Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 110 Musim 2 Ulah Mila


__ADS_3

     Secepat kakinya melangkah Mila berusaha mendahului Zila. Mila yakin Zila akan ke ruangan Naga, seperti yang pernah ia pergoki Naga bersama gadis muda yaitu Zila sedang bercumbu di ruangannya. Mila yakin Zila itu perempuan tidak benar alias sugar baby atau simpanan atau apalah sejenis itu.


     Kebetulan saat tiba di depan ruangan Desy, Sekretaris Naga itu sudah tidak ada, mungkin saja Desy sudah pergi ke kantin untuk makan siang. Mila lega, artinya dia tidak akan diusir Desy saat dia akan masuk ruangan Naga.


     Dengan langkah yang pelan Mila menuju pintu ruangan Naga. Lalu dibukanya perlahan, untungnya pintu itu tidak dikunci. Sayang, Naga tidak ada di depan mejanya. Mila yakin Naga sedang di kamar pribadinya, biasanya jam segini diyakininya sedang menunaikan panggilan alam. Dengan sabar Mila menunggu Naga keluar dari ruangan pribadinya.


     Mila menyusun rencana, dia akan bersembunyi di balik meja ini. Lalu saat Naga kembali, Mila akan melakukan aksi yang bagi siapa saja akan tergetar hatinya bila diberi pelukan hangat seorang perempuan dari belakang. Mila akan memberi kejutan buat Zila, saat Zila masuk maka Zila akan melihat dirinya berpelukan dengan Naga. Mila akan membuat Zila kepanasan.


     Dugaan Mila tepat, Naga segera menuju mejanya dan duduk di kursi kebesarannya. Lalu tangannya meraih gagang telepon. Naga menghubungi OB untuk mengantarkan makan siangnya. Sebelum telpon itu diangkat sang OB, Mila segera beraksi dan berdiri untuk memeluk Naga dari belakang.


     "Keppp." Pelukan erat itu berlabuh dari belakang Naga dengan kepala Mila yang tenggelam di leher kiri Naga, secepat kilat Mila melayangkan ciuman di pipi Naga. Naga tersentak, dia menduga itu Zila.


     "Sayang, kamu memberi aku kejutan lagi? Aku benar-benar kaget dan hampir saja jantungan," protes Naga dengan mata yang terpejam. Namun ada yang berbeda dengan Zila kali ini sehingga Naga merasa aneh.


     "Zi, kenapa kamu berbeda, seperti bukan kamu?" tanya Naga heran lalu segera menoleh ke arah Zila. Naga seketika terbelalak, dia kaget ternyata yang berada di belakangnya bukan Zila melainkan Mila.


     "Ngapain kamu di sini, berani-beraninya kamu masuk ke ruanganku tanpa ijin dan permisi. Kamu benar-benar tidak punya sopan santun. Kamu sangat nekad dan tidak tahu diri," marahnya dengan mata melotot.


     Sementara Zila yang sudah tiba di depan ruangan Naga, merasa heran dengan Naga yang terdengar marah. Zila perlahan membuka pintu ruangan Naga sedikit dan melihat ke dalam. Mengejutkan, di sana ternyata ada seorang perempuan dewasa yang beberapa minggu yang lalu pernah bertemu dan sengaja mencegat Zila saat akan ke kantin.


     "Bukankah itu mantan istri pertamanya Kak Naga? Wahhh, aku ingin tahu bagaimana reaksi Kak Naga selanjutnya, apakah Kak Naga akan terpesona kembali dengan godaan istri pertama? Sepertinya dia sengaja ingin menggoda jika dilihat dari gelagatnya," duga Zila sembari matanya awas.


     "Naga, kenapa kamu marah? Ini aku Mila, apakah kamu tidak merindukan aku?" rayu Mila mencoba menarik perhatian Naga dengan berubah posisi duduk di atas meja dengan kaki bersilang. Mila tidak sadar, bahwa di dalam ruangan Naga ada CCTV khusus yang monitor hanya berada di dalam kamar Naga.


     "Siapa lagi yang tidak kenal Mila sang pengkhianat? Menyingkirlah dari meja itu karena kamu telah mengotorinya!" perintah Naga murka. Diberi peringatan seperti itu, Mila tidak menyerah, dia seakan menantang dan berusaha menggapai tangan Naga dengan segala sikap manjanya.

__ADS_1


     "Memuakan," dengusnya seraya beranjak menuju pintu bermaksud memanggil Desy.


     "Naga, kamu jangan galak-galak. Mungpung sepi, mari kita rangkai kembali kebersamaan kita yang dulu pernah terjalin. Apakah kamu tidak menginginkannya? Apakah kamu tidak ingat saat bulan madu kita dahulu di pulau terpencil Maldives?" singgung Mila sengaja mengingatkan Naga pada bulan madu di malam pertamanya yang sempat Naga rasakan sangat begitu indah saat itu.


Naga jadi terkenang-kenang kembali dengan masa itu. Seluruh cintanya dia serahkan untuk Mila gadis pujaannya. Saat Naga tersadar, tubuh Mila sudah kembali merangkulnya dari belakang. Naga segera menepis dan berusaha melepas cengkramannya.



"Kurang ajar, tidak tahu sopan santun," tepisnya kasar sehingga Mila berhasil lepas dari tubuh Naga. Bersamaan dengan itu Zila dengan senyum yang merekah di bibirnya, masuk ke dalam ruangan Naga sembari menenteng rantang nasi untuk makan siang Naga.



"Kak Naga, ada apa ini? Apakah kalian sedang bertengkar?" serobot Zila pura-pura tidak tahu.




"Pergilah atau aku panggilkan Pak Sugari supaya dia menyeret tubuh kamu. Cepat keluar," ancam Naga dengan sorot mata yang tajam, dia sangat tidak suka dengan Mila.



"Kak Naga jangan khawatir, biarkan dia melihat makan siang kita di sini, kebetulan aku bawa bekal makan siang untuk Kak Naga," potong Zila yang langsung menghalangi tubuh Mila.


__ADS_1


Mila menatap tajam ke arah Zila tidak suka, dia yakin Zila merupakan sugar baby yang sengaja sedang mencari penghasilan tambahan.



Dengan cerdiknya Zila segera menarik tangan Naga menuju sofa, Zila meletakkan rantang nasi kemudian dibukanya tanpa peduli Mila, Zila menyiapkan nasi buat Naga dan membiarkan Naga makan. Sementara mata Zila tidak lepas menuju Mila yang masih berdiri angkuh dan menganggap Zila hanya sekedar seorang simpanan.



"Apakah Bu Mila sudah tidak ada lagi yang dibutuhkan di ruangan ini? Kalau tidak ada, sebaiknya Anda segera keluar," ujar Zila mengusir Mila secara halus.



"Jangan terlalu percaya diri bocah ingusan. Kamu pasti hanya sekedar sugar baby bagi Naga, jadi menyingkirlah dari sana, biar aku yang nyuapin Naga," ujarnya seraya menghampiri sofa dan menarik lengan Zila sehingga mereka berdua kini berada dalam posisi berdiri seakan mau duel.



"Sugar baby, sudah aku kataka aku bukan sugar baby melainkan lebih dari sugar baby. Kami punya ini sebagai ikatan resmi kami secara hukum negara dan agama. Maka sudah jelas, bukan bahwa aku melebihi dari sugar baby?" tekan Zila seraya memperlihatkan sebuah cincin nikah di jari manisnya.



Mila terbelalak tidak percaya, dia mengerutkan keningnya seraya menatap jari Naga bergantian dengan jari manis Zila. Tidak salah lagi, kedua jemari itu sama-sama menyematkan cincin yang sama.



Mila menarik nafasnya sejenak, membuang sesak yang tiba-tiba ada di dalam dadanya. bersamaan dengan itu tiba-tiba Desy mengetuk pintu. Karena melihat pintu sedikit terbuka, Desy perlahan membuka pintu ruangan Naga.

__ADS_1



"Permisi Pak Naga, Bu Zila. Ehhhhh, kokk, Anda? Bukankah sejak tadi Anda sudah pulang, dan kenapa masih di sini?" kejut Desy ketika tatapannya melihat ke arah Mila. Mila tidak kalah kaget, sebab desy memangil Zila dengan sebutan Bu Zila.


__ADS_2