Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 101 Musim 2


__ADS_3

Setelah pak Hasri mengetahui bahwa Hilda mencintai Nagi, Pak Hasri tidak ingin Hilda terlampau jauh mencintai sepupunya itu, sehingga Pak Hasri menyusun rencana untuk mengalihkan tugas Nagi ke luar pulau yaitu pulau Sulawesi.


"Papa akan memindah tugaskan Nagi ke pulau Sulawesi supaya nagi dan Hilda tidak bisa berhubungan lagi," ujar Pak Hasri mengungkapkan keputusan yang akan diambilnya.


"Tapi percuma Pah kalau masih di Indonesia ini, justru mereka masih bisa bertemu. Justru yang mama khawatirkan jika Nagi ketemu Handi di sana, apakah tidak akan menimbulkan amarah untuk Handi?" ujar Bu Hilsa mengingatkan suaminya pada sosok sang adik yang bernama Handi.


Handi merupakan adik pertama Pak Hasri, rumah tangga yang dibinanya tidak lama hanya dua tahun. Sebuah tragedi yang mengiris hati pernah terjadi sehingga terjadilah perceraian itu. Nagi terlantar, ketika Handi mengucap ikrar talak untuk Harumi di depan Kakaknya yaitu Hasri dan meninggalkan Nagi beserta sang mantan istri. Sementara Harumi, ibu kandung Nagi pergi karena tidak kuat dengan cibiran orang-orang.


"Papa pikir tidak masalah mereka dipertemukan. Nagi sangat hormat pada Handi meskipun Handi tidak pernah menganggapnya anak. Apalagi selama ini Handi juga tidak pernah mengungkap tragedi perpisahannya dengan Harumi dahulu," sela Pak Hasri membuat Bu Hilsa sedikit lega.


"Kapan Papa akan memberikan surat perintah pada Nagi? Tapi, jujur saja Mama akan sangat kehilangan Nagi jika dia dipindahkan ke Sulawesi. Mama sangat menyayangi Nagi. Sejak usia dia dua tahun sudah bersama kita, dan Mama puas mengasuh Nagi," ujar Bu Hilsa haru dengan mata berkaca-kaca.


Pak Hasri menghampiri istrinya dan membelai bahu istrinya, karena dia tahu istrinya begitu menyayangi Nagi.


"Hari Senin besok, Nagi sudah melakukan perjalanan ke Sulawesi. Papa akan atur semuanya," ujar Pak Hasri mudah, dengan wajah yang menerawang. Iapun sama sangat menyayangi Nagi, tapi untuk urusan Hilda dan Nagi yang saling mencintai, Pak Hasri seperti tidak mengijinkan meskipun di dalam agama tidak dilarang.

__ADS_1


***


Besoknya tepat di hari Jumat, hari di mana Nagi diperintahkan Naga untuk ke perusahaan Naga Group Bandung. Nagi tiba di Bandung tepat jam sebelas siang. Nagi langsung menemui Naga di ruangannya.


"Bang Naga, apa kabar?" Nagi merangkul Naga rindu, keduanya memang sangat akrab dan saling menyayangi.


""Aku baik-baik saja, Gi. Hanya saja kondisi perusahaan ini sedikit ada masalah. Dua perusahaan besar mengurungkan niatnya untuk bekerjasama dengan Naga Group."


"Tapi tidak berdampak besar pada perusahaan Bang Naga ini bukan? Perusahaan Bang Naga merupakan perusahaan terbesar di Indonesia. bukan tidak mungkin perusahaan lain akan berdatangan untuk meminta kerja sama," ucap Nagi membesarkan hati Naga.




"Bang Naga seharusnya tidak usah khawatir dengan perusahaan ini, toh perusahaan ini tidak sedang resesi, bukan?"

__ADS_1



"Tidak. Aku hanya heran siapa orangnya yang telah memberi pengaruh buruk pada dua perusahaan itu. Dan jika ada yang memberi pengaruh tidak baik itu maka siap-siaplah dia akan aku singkirkan dengan caraku sendiri," tekad Naga seraya mengepalkan tangannya kuat.



"Lalu apa sebenarnya gerangan yang mengantarkan Bang Naga memanggilku ke perusahaan ini?"



"Ini tidak ada kaitannya dengan perusahaan, tapi dengan hal lain?"



"Apa itu?"

__ADS_1



"Tentang perasaan." nagi tidak paham dengan apa yang dikatakan sepupunya itu.


__ADS_2