Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 34 Pertolongan Naga


__ADS_3

"Brakkkk." Pintu rumah Kobar digebrak kembali oleh salah seorang anak buah Juragan Desta. Namun ada yang sedikit berbeda dari kedatangan mereka, biasanya kedatangan penagih hutang hanya dua orang saja, tapi kini menjadi tiga orang. Seorang laki-laki berumur kira-kira 50 tahun, mempunyai brewok dan berbadan tambun berada di tengah-tengah mereka.



"Ok, jika bulan ini elu nggak bisa bayar cicilan tidak masalah. Asal keponakan cantik elu itu elu serahin sama gue, biar gue rawat makan dan biaya hidup sehari-harinya. Lagipula tinggal bersama gue tidak akan kekurangan daripada hidup bersama duda lapuk kayak elu," ejek Juragan Desta memberi penawaran yang sama sekali tidak sudi jika Kobar harus membiarkan kulit Zila disentuh secuil pun.



"Jangan mimpi Juragan, Zila keponakanku sudah tidak tinggal di sini. Dia sudah dibawa ke kota dan menikah dengan seorang lelaki kaya dari kota. Jadi, daripada Juragan bak pungguk merindukan bulan, maka mulai sekarang pergilah dari rumah ini," usir Kobar tidak takut.



"Jangan bohong lu, setan!" sentak Juragan Desta seraya menendang lemari kaca yang ada di ruang tamu sampai pecah berhamburan kacanya.



"Prangggg." Kaca lemari itu seketika pecah berhamburan, ada juga pecahannya mengenai tubuh Kobar. Salah satu pengawal Juragan Desta memungut pecahan kaca yang masih utuh, lalu menghampiri Kobar dan menodongkan ke arah Kobar. Kobar terkejut setengah mati. Dia kini susah berkutik, belum lagi keadaan tangannya yang belum bisa digunakan dengan baik. Untuk hari ini Kobar jika mati pun siap, meskipun harus mati konyol.



"*Ya Allah, ampunilah hamba yang berdosa ini*," doa Kobar dalam hati pasrah sembari memejamkan mata.



"Bangsattt, jika kita tidak bisa mendapatkan apa-apa, maka nyawa lu pun tidak masalah. Gue akan puas." Juragan Desta menyeringai dengan menjijikan, siapapun akan sebal melihat laki-laki tambun dan berbrewok serta sadis seperti itu.



"Ambillah nyawaku jika kalian mau, ambil! Aku rela, daripada harus berurusan dengan orang tamak seperti dirimu, Desta!" ujar Kobar menantang membuat Juragan Desta makin tersulut emosi. Juragan Desta terlihat meraih kaca dari tangan anak buahnya, lalu menyodorkan tepat di wajah Kobar.



Kobar memejamkan mata dan berharap saat itu juga nyawanya melayang jika sebuah pertolongan tidak satupun datang padanya.


__ADS_1


"*Zi, maafkan Paman, Sayang. Jika ini akhir hidup Paman, maka maafkan kesalahan Paman selama ini yang tidak bisa membahagiakanmu dan memberimu kehidupan yang layak. Semoga kamu hidup bahagia bersama suamimu*," doa Kobar mengiringi di sela-sela nyawanya yang terancam.



Ketika Juragan Desta mulai ancang-ancang dan mengarahkan pecahan kaca lemari ke arah muka Kobar, bersamaan dengan itu secara tidak diduga oleh semua termasuk Kobar. Anak buah Naga yang tadi dihubunginya saat mendengar suara kericuhan di dalam rumah Kobar, datang dan merangsek masuk mengejutkan Juragan Desta juga Kobar dan dua pengawal Juragan Desta.



"Hentikan dan jauhkan tangan kotormu dari wajah Paman Kobar!" peringat Naga sembari mendekat pada Juragan Desta yang kini berdiri kaku dan kaget dengan kedatangan beberapa orang yang tidak dikenalnya.



Juragan Desta mengangkat tangannya penuh ketakutan, sebab dua orang pengawalnya juga sudah tidak bisa apa-apa. Mereka saja terkepung oleh anak buah Naga yang datang tiba-tiba. Walau tubuh sama besar, tapi dua pengawal Juragan Desta jelas kalah dalam segi personil. Mereka berdua, sedangkan anak buah Naga ada empat orang.



"Lepaskan hutang Paman Kobar dan orang-orang yang lainnya yang menjadi korban ketamakanmu Desta, bunga yang kau minta hapuskan. Jika sudah ada yang bayar pokoknya, jangan meminta bunganya lagi. Kalau kau tidak ikuti apa kata-kataku, maka akan aku obrak-abrik semua usahamu termasuk usaha judi onlinemu," ancam Naga sungguh-sungguh.



Juragan Desta mendongak, walaupun perasaannya takut. Namun dia mencoba membela diri.




"Aku tidak peduli kamu kenal aku atau tidak, yang jelas kamu harus lepaskan hutang orang-orang yang hutangnya kau lipat gandakan. Kalau tidak, aku akan kirim kamu ke dalam penjara dengan bukti kejahatan yang ada," ancam Naga lagi seraya memerintahkan anak buahnya segera menyingkirkan Juragan Desta dan dua pengawalnya dari rumah Kobar.



Anak buah Naga sigap dan cepat. Mereka mengusir anak buah Juragan Desta tanpa perlawanan.



"Ayo, pergi kalian dari rumah ini dan jangan ganggu lagi keluarga ini ataupun orang-orang lainnya yang memiliki hutang yang kau bungakan!" peringat salah satu anak buah Naga mengancam Juragan Desta dan dua pengawalnya. Anak buah Naga tidak segan-segan memberi ancaman dan kekerasan pada dua pengawal Juragan Desta jika mereka melawan.

__ADS_1



"Pergi! Jangan kembali lagi. Dan ingat, jangan tagih lagi hutang orang-orang yang sudah membayar hutang pokoknya. Jika kalian masih beraksi dan masih bikin onar dengan orang-orang itu, maka dengan segera kami akan bertindak dengan cepat menyingkirkan kalian ke liang lahat," ancamnya membuat dua pengawal ketakutan. Terlebih saat anak buah Naga mengacungkan sebuah kalung dari lehernya yang memiliki tanda khusus, dua pengawal Juragan Desta nampak ketakutan.



Bagaimana tidak, anak buah Naga merupakan orang-orang terpilih dalam suatu kelompok yang keahlian dan kemampuan bertarungnya sudah tidak diragukan lagi. Sangat menakjubkan dan tidak tertandingi. Semua orang dikalangan perkumpulan silat sudah mengetahui kelompok ini dan mereka lebih baik menghindar daripada harus berurusan dengan kelompok **Kujang Wesi Kuning**.



Pengawal Juragan Desta termasuk Juragan Desta, lari berhambur keluar rumah menuju jeepnya. Mereka segera menghindar dan melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Kobar.



Naga menyunggingkan senyum puas. Anak buah Naga yang berhasil mengusir orang-orang Juragan Desta dengan sekali gertak, kemudian meninggalkan kediaman Kobar yang kini berubah atmosfirnya menjadi rasa haru dan sukacita.



Setelah kepergian Juragan Desta dan para pengawal, baik pengawal Juragan Desta maupun anak buah Naga. Zila menghampiri Kobar dan memeluknya. Cukup sudah ancaman Naga dan anak buahnya menciutkan nyali Juragan Desta beserta para pengawalnya yang sok jago.



"Paman," tangis haru pecah di pelukan Kobar yang tangannya masih menggunakan penyangga. Kobar memeluk keponakannya sembari mangusap kepalanya penuh rasa sayang.



Tidak berapa lama Zila mengurai pelukannya dan memberikan kesempatan pada Kobar untuk berbicara pada Naga suaminya yang menurutnya sudah begitu besar berjasa dalam menyelamatkan nyawa sekaligus ancaman dari Juragan Desta dan anak buahnya.



"Nak Naga, terimakasih banyak telah datang tepat waktu dan menyelamatkan saya dari ancaman Juragan Desta yang tamak. Sekali lagi saya ucapkan terimakasih. Juga biaya rumah sakit yang tempo hari, saya ucapkan terimakasih juga," ucap Kobar seraya menatap bangga pada Naga yang menurutnya telah berjasa besar dalam menyelamatkan hidupnya dari ancaman anak buah dan Juragan Desta.



"Tidak masalah, Paman. Itu menjadi kewajiban saya ikut membasmi kejahatan yang telah merajalela dalam masyarakat. Paman jangan takut dan khawatir lagi. Setelah ini saya yakin anak buah Juragan Desta maupun Juragan Desta, tidak akan berani mengusik lagi Paman dan menagih hutang yang dibengkakkannya. Sebab jika dia masih melakukan itu, maka anak buahku akan bertindak," tegas Naga membuat Kobar terharu dan berterimakasih tiada henti.

__ADS_1



Sejak Naga dan anak buahnya datang tiba-tiba ke rumah Kobar, baik suruhan Juragan Desta maupun Juragan Desta sudah tidak ada datang lagi ke rumah Kobar untuk menagih. Hal ini disambut bahagia oleh Kobar. Dia yakin, pengawal Juragan Desta akan kapok untuk menagih hutang yang dibengkakkan.


__ADS_2