
Naga dan Zila menatap sedih kepergian Nagi dari ruangannya, jujur saat Nagi pergi ada yang sakit di dalam hati Naga. Dia sepupu tapi baginya adik kandung. "Gi, aku minta maaf, sepertinya ini ulah Papa . Tapi alasan Papa apa aku belum tahu. Aku akan menyelidikinya," janji Naga dengan hati yang sedih. Walau bagaimanapun Nagi merupakan saudara yang sangat baik bai Naga, tidak pernah merepotkan dan selalu patuh.
Namun jika kini harus jatuh cinta pada Hilda adik semata wayangnya, Naga sedikit menyayangkan. Naga tidak ingin suatu saat hubungan persaudaraan menjadi renggang jika suatu saat Nagi dan Hilda ada masalah, meskipun Nagi telah berjanji tidak akan menyakiti Hilda. Rasa takut dalam dada Naga tetep saja sangat besar.
**
Di kediaman Pak Hasri, di dalam kamar Hilda. Hilda yang kini sudah kembali ceria ke setelan awal, merasa bingung sebab sejak malam tadi Hp Nagi tidak bisa dihubungi sama sekali. Sampai besoknya juga sama, Hp Nagi tidak bisa dihubungi. Hilda uring-uringan dan tidak bersemangat.
Pak Hasri dan Bu Hilsa masih menduga kemurungan Hilda diakibatkan oleh perjodohan dirinya kemarin yang ditolak Hilda mentah-mentah. Sehingga mereka lebih membiarkan Hilda reda sendiri kemarahannya.
"Pah, bagaimana dengan Hilda, sekarang dia malah bertambah murung dan mengurung diri terus di kamar? Mama jadi khawatir dengan kesehatannya," was-was Bu Hilsa dengan wajah risau.
"Mama tenang saja, nanti dia juga akan kembali pada Hilda yang seperti semula."
Hilda keluar dari kamarnya dengan wajah yang sangat kusut dan tidak berseri. Dia menuruni tangga sembari menyampirkan tasnya di bahu. Pada saat di bawah tangga Hilda berpapasan dengan Naga dan Zila yang baru saja pulang dari kantor.
"De, kamu mau kemana sore-sore begini?' Naga heran melihat Hilda yang sudah rapi dengan tas di bahunya. Hilda sepertinya akan pergi. Namun yang Naga semakin heran wajah Hilda kusut dan tidak berseri, dia terlihat sangat sedih.
"Kamu mau kemana?" tarik Naga menahan lengan Hilda. Hilda berdiri oleng saat tubuhnya sudah maju ke depan tapi ditarik Naga.
"Kakak jangan halangi aku. Aku mau mencari Kak Nagi sampai ketemu," jelasnya membuat Naga dan Zila terbelalak. Naga berpikir apakah Hilda sudah tahu tentang Nagi yang dioper tugas ke pulau Sulawesi?
Tiba-tiba Bu Hilsa dan Pak Hasri datang dari arah ruang keluarga. Saat di ruangkeluarga mereka mendengar suara Hilda berteriak lalu mereka menghampiri ke arah ruang tamu.
Di sana sudah ada Naga, Zila dan Hilda. Pak Hasri dan Bu Hilsa sedikit heran melihat Hilda yang seperti otot-ototan dengan Naga.
__ADS_1
"Ada apa ini, kenapa Hilda berteriak? Kamu mau kemana Sayang sore-sore begini? Ini sebentar lagi Maghrib, jangan keluyuran jam segini," cegah Pak Hasri khawatir.
"Papa tidak perlu khawatirkan aku, aku mau mencari Kak Nagi, sebab di dunia maya Kak Nagi sudah tidak aktif. Semua media sosial dan nomer Hpnya sama sekali tidak aktif," ujarnya diiringi tangis.
Hilda berontak saat tubuhnya ditahan Naga. Dia meronta-ronta memanggil nama Nagi. "Kak Nagi, kenapa Kakak lupain aku? Mana janjimu Kak bahwa empat tahun lagi ingin melamarku pada Mama dan Papa? Kenapa belum juga setahun, Kak Nagi malah melupakan aku dan bohongi aku. Kak Nagi pembohong, pembohong," teriak Hilda sembari menangis tersedu-sedu.
Semua yang berada di dalam rumah itu mendengar teriakan Hilda yang menangisi Nagi yang entah kenapa semua nomer Hp maupun media sosialnya tidak aktif dan raib entah kemana. Hilda sangat histeris dan dia tidak mau dilupakan Nagi.
"Ternyata Kak Nagi bohong mau menunggu aku setelah empat tahun. Tapi sekarang saja semua nomer Hpnya sama sekali tidak bisa aku akses. Ok kalau begitu, aku juga tidak akan pernah kuliah dan lulus, sebab Kak Nagi orang yang aku cintai sudah melupakan aku." Pernyataan Hilda yang diduganya tengah shock itu membuat semua orang yang berada di situ terutama Pak Hasri dan Bu Hilsa tersentak. Dia tidak menyangka ketiadaan Nagi di dunia maya sudah membuat Hilda sedemikian parahnya. Hilda bertekad tidak akan kuliah karena Nagi sudah tidak bisa dihubunginya.
Semua orang kini tahu bahwa Hilda mencintai Nagi. Bi Rani dan Bi Rana asisten rumah juga tahu. Semua tahu rahasia Hilda yang keluar dari mulut Hilda sendiri saat itu. Sepertinya Hilda memang sedang emosi, jiwa mudanya yang masih labil mudah meledak-ledak itu membawanya pada sebuah kejujuran yang tidak disengajanya.
"Kak Nagiiii, jangan lupain aku Kakkkk. Aku mencintai Kakak, bukankah kita akan menikah setelah empat tahun kemudian?" teriak Hilda masih shock.
Sejenak setelah Hilda diberikan obat seadanya, Hilda pun tertidur, dia sepertinya lelah. Deru nafasnya terdengar kasar tapi teratur diiringi sedu sedan yang masih terdengar.
Mereka semua kembali ke luar kamar Hilda, kecuali Bu Hilsa. Naga mengajak Papanya bicara di ruang tamu. Menurut Naga semua ini seperti ada kaitannya dengan sikap Papanya saat keluar kamar Hilda kemarin.
__ADS_1
"Pah, apakah Papa dibalik hilangnya semua nomer Hp dan media sosial Nagi dari jangkauan Hilda dan Naga? Lalu apakah Papa juga yang mengirim Nagi ke Sulawesi? Kenapa Papa mengirim Nagi ke sana? Di sana tidak ada siapa-siapa selain Om Handi yang tidak pernah menganggap Nagi ada?" Naga mempertanyakan sebab hilangnya semua akses media sosial milik Nagi, yang dicurigainya karena ulah Papanya.
"Papa hanya membatasi supaya adikmu melupakan Nagi sebagai kekasih, Papa hanya ingin Nagi dan Hilda kembali dekat hanya sebagai saudara sepupu. Saling kasih sayang yang sewajarnya," alasan Pak Hasri sembari matanya menerawang, dia tidak menduga keputusannya membuat Hilda menjadi berontak dan histeris seperti tadi, padahal Hilda tidak tahu bahwa Papanya yang sengaja menjauhkan Nagi dengannya.
"Lantas setelah melihat seperti ini, apa yang akan Papa lakukan?" tanya Naga penasaran.
"Papa belum tahu, Papa akan melihat reaksi Hilda selanjutnya. Papa yakin Hilda hanya sebentar berperilaku seperti itu, biarkan Hilda menganggap bahwa Nagi memang benar-benar melupakannya. Supaya rasa cinta itu kembali pada rasa cinta pada saudaranya," tukas Pak Hasri menatap lurus ke depan.
"Tapi, Naga rasa itu akan sulit Pah. Hilda orang yang keras kepala. Sekali ingin itu dia pasti harus dapatkan itu, termasuk mendapatkan Nagi."
"Maka dari itu, kamu harus rahasiakan bahwa Papalah yang sengaja menjauhkan Nagi dari dia. Biarkan Nagi mendapatkan jodohnya yang baik di sana. Papa rasa Nagi adik sepupumu itu tidak serius juga dengan Hilda," tekan Pak Hasri yakin.
"Naga tidak akan bilang Pah, tapi keputusan Papa ini Naga rasa tidak tepat jika melihat perilaku yang ditunjukkan Hilda barusan. Dia shock dan histeris. Naga takut Hilda merasa tertekan dan benar-benar ancamannya menjadi nyata. Naga tidak mau melanjutkan kuliah lagi," ucap Naga dengan penuh rasa khawatir.
__ADS_1
Pak Hasri tertegun sesaat setelah mendengar Naga berkata seperti itu. Hatinya mendadak ciut dan takut ancaman Hilda menjadi nyata.