
"Ayo, Bu Mila keluar. Ini jam istirahat Bos saya," giring Desy seraya meraih tangan Mila menuju pintu, sementara Naga dan Zila asyik suap-suapan tanpa peduli dengan Mila.
"Kak Naga, apa alasannya mantan Kak Naga dantang lagi ke perusahaan ini, apakah memang dia diutus oleh Bosnya?" tanya Zila heran.
"Tadi awalnya dia memang datang bersama Bosnya menawarkan kerjasama baru di bidang minuman, tapi aku menolaknya karena aku memang konsen di bidang rempah-rempah. Lalu mereka bertiga kembali. Namun entah bagaimana dia datang lagi saat jam istirahat, di masuk sepertinya saat aku berada di dalam ruangan pribadi," terang Naga sembari menyuapkan buah ke dalam mulut Zila
"Padahal Mbak Desy saja tidak berani masuk sembarangan tanpa ijin Kak Naga, tapi kenapa dia berani dan sangat tidak punya sopan santun?"
"Entahlah, aku juga tidak paham." Naga menggelengkan kepalanya.
"Kakak itu bukan tidak paham, dia itu memang sengaja datang kemari hanya untuk mendapatkan hati Kak Naga. Aku sudah tahu gelagatnya," simpul Zila yakin.
"Kamu cemburu, Sayang?" Naga menyudahi makannya lalu menatap wajah Zila yang bersemu merah. Zila menggeleng.
"Aku tahu, kamu pasti cemburu." Naga mendekat lalu meraih dagu Zila dengan gemas. Zila berdiri menghindari Naga, tidak kalah gerak Naga segera meraih pinggang Zila. Karena posisi tubuh Zila tidak seimbang, pada saat Naga meraih pinggangnya tanpa diduga tubuh mereka ambruk di atas sofa tumpah tindih. Kejadian ini persis adegan sebuah film.
Naga menatap wajah Zila dengan intens dari mata lalu bibir dengan senyum-senyum menggoda. Sedangkan Zila jantungnya terdengar semakin berdebar tidak karuan saat Naga semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Zila.
"Cuppp."
Bersamaan dengan itu pintu ruangan Naga dibuka tanpa permisi oleh Mila, yang sejak keluar dari ruangan Naga masih penasaran dengan Zila yang mengaku sebagai istrinya Naga, karena memperlihatkan cincin yang sama di tangan Naga dan zila.
Mila masuk dan melihat ke arah sofa dengan kaget. Pada saat dirinya tiba malah dipertontonkan adegan yang membuatnya panas dingin cemburu dan marah. Mata Mila melotot dengan gigi yang gemeretak marah. Ada apa dengan Mila? Kenapa dia merasa marah.
"Bu, Bu Mila, jangan sembarangan masuk. Ibu harus punya tatakrama jika masuk ke ruangan orang," kejar Desy yang memang terlambat untuk mencegah Mila sebab Mila sudah berada di dalam ruangan Naga.
__ADS_1
Naga dan Zila yang tersentak saat mendengar Desy berteriak, bangkit dan menyudahi aktifitasnya. Naga membantu Zila bangkit dan berdiri menatap kericuhan di dalam ruangannya.
"Desy, ada apa ini? Kenapa wanita ini lagi-lagi berada di sini? Apa yang dia lakukan? Apa kamu tidak mencoba mencegahnya?" sentak Naga dengan mata melotot.
"Anu, Pak. Emmm, itu tadi saya sudah berusaha mencegah Bu Mila untuk tidak masuk ruangan Bapak. Bu Mila tadi berhasil mengerjai saya dengan menyuruh saya membuatkan minuman di pantry buat Bapak." Desy menjelaskan kenapa dia telat mencegah Mila masuk ruangan Naga.
"Usir perempuan ini, karena sudah tidak sopan masuk ke dalam ruangan saya tanpa ijin maupun permisi. Saya paling tidak suka dengan orang yang tidak punya sopan santun. Usir dia," tegasnya lagi dengan marah.
Mila meronta dan kakinya sengaja ditahan di sana. Sampai pada akhirnya Naga tidak sabar dan memanggil Satpam.
Tidak berapa lama Pak Sugari datang mengetuk pintu dan langsung ke dalam. Tanpa ba bi bu lagi Pak Sugari segera meraih tangan Mila dan menyeretnya keluar. Mira meronta dan berteriak.
"Lepaskan, aku bia berjalan sendiri. Lepaas," teriaknya tidak suka seraya meronta-ronta. Naga dan Zila melihat kepergian paksa Mila yang diseret Pak Sugari.
"Diam, jangan teriak-teriak di kantor orang lain kalau Anda tidak ingin tangan Anda patah," ancam Pak Sugari dengan cengkraman tangan yang kuat.
__ADS_1
Setelah Pak Sugari berhasil mengamankan dan membawa Mila keluar dari ruangannya, Naga segera menghubungi Radit sang pemilik perusahaan Masagi Food. Naga mengadukan hal yang tidak mengenakkan di ruangannya akibat perbuatan Mila. Akibat ulah Mila inilah kerjasama antara perusahaan Naga Group dan Masagi Food terancam Naga putus dan cukup sampai di sini.
Mendengar pembicaraan Naga di telpon, Radit sempat terhenyak dan kaget. Terlebih penyebab ini semua gara-gara Mila yang tidak tahu sopan santun masuk ke dalam ruangan mitra kerjanya yang selama ini bekerjasama dengan perusahaannya.
Di Kantor Masagi Food
Mila yang sudah sampai di kantor Radit, dengan wajah lesu menghadap dan melaporkan bahwa usaha melobby CEO Naga Group belum berhasil. Mila tidak menceritakan hal yang sebenarnya saat berada di ruangan Naga. Dia hanya menceritakan bahwa perjuangannya untuk melobby dan merayu CEO Naga Group gagal.
"Kamu memang tidak berhasil merayu dan membujuk dia untuk bekerjasama dengan perusahan Masagi Food. Tapi ada yang lebih mengejutkan dari kedatangan kamu ke ruangan Pak Naga. Rupanya kamu datang ke sana dengan tidak permisi dan main masuk ruangannya. Kamu seperti tidak punya attitude untuk bertamu ke ruangan orang." Radit menjeda sejenak ucapannya.
Karena ulah kamu itu, kerjasama perusahaan Masagi Food terancam diputuskan oleh perusahaan Naga Group . Kamu bersikap tidak sopan di depan pemilik perusahaan besar, dan dampaknya kerjasama perusahaan kita terancam diputus dan tidak disambung. Untuk itu daripada aku membiarkan perusahaan ini hancur oleh kelakuan satu orang pegawai, aku lebih baik mengeluaran kamu dari perusahaan ini," tegas Radit dengan wajah yang kecewa melayangkan protes pada Mila.
Mila tersentak dan kaget dengan keputusan Bosnya itu. Dia tidak menyangka Naga telah mengadukan sikap tidak sopannya kepada Radit hari itu juga.
Mila menghampiri Radit dan memohon untuk tidak mengeluarkan dirinya dari perusahaannya.
"Jangan pecat saya, Pak. Saya masih butuh pekerjaan ini. Saya minta maaf atas kesembronoan saya. Saya minta maaf dan saya mohon jangan keluarkan saya dari kantor ini. Saya butuh pekerjaan ini," mohonnya pada Radit yang marah dan kecewa pada Mila.
"Sata tidak bisa membiarkan kamu tetap di sini jika kamu mengancam keselamatan perusahaan saya."
__ADS_1
"Saya mohon, jangan keluarkan saya dari perusahaan Bapak. Saya mengaku khilaf, oleh karena itu sekali lagi saya mohon jangan pecat saya, Pa. Daripada pecat saya, saya rela diturunkan jabatan jadi apa saja asal jangan dipecat," mohon Mila sedih. Radit tidak tega, akhirnya dia tidak memecat Mia. Dengan berat hati dia menurnkan jabatn Mila menjadi seorang operator dan pegawai biasa.