
Sehari kemudian setelah kejadian Mila mendatangi kantor Naga secara tidak sopan santun, dan mengejutkannya dengan memeluk Naga dari belakang tubuhnya, sehingga Naga terkejut, akhirnya pemilik Kappa Food datang langsung ke perusahaan Naga yang di Bandung.
Pak Kappa memohon maaf atas kesalahan yang sebetulnya bukan dibuat olehnya maupun perusahaannya, melainkan oleh Mila seorang penanam setengah saham di perusahaanya. Pak Kappa sangat menyesalkan kejadian ini. Dia juga sepertinya ingin mencabut setengah saham yang ditanamkan Mila pada perusahaannya, dia merasa tidak nyaman dengan sikap Mila yang menurutnya sangat keterlaluan.
"Pak Naga selamat siang. Apakah saya boleh masuk ke dalam ruangan Anda?" mohonnya sopan, seraya menunggu dipersilahkan Naga. Naga mendongak dan menoleh ke arah pintu ruangannya.
Naga menatap sejenak lalu mempersilahkan Pak Kappa masuk. Pak Kappa pun masuk dengan gelagat sedikit sungkan.
"Silahkan duduk Pak," ujar Naga mempersilahkan dengan sopan. Pak Kappa duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Naga. Dengan perasaan yang campur baur Pak Kappa mulai berbicara.
"Pak Naga, kedatangan saya kemari tidak lain ingin menyinggung masalah yang berkaitan dengan sikap Bu Mila kemarin." Pak Kappa menjeda ucapannya lalu menarik nafasnya dalam, mengatur rasa sesak di dadanya yang tiba-tiba seakan menghantam. Bagaimana tidak, setiap perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Naga Group selalu mendapatkan keuntungan yang berkali lipat, sebab perusahaan Naga Group merupakan perusahaan terbesar dan terkemuka di Asia Tenggara sehingga setiap perusahaan yang bekerjasama dengan Naga Group tidak meragukan lagi untuk menunda kerjasama yang ditawarkan Naga Group.
"Saya secara pribadi maupun perusahaan ingin menyampaikan permintaan maaf pada Pak Naga atas perlakuan Bu Mila kemarin. Saya tidak tahu pasti ada hubungan pribadi apa antara Pak Naga dengan Bu Mila, sehingga masalahnya dibawa-bawa ke dalam ruang lingkup kantor," tutur Pak Kappa memohon.
"Saya juga minta maaf Pak, bukan bermaksud mencampur adukan masalah pribadi dengan urusan pekerjaan, tapi rasanya saya terpaksa tetap memutuskan kerjasama dengan Pak Kappa. Saya berjanji mengembalikan 10 % atas kerugian yang diderita perusahaan Kappa Food. Saya benar-benar tidak nyaman bekerjasama dengan perusahaan Bapak jika di dalamnya ada orang yang sengaja ingin menggoyahkan stabilitas keamanan perusahaan saya, putus Naga dengan berat hati.
"Sayang sekali Pak Naga jika kerjasama ini harus terputus begitu saja. Saya tidak tahu kalau Bu Mila sengaja menanamkan setengah sahamnya untuk Kappa Food, rupanya ada udang di balik batu. Agar pada saat kita menjalin kerjasama dia dapat masuk dan semena-mena mengendalikan perusahaan dengan caranya. Saya menyesal tidak seksama memilih penanam saham untuk perusahaan saya," ujar Pak Kappa penuh sesal.
"Sekali lagi saya minta maaf Pak Kappa, kerjasama kita harus berakhir sampai di sini," sesal Naga meminta maaf. Pak Kappa yang tampak sedih tidak bisa apa-apa lagi selain menerima keputusan Naga dengan lapang dada.
__ADS_1
Setelah terjadi kesepakatan antara Kappa Food dan Naga Group yang diakhirinya kerjasama antara dua perusahaan besar itu, Pak Kappa berpamitan dan kembali ke Surabaya dengan perasaan yang hancur.
Di perusahaan Kappa Food, setelah Pak Kappa kembali dari Bandung, Pak Kappa sengaja menemui Mila yang kebetulan datang ke perusahaan.
"Silahkan duduk, Bu Mila." Pak Kappa mempersilahkan duduk pada Mila yang terlihat masih saja angkuh dan selalu membusungkan dadanya.
"Saya sangat menyesalkan perbuatan Anda pada Pak Naga, sehingga berimbas pada diputuskannya hubungan kerjasama antara Kappa Food dengan Naga Group Surabaya. Dengan berat hati, saya atas nama perusahaan Kappa Food memutuskan akan menyerahkan kembali setengah saham perusahaan Anda kepada Anda," putus Pak Kappa membuat Mila terkejut dan sedikit merendahkan posisi tubuhnya.
"Anda jangan ikut-ikutan sensi Pak Kappa, hanya karena gara-gara pihak perusahaan Naga Group memutuskan kerjasama dengan perusahaan Kappa Food, Anda ikut-ikutan menyerang saya." Mila protes dan kembali membusungkan dadanya di depan Pak Kappa. Pak Kappa merasa tidak senang dengan sikap Mila yang sombong.
"Saya putuskan sekali lagi, bahwa saya hari ini akan mengembalikan setengah saham yang Anda tanam di perusahaan saya. Sekali lagi saya minta maaf dan mulai besok dan seterusnya Anda bukanlah bagian dari perusahaan ini," tegas Pak Kappa tidak ragu lagi lalu dengan cepat mempersilahkan Mila meninggalkan kantornya.
"Baiklah, tidak masalah Kappa Food mengembalikan setengah sahamnya padaku karena itu memang milikku. Tapi, jangan harap aku akan melepaskanmu Naga. Aku tidak akan berhenti mengganggu hubungan rumah tanggamu," ancamnya penuh ambisi.
Sementara itu di kantor Naga, saat ini sedang dilakukan sterilisasi semua penjuru ruangan imbas dari pengusiran Mila dari ruangan Naga. Naga menduga Mila masih akan terus mengincar keselamatan hubungan pernikahan dirinya dan Zila.
Tidak salah dugaan Naga seminggu berlalu , sebuah kiriman misterius tiba-tiba datang ke apartemennya. Kebetulan saat itu Zila yang menerima sebuah kiriman yang dikirimkan kepadanya atas nama seorang teman di masa sekolahnya. Karena tidak menduga bahwa paket itu berupa teror, Zila segera membukanya dan saat dibuka Zila pingsan dan ketakutan, sebab di dalam paket itu adalah sebuah boneka yang ditusuk-tusuk dengan darah ayam di mana-mana, bangkai ayamnya juga disertakan di dalamnya.
__ADS_1
Ketika Naga mendapati Zila sudah pingsan dan ditemani Bi Lala di kamar, Naga penasaran dengan paket yang dikirimkan seseorang yang mengatasnamakan seorang teman Zila di masa sekolah. Namun setelah ditelusuri, rupanya teman Zila sama sekali tidak ada kaitannya dengan paket yang dikirimkan itu.
Sepertinya orang itu sengaja mengirimkan teror supaya si penerima ketakutan dan menduga si pengirim merupakan salah satu temannya saat sekolah. Naga menduga kuat, bahwa perbuatan ini merupakan ulah Mila atau bisa jadi Dila, untuk itu Naga akan bergerak cepat menyelidiki semua orang yang terlibat dalam kasus teror ini.
Naga tidak akan membiarkan siapapun mengganggu keselamatan diri dan keluarganya terancam, maka dari itu Naga segera mengerahkan orang-orang kepercayaannya untuk mengungkap kasus teror ini dan pelakunya segera dijebloskan ke dalam penjara.
"Sayang, untuk sementara waktu ada baiknya kita tinggal dulu di rumah Mama dan Papa, aku sangat khawatir dengan keselamatanmu," ajak Naga memberi solusi demi keselamatan Zila. Sejenak Zila berpikir. Dia bukan tidak khawatir dengan keselamatan dirinya, tapi jika dia memilih mengikuti usul Naga, maka dikhawatirkan sandiwaranya tentang Nagi yang suka menghubunginya akan terbongkar oleh Hilda.
Mengenai teror itu harus dia hadapi, dan paket yang berisi boneka berdarah ayam mati itu, sejatinya hanya shock diawal saja, Zila bukan penakut, maka dia akan hadapi teror itu sampai dia bisa mengungkap siapa sebenarnya dalang di balik teror itu.
__ADS_1