Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 63 Musim 2 Memutuskan Kerjasama


__ADS_3

"Apa, jadi setengah saham perusahaan Kappa Food adalah milikmu?" tanya Naga tidak percaya. Naga jelas-jelas tidak menduga bahwa setengah saham perusahaan Kappa Food merupakan milik Dila. Langsung pada saat itu juga Naga ingin membatalkan hubungan kerjasama bersama Kappa Food. Naga segera menghubungi Hp Tuan Kappa yang sayangnya sudah tidak aktif.



Sialan, apakah Tuan Kappa sengaja mau menjebak aku dengan menjalin kerjasama saham dengan Dila?" batin Naga bertanya-tanya dengan bermacam dugaan.



Naga kembali berusaha menghubungi Tuan Kappa. Namun, lagi-lagi tidak aktif. Naga sangat kesal dan kecewa. Lantas dia beranjak tergesa menjauh dari Dila tanpa pamit.



"Ingat Naga, besok perusahaanmu mulai bekerjasama dengan perusahaan Kappa Food yang otomatis akan selalu aku ikuti perkembangannya," tegas Dila sembari menatap kepergian Naga yang berlalu dengan membawa rasa kecewa.



"Lihat saja Naga, sekarang kamu bisa angkuh dan bisa berkata tinggi di hadapanku, tapi nanti kamu akan bertekuk lutut kembali di hadapanku dan meminta diriku kembali ke sisimu," tukasnya penuh ambisi sembari menatap kepergian Naga dengan penuh rencana dan siasat.



Jam sebelas malam, Naga baru sampai di Syailendra Hotel, tempatnya menginap. Hotel bintang lima milik salah satu sahabatnya. Setelah masuk kamar hotel, Naga membaringkan sejenak tubuhnya yang sangat lelah. Hati dan pikirannya sama-sama lelah. Kepala Naga tiba-tiba berdenyut sakit.



Sebelum Naga memutuskan untuk tidur, Naga menelpon pihak resepsionis hotel untuk merahasiakan keberadaannya jika ada yang mencarinya. Pihak hotel tentu saja akan merahasiakan tamunya jika ada orang asing mencari tamunya.



Naga langsung tertidur tanpa bersih-bersih lagi ke kamar mandi. Rasa lelah terlanjur menguasainya sehingga tidak butuh waktu lama Naga tertidur dengan pulas terdengar dari dengkurannya yang kasar. Naga sampai melewatkan untuk menghubungi Zila yang sudah memperingatinya supaya menghubunginya setelah tiba di Surabaya.



Malam pun berganti siang. Kokok ayam mulai diperdengarkan. Hotel Syailendra benar-benar membuat Naga terlena. Tidurnya sangat nyenyak semalam, sehingga Naga melupakan waktunya yang sangat berarti bersama Zila. Mendengar perkembangan calon bayinya yang kini sedang tumbuh di dalam rahim sang istri yang selalu membuat Naga kangen.



Naga keluar kamar dan duduk di balkon hotel bintang lima tepat di lantai enam hotel itu. Sembari menikmati kopi sehat herbalnya di pagi ini, Naga mencoba menghubungi Zila, tapi belum diangkat. Naga mengakhiri panggilannya lalu mengulang kembali panggilannya berharap untuk yang kedua panggilannya diangkat. Namun sama saja, panggilannya yang kedua masih tidak diangkatnya.


__ADS_1


"Zi, kemana saja kamu, dihubungi susahnya minta ampun," keluh Naga heran. Naga memutuskan akan menghubungi Zila kembali beberapa saat lagi setelah dia menghubungi Tuan Kappa yang kini sedang berada di Singapura.



Naga memulai panggilan dan panggilan itu tersambung, Naga berharap panggilannya segera diangkat Tuan Kappa. Dan harapan Naga ternyata didengar. Tuan Kappa mengangkat panggilan Naga.



"Tuan Kappa, saya ingin membatalkan kerjasama dengan perusahaan Anda sekarang juga. Dengan alasan, saya tidak nyaman dengan kerjasama yang disusupi sebuah jebakan. Apakah Anda tahu setengah saham yang ada di perusahaan Anda adalah milik Ibu Dila Ardila? Saya tahu tujuan dia mau bergabung dengan perusahaan Anda dan bekerjasama, tidak lain hanya ingin mendekati saya. Dan Anda berhasil jadi umpannya untuk memancing saya supaya saya bisa masuk ke dalam perangkapnya." Naga langsung memberi ultimatum bahwa dia ingin membatalkan kerjasama dengan Kappa Food.



"Sebentar Tuan Naga, saya sungguh tidak sedang menjebak Anda, saya justru tahu dari Anda bahwa Nyonya Dila Ardila punya tujuan lain dalam hubungan kerjasama ini. Saya sama sekali tidak tahu menahu masalah Nyonya Dila dengan Anda. Saat dia menawarkan diri untuk menanamkan sahamnya pada perusahaan kami, kami begitu gembira sebab perusahaan kami saat itu sedang mengalami goncangan. Oleh karena itu kami menerima tawarannya. Kalau Anda tidak percaya, Anda bisa lihat laporan keuangan perusahaan kami di tiga bulan yang lalu yang hampir kolaps. Dan pada saat itu Nyonya Dila datang untuk menanamkan sahamnya di perusahaan kami," terangnya sebagai bentuk sangkalan.



Naga masih ragu dengan keterangan Tuan Kappa, dia masih meyakininya bahwa Tuan Kappa juga sudah tahu maksud dan tujuan Nyonya Dila.



"Tuan Naga percayalah, saya tidak mungkin selicik itu menjebak Anda. Ngomong-ngomong, hubungan Anda dengan Nyonya Zila itu apa jika saya boleh tahu?" Tuan Kappa balik bertanya dengan rasa penasarannya.




"Mohon maaf Tuan Naga, saya bukan tidak ingin membatalkan kerjasama ini.Tapi, jika kerjasama ini dibatalkan, maka saya dan perusahaan akan kena penalti dari pihak penanam saham dan saya akan rugi besar, lalu benar-benar kolaps. Sementara ribuan tenaga kerja akan ikut kena imbasnya dan kehilangan mata pencahariannya," jelas Tuan Kappa membuat Naga bergeming.



Jika mendengar penjelasan kedua dari Tuan Kappa, maka ada benarnya. Perusahaan Tuan Kappa akan kena penalti dan kolaps, lalu para pekerja otomatis kena dampaknya, dan Naga tidak ingin itu terjadi. Namun di sisi lain, Dila akan merasa di atas angin dan Naga yakin dia akan mempunyai rencana khusus untuk menyerang dirinya secara pribadi. Dan di sini, Naga tidak boleh egois mencampuradukan masalah pribadi dengan urusan perusahaan.



Naga menghela nafas sejenak sebelum berbicara kembali dengan Tuan Kappa.



"Baiklah Tuan Kappa, kerjasama ini akan terus berlanjut satu tahun ke depan, hanya satu tahun saja," tekan Naga menegaskan. Di ujung telpon sana Tuan Kappa sepertinya sangat bersyukur karena tidak jadi diputuskan kerjasama dengan perusahaan Naga Group.

__ADS_1



Hubungan telepon antara Tuan Kappa dan Naga pun akhirnya berakhir. Naga menutup telponnya dan kini kembali akan menghubungi Zila yang sangat dia rindukan.



Naga mengulang kembali panggilan yang sempat tidak diangkat tadi oleh Zila. Naga merasa bersalah juga sebab sejak tiba di Surabaya, Naga belum sempat menghubungi Zila.



Akhirnya panggilan tersebut tersambung, kini Naga berharap Zila segera mengangkatnya. Dan kali ini diangkat. Alangkah bahagianya Naga.



"Assalamualaikum, Sayang." Naga mengawali pembicaraannya dengan ucapan salam dan sayang yang lembut. Dan dibalas dengan jawaban salam yang tegas dan terkesan marah. Zila marah dan protes mempertanyakan kenapa kemarin tidak langsung menghubunginya.



"Kak Naga kemarin kenapa tidak segera menghubungi aku, bla, bla, bla?"



"Maafkan aku Sayang, kemarin aku langsung bertemu klien dan menandatangani kerjasama yang pada malam itu juga harus ditandatangani, bla, bla, bla."



Setelah dirayu dan digoda dengan sebuah cinta dan kelembutan, akhirnya Zila mau mengerti dan memaafkan Naga yang kemarin tidak sempat menghubunginya.



"Hati-hati, Kak di sana. Semoga selalu dalam lindungan Allah," pungkasnya diakhiri kata-kata yang sangat menyejukkan jiwa. Didoakan seorang istri yang saat dulu hampir tidak pernah Naga dengar dari kedua mantannya. Ketika bersama Zila baru beberapa bulan saja, sifat dan sikap Zila yang kontras dibandingkan dengan kedua mantannya sangat kentara.



Zila yang awal-awal nyatanya berterus terang bahwa dia matre dan butuh uang demi membayar hutang pamannya pada rentenir, tapi pada kenyataannya sama sekali hampir tidak pernah berfoya-foya setelah dengan sukarela Naga memberi sebuah black card. Zila hanya sekali menggunakan kartu itu saat ia mengajak paman dan tante Zuli belanja kebutuhan sehari-hari sepuasnya. Setelahnya, Zila belum pernah lagi menggunakan black card itu.



Kelebihan Zila yang lainnya yang juga kontras jika dibandingkan dengan kedua mantannya, yaitu punya rasa khawatir dan sikap cemburu seperti yang ia barusan tunjukkan di telpon. Oleh sebab itu, Naga sungguh bahagia mendapatkan Zila dan berharap pernikahannya kali ini akan menjadi pernikahan yang terakhir dan selamanya untuk Naga dan Zila. Naga kini bisa bernafas lega setelah bisa berbicara degan Zila.

__ADS_1



"I love you, Sayang." Pesan WA Naga terkirim pada Zila diakhiri emot cium.


__ADS_2