AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU
Siapa?


__ADS_3

Pukul lima sore Ezra dan Zahra akhirnya keluar juga dari kantor. Sungguh hari ini begitu banyak kejadian yang tak terduga terjadi, yang membuat suasana kantor penuh kejutan. Bahkan saat Ezra dan Zahra ke luar dari gedung itu, masih ada satu wanita cantik lagi yang datang mengejar-ngejar di parkiran. Tentu saja Ezra tak mau melayani wanita itu.


Ezra dengan cepat merangkul Zahra agar masuk ke dalam mobil. Dan akhirnya Dika lah yang menghadang wanita itu.


Ezra dan Zahra langsung bertolak ke praktek dokter Obgyn. Ya sudah waktunya Zahra kontrol kandungannya. Karena, Zahra kontrol rutin setiap seminggu sekali. Zahra dan jabang bayinya sehat. Hanya saja, Zahra disarankan dokter jangan banyak pikiran.


"Dika, kita ke rumahnya ibu mertua." Titah Ezra.


Ya saat ini Dika yang jadi supir nya Ezra.


"Baik Tuan." Jawab Dika sopan, memperhatikan Zahra yang bersandar di bahu sang suami mesra di jok belakang kemudi. Tentu saja Ezra terus mengusap - usap pipi mulus sang istri dengan raut wajah bahagia.


Dika jadi merinding melihat keromantisan bos nya itu. Apalagi kejadian tadi saat ia masuk ke ruangan Ezra melintas lagi di pikirannya.


"Sudah kabari Nangulang kan sayang, kita akan ke rumahnya?" tanya Ezra menatap lekat sang istri.

__ADS_1


"Iya By, dan umak mengundang kita makan malam di rumahnya." Jawab Zahra membalas tatapan sang suami yang penuh cinta itu.


"Dalam rangka apa ya, nantulang mengundang kita makan malam?"


"Eemm... Mesti kali harus ada acara sih By. Di kampung sudah biasa itu By, kalau ada tamu, gak dibolehin pulang, kalau gak makan dulu. Kami kan orang kampung By." Jelas Zahra, mengapit gemes hidung mancungnya Ezra.


"Iya sih, walau lauknya daun ubi rebus. Yang penting tamu ditawari makan." Sahut Dika dari jok kemudi.


"Itulah besarnya tali silaturahmi di kampung." Ujar Zahra tersenyum manis. "Jadi kangen ke kampung. Pingin makan di sawah." Ujarnya lirih.


"Benarkah By? tahu gak By, itu terus pertanyaan yang mengganjal di hatiku. Kenapa ya Hubby gak mengenalkan ku pada keluarga yang di kampung? kadang memikirkan itu, membuatku sedih. Aku jadi merasa tak dianggap." Ujar Zahra dengan muka sedihnya.


"Eulle... Eullee.. Jangan sedih gitu dong. Ibunya Hubby lagi kurang sehat. Hubby harus siapkan semuanya dengan matang, saat kita pulang ke kampung. Hubby takut, nanti mama syok, lihat Hubby punya isteri seperti bidadari surga ini." Menjawir dagu Zahra dengan tatapan penuh kagum. Tentu saja Zahra dibuat melayang karena dikatakan seperti bidadari.


Eehhmmmm...

__ADS_1


Dika merasa Ezra terlalu lebay. Entahlah setelah menikah dengan Zahra. Bos nya itu banyak berubah. Jadi lebih romantis dan sering senyum. Dulu saat bersama Rani. Raut wajahnya Ezra mendung terus, ditutupi kabut hitam. Jelas lah berkabut, istrinya itu kerjanya hambur-hanburkan uang dan tak pernah mengurus anak dan suami dengan becus. Masak aja untuk suami Rani tak pernah. Makanya Ezra sempat tertarik pada Amin, karena Anin pandai memasak dan keibuan.


"Kita sudah sampai Bos." Dika turun cepat dari mobil,.membukakan pintu untuk majikannya itu.


Ezra menghela napas panjang sebelum masuk ke rumahnya Anin. Karena jujur, ia masih merasa canggung dengan wanita yang pernah menjadi istrinya itu.


"Ini mobil siapa ya by? cakep banget." Ujar Zahra memperhatikan mobil mewah merk Mercedez terparkir di depan rumahnya sang ibu.


"Eemmm... Ini bukan mobil sembarangan. Ini mah mobil sultan." Dika ikut nimbrung dalam perbincangan itu.


"Jawabnya hanya ada di dalam. Ayo kita masuk." Ujar Ezra menggandeng tangan sang istri mesra.


Lagi-lagi Dika harus menelan ludah kasar, melihat kemesraan Zahra dan Ezra.


TBc

__ADS_1


Like coment dan vote


__ADS_2