suka mewarnai rambut, gak suka treg treg an." Jawab Zahra malas. "Aku juga gak fanatik sekali idolakan artis itu. Hanya saja lihat dia, gimana gitu?"


Ezra yang menyetir sambil celingak celinguk memperhatikan sekitar, akhirnya melirik sang istri.


"Apa kurang ganteng suamimu ini? apa kurang greget, sehingga masih mengangumi ketampanan pria yang bukan muhrimmu sayang?'


"Hadeuuhh... pusing deh kalau bahas beginian sama Pak Ustadz yang gak pernah dipanggil ceramah di majelis ta'lim." Cicit Zahra tersenyum mengejek pada Zahra.


Preet ..


Hahhahaha...


Ezra tertawa lebar, memang benar yang dikatakannya. Pesona nya tiada duanya.


"PD banget sih By jadi orang " Keluh Zahra, meremehkan sang suami.


"Jangan muna deh sayang, ngaku aja, kalau adek dulu juga terpesona lihat Hubby."


Zahra terdiam, dia teringat pertemuan mereka pertama kali di jalan. Ya dia memang sempat terpesona pada Ezra. Zahra pun akhirnya menatap ke arah Ezra, yang kebetulan juga menatapnya. Saat keduanya bersitatap, Zahra dengan cepat membuang pandangan nya. Entah kenapa dia jadi malu sendiri melihat sang suami.


Aku kenapa sih? dasar aneh.


Zahra kembali melirik Ezra. Ehhh.. Suaminya itu masih setia menatapnya.

__ADS_1


"Napa curi-curi pandang? haaaahh?" tanya Ezra,.menjawir dagu sang istri.


"Gak ada, jadi orang jangan baper dong By." Zahra menurunkan tangan Ezra yang mengamit dagunya gemes. "Mana mie ayamnya?" Ujarnya mulai bertingkah.


"Itu, kita cari di restauran ini, pasti di sini ada cowok yang namanya Refal Hady." Ujar Ezra, menatap ke arah gedung restauran mewah di hadapan mereka.


"Iya kah?" ujar Zahra tak percaya, secara bergantian menatap ke arah Ezra dan gedung restauran mewah di hadapannya.


"Siapa tahu sayang."


Ezra turun dari mobil dengan semangat nya. Dia merasa ngidam istrinya ini gampang sekali. Hanya ingin makan mie ayam dengan penjualnya mirip artis. ngidamnya Zahra tak sebanding dengan ngidamnya Rani, yang setiap bulan minta dibelikan mobil mewah mulai dari Lamborghini, Ferrari, Mercedes dan permintaan terakhir kapal pesiar. Dan anehnya setelah Rara lahir, semua benda yang diidamkan hilang tanpa jejak.


"Silahkan ratuku..!" Ezra menjulurkan tangannya dengan senyum manisnya. Zahra dibuat senang dengan perlakuan Ezra yang romantis. Dia dengan senyum yang dikulum, meraih tangan Ezra. Dan keduanya pun masuk ke restauran mewah itu dengan bergandengan tangan.


"Lohh.... Beneran di sini ada mie ayam By?" Tanya Zahra dengan herannya, koq restauran nya yang mereka kunjungi mendadak sepi. Padahal tadi, baru parkir. Masih banyak mobil di parkiran. Emang sih, banyak gitu pengunjung yang keluar dari restauran itu.


"Bener sayang, gak lihat itu menunya. Ada mie yang daging ayamnya paha sebelah kanan." Kening Zahra mengerut, tapi matanya melebar melihat daftar menu mie ayam yang terpampang itu. Koq menunya pas banget dengan apa yang diinginkannya.


"Koq bisa ya?" ucapnya tak percaya. Berjalan dengan bengongnya sembari digandeng sang suami ke sebuah meja yang sudah dihias dengan indahnya.


"Bisa dong! Ezra Assegaf gitu loh." Tingkah Ezra kadang sudah seperti anak ABG saat ini. Ketularan tingkah Zahra kali. Apalagi dia seneng sekali malam ini. Dia akan makan mie ayam bersama Zahra sang istri tercinta.


Ezra sangat menyukai mie ayam. Jadi disaat mendengar permintaan sang istri minta mie ayam, dia tentu saja senang. Tetapi dibuatnya seperti terkaget-kaget saat mendengar permintaan istrinya itu. Ya biasalah akting dikit, biar terlihat semakin dramatis.


Ternyata anaknya juga menyukai mie ayam. Ini membuat Ezra merasa bahagia sekali. Anka dan ayah satu selera. Ezra yang menyukai mie ayam, punya usaha kuliner yang menjual mie ayam.


Setelah mendengar permintaan Zahra. Ia dengan cepat mengirimkan pesan pada Dika. Meminta Dika menyiapkan apa yang diinginkan istrinya itu. Termasuk mencari artis yang dikatakan istrinya itu.


Kebetulan sang artis, adalah saudaranya Dika. Emang ya, dunia kadang selebar daun kelor sempit.


"I--tu, itu kan Rafael Hady." Ujar Zahra semakin terkaget-kaget. Dia sampai mangap- mangap melihat Refal Hady yang datang menyamperin mereka dengan gaya coolnya memakai kostum koki serba warna orange mix biru.


"Iya kah?" ujar Ezra pura -pura gak tahu. "Syukurlah, kita tak perlu capek-capek mencari tukang mie ayam mirip Refal Hady."


TBC

__ADS_1


Like, komentar positif dan vote


__ADS_2