AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Bertarung


__ADS_3

" Ya Allah.... Apa aku angkat saja ya? terus aku bicara dengan nada menggoda, biar si pak tua ketahuan punya selingkuhan. Hahahha...!" Zahra yang sudah rileks, mulai ingin menjalankan balas dendamnya.


Dia belum ikhlas dengan semua kejahatan yang dilakukan Rara padanya. Perbuatan Rara ladanya terlalu sadis, tak memikirkan efek dari perbuatannya itu pada kehidupan orang lain. Imbas dari perbuatan tak terpuji Rara, membuatnya dikeluarkan dari sekolah secara tidak baik. Diusir dari kampung dan sekarang harus jadi istri simpanan.


"Aku ingin kamu hancur seperti yang kurasakan sekarang. Ini moment yang tepat, untuk menghasut istri tua tercintanya itu. Dasar laki-laki, semuanya mata keranjang. Nama kontaknya aja selebay ini, tapi tetap ingin membuatku istri simpanan. Aku minta cerai, mahar hangus. LICIK....!" umpat Zahra, menatap layar ponselnya Ezra dengan kesalnya. Panggilan itu terus saja berdering dan ini mungkin panggilan ke empat.


"Tapi, kasihan sekali istrinya. Aduhhh.... aku koq gak tega ya?" Zahra terus saja bermonolog, dia masih bimbang dengan niatnya untuk balas dendam. Jelas dia bimbang, karena Zahra itu hatinya bersih.


Zahra yang lagi bingung itu nampak berfikir keras, haruskah dia menyakiti hati istri sahnya Ezra. Zahra menarik diri, kalau dia melakukan itu. Dialah wanita terjahat di dunia ini. Zahra menggeleng kuat.


"Dasar pak tua sialan..!" umpatnya, mengurungkan niatnya untuk mengangkat telepon itu.


"Belum puas memaki dan menghajar suamimu ini?"


Zahra terlonjak kaget, tubuhnya bahkan mundur satu langkah ke belakang, saking kagetnya. Dia tidak menyadari bahwa Ezra sudah masuk ke kamar itu dan Ezra mendengar sumpah serapahnya.


Keduanya kini beradu pandang dengan tatapan tajam. Dan Zahra pun tersadar bahwa tatapan tajamnya Ezra itu kini beralih kebagian tubuh lainnya.


Zahra mengikuti pergerakan mata nakalnya Ezra, yang ternyata mendarat di dadanya.


"Aawwww.... sialan.,!" umpatnya bingung dan hebohnya. Tidak tahu harus menyembunyikan tubuhnya yang terlihat sangat menggoda malam ini.


"Lihat apa? lihat apa pak tua...?!" ucapnya keras, Zahra masih memegang ponsel Ezra yang masih berdering itu, dan tangan yang memegang ponsel itu, kini berusaha menutupi bagian dadanya.


"Tutup mata, tutup mata... Kenapa lihatin aku seperti itu?" Zahra mulai marah tak jelas. Wajahnya penuh ancamannya kini merah padam. Dia semakin kesal saja pada Ezra.


"Kemarin ponselnya!" Ezra menjulurkan tangannya. Zahra bingung menatap ke arah Esra dan ke dirinya berulang kali dan akhirnya dia pun tersadar, bahwa ponsel Ezra berada ditangannya yang mendekap dadanya.


"Apa...?" dia masih belum ngeh.


"Ponselnya mana?" Ezra ingin tertawa melihat tingkah konyolnya Zahra. Dia semakin gemes dan senang kepada anak gadis itu.

__ADS_1


"Ini .... Dasar mesum!" ucapnya kesal, setelah Ezra mendapatkan ponselnya yang masih berdering itu.


"Sekali lagi bilang suamimu ini mesum. Maka kamu istriku, tak akan bisa jalan saya buat. Ngangkang terus.... mau?" ancam Ezra dengan mata genitnya berkedip dua kali. Ditambah senyum menyeringai yang membalut Zahra takut bukan main. Saking takutnya dia kesusahan menelan ludahnya sendiri.


"Mau menggoda saya, mau memancing-mancing?" Ezra mendekatkan wajahnya, seolah ingin menerkamnya. Zahra pun menjauh dengan kedua tangan membentengi.


"Gak, gak... bukan aku yang ingin memakai baju ini." Kilahnya, kembali menatap ke arah Ezra yang ternyata sudah berjalan ke arah balkon dengan ponsel, sudah melekat di kupingnya.


"Iya dek, Abang gak pulang malam ini?" Zahra mengendap-endap berjalan ke arah balkon dia menguping pembicaraan Ezra.


"Abang lagi banyak pekerjaan di daerah Berastagi. Ooohhh video call, baiklah Abang beralih ke video call ya. Tadi Abang gak aktifkan data."


Zahra yang menguping itu, dibuat panas mendengar ucapan Ezra, yang berbohong pada istri sahnya.


Banyak kerjaan, emang dia kerja apa di sini?


"Abang jadi kangen nih?!"


Zahra mau muntah mendengar ucapan Ezra, yang merayu sang istri agar tidak curiga. Dasar mulutnya manis, pandai juga ternyata si pak tua bersilat lidah.


"Iya dek, insya Allah besok, Abang luangkan waktu. Kita berkunjung ke kampung adek ya?"


Waahhhh... Mau pulang ke kampung dia bersama istrinya. Emang di mana kampung istrinya. Gumam Zahra masih menguping pembicaraan Ezra. Entah kenapa dia jadi kepo sekali kepada kehidupan Ezra. Ya mungkin karena dia ingin balas dendam. Jadi semua nya dia harus ketahui.


"Ngapain kamu menguping disini?"


"Haahhhhh..... Siapa yang menguping....!" Zahra malu sekali, dia ketahuan. Dia pun kembali tersadar dengan pakaiannya yang sexy. Bukannya dari tadi dia merapikan luaran lingerie nya, agar bagian dadanya tidak terlalu terbuka. Ehhh..... dia malah sibuk menguping.


"Adek, menguping!" tegas Ezra lagi, memerhatikan gerak gerik Zahra yang hendak melarikan diri, dengan menutup wajah nya sebelah kanan dengan tangan nya.


"Mau ke mana? ayo ngaku, addk nguping?" Ezra memegang bahu Zahra yang hendak melarikan diri itu.

__ADS_1


Tentu saja Zahra terkejut saat tangan Ezra mendarat di bahunya. Ya saat ini, apa pun itu, kalau menyangkut Ezra. Zahra pasti ketakutan. Jelas dia merasa seperti itu, selain dia takut ingin digagahi. Dia juga takut pada dirinya sendiri. Karena, dia ada niat buruk pada Ezra, yaitu ingin balas dendam.


"Apaan sih, jangan megang-megabg deh." Zahra yang membelakangi Ezra, menangkup tangan kokoh itu dan menghempaskannya.


Sikap menantangnya Zahra, membuat Ezra tertantang dan terpancing. Dia jadi merasa senang dan senang.


"Jangan melarikan diri, jelaskan! Kenapa adek nguping?" kembali menahan baju Zahra di bagian bahu, sehingga wanita itu tak bisa melangkah.


"Siapa yang melarikan diri, aku gak nguping." Berusaha melepaskan tangannya Ezra dari bahunya. Tapi, tangannya Ezra malah meraih tangan Zahra, memaksa Zahra membalikkan tubuhnya. Zahra yang mulai kesal itu pun akhirnya melakukan perlawanan. Dia ingin Ezra melepaskan tangannya.


"Lepas...?" Zahra menyerang Ezra, dia ingin memukul tangan Ezra yang memegang tangannya. Tapi sayang, serangannya di bekukan Ezra, hingga kini kedua tangan Zahra, berada dalam kendalinya.


"Ohhh sialan...!" Zahra pun mengangkat kakinya untuk menyerang Ezra. Tapi, Ezra mengelak dari tendangan Zahra. Kakinya selalu lolos dari serangan kaki Zahra. Dengan mudur kebelakang.


Zahra semakin terpancing, dia yang memang dari awal sudah kesal pada Ezra. Dan inilah saatnya pelampiasan kekesalan, amarah dan kecewa itu.


Kedua tangan Zahra masih dalam kendalinya Ezra. Dan hanya kaki yang bisa digunakan Zahra untuk melumpuhkan Ezra.


Perkelahian pun terjadi. Ezra dibuat excited. Sudah lama dia tidak berlatih ilmu belah dirinya dan malam ini, dia ada lawan. Ezra belajar ilmu bela diri kungfu dan Zahra jago dalam pencak silat.


Hiyyyaakkkk...


Kaki Zahra melayang ingin menyerang wajah Ezra. Dan akhirnya Ezra terpaksa melepas kedua tangan Zahra, agar bisa menangkis tendangan maut itu.


TBC


Bayangkan sendiri ya readers. Gimana serunya perkelahian antara Zahra dan Ezra.


SILAT vs KUNGFU.


Auto ranjang pasti ambruk, kamar akan jadi kapal pecah.😀

__ADS_1


__ADS_2