Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 108 Musim 2 Mila Lagi


__ADS_3

       Tiba-tiba Desy sang Sekretaris mengetuk pintu ruangan Naga. Naga tidak heran karena tugas Desy memang mendatangi ruangannya untuk menyampaikan apa-apa yang bersangkutan dengan masalah kantor.


     "Masuk!" titah Naga menyuruh Desy masuk. Desy masuk dengan sopan. Sekretaris yang lima tahun lebih muda dari Naga itu menyapa Naga dengan sopan. Desy merupakan sekretaris Naga yang setia dan tidak banyak tingkah nyeleneh. Meskipun kerjaan dia menuntut selalu dekat dengan Naga. Namun Des bukan tipe Sekretaris yang genit dan penggoda.


     "Pak Naga ijin menyampaikan, di lobby ada tamu untuk Pak Naga, mereka dari perusahaan Masagi Food," lapor Desy. Naga langsung mengerutkan keningnya, sebab yang pernah dia alami bulan yang lalu perusahaan Masagi Food mengutus seorang karyawan yang menurutnya tidak sopan yaitu Mila. Saat itu Naga tidak menduga bahwa Mila adalah salah satu karyawan di Masagi Food.


     Mendadak terkenang kembali kenangan manis maupun pahit saat bersama Mila. Awalnya manis dan penurut, Mila dimanjakan segalanya oleh Naga dari mulai mobil, perhiasan, shopping, juga jalan-jalan ke luar negeri. Naga tidak menduga keroyalannya dibalas dengan sebuah pengkhianatan.


     Saat Mila asik-asikan jalan-jalan keluar negeri maupun keluar kota, ternyata Mila pergi bukan dengan geng sosialitanya, melainkan hanya berdua dengan seorang lelaki yang menjadi selingkuhannya. Ini rupanya sudah berlangsung lama sejak Mila dibebaskan dan tidak dikekang Naga. Maksud hati ingin menyenangkan pasangan hidup. Namun di belakang menikam. Dengan jasa seorang mata-mata pengkhianatan dan kecurangan Mila terbongkar, dan Mila terciduk sedang masuk kamar hotel bersama seorang pria seumuran dengan Naga, yang rupanya mantan kekasihnya di jaman sekolah.


     Masa lalu yang pahit itu sudah dilupakan. Namun, kini satu per satu datang silih berganti seolah ingin menguliti Naga pada kepahitan masa lalu. Dila dan Mila kembali hadir dengan sosok lain yaitu sosok yang ingin menggodanya dan ingin mendapatkan hati Naga kembali. Naga tidak sebodoh itu, justru dia muak harus dipertemukan kembali dengan masa lalunya.


          Melihat Mila kini bekerja, sangat kontras dengan kehidupannya dulu saat masih menjadi istrinya. Kesenangan dan harta berlimpah yang dulu ia berikan berbanding terbalik dengan keadaan Mila sekarang. Mila bekerja, itu artinya dia butuh uang untuk biaya hidupnya. Lalu dulu dengan gampangnya mengkhianati Naga saat dia tidak segan-segan memberikan apa saja yang Mila mau.


     Mood Naga kembali buruk setelah mendengar ada tamu dari Masagi Food yang belum ia ketahui siapakah itu, apakah Radit sang pemilik perusahaan atau orang lain yang sengaja diutus oleh Radit?


     "Pak Naga, bagaimana, apakah Bapak mengijinkan saya untuk mempersilahkan mereka masuk?" Desy mencoba mengingatkan kembali maksud kedatangannya ke ruangan Naga.


     "Siapa saja yang datang dari perusahaan Masagi Food?"

__ADS_1


     "Ada tiga orang, Pak. Termasuk Pak Radit dan dua orang yang kemarin," lapor Desy. Naga sejenak diam, dia berpikir kenapa Radit selalu menyertakan Mila untuk ke kantornya? Apakah Mila termasuk orang terdekat atau memang staff terdekat Radit? Semua itu menjadi sebuah pertanyaan di dalam benak Naga.


     "Bisa tidak, saat Pak Radit akan masuk ke ruangan saya, kamu tahan yang dua orang supaya tidak masuk ruangan saya?" pinta Naga. Desy sejenak termenung. Sepertinya dua orang itu tidak penting banget untuk masuk ke dalam ruangan Naga, sehingga Desy sudah menyiapkan diri untuk menahan secara halus kedatangan dua orang itu jika masuk ruangannya.


     Tapi ini sepertinya tidak sulit untuk Desy menahan dua orang itu, pasalnya pemilik perusahaan Masagi Food kini datang langsung ke perusahaan Naga Group.


     "Baiklah Pak Naga, akan saya laksanakan perintah Bapak, dan segera saya sampaikan pada Pak Radit." Desy pergi setelah menyanggupi perintah Naga.


     Tidak berapa lama orang yang dikatakan Desy dari perusahaan Masagi Food sudah berada di depan ruangan Naga. Dari dalam sejenak Naga mendengar sedikit perbincangan antara Desy dan tamu perusahaanya.


    Desy mengetuk lalu membuka pintu ruangan Naga sedikit, dan menyapa Naga dengan bahasa isyarat menanyakan boleh tidaknya tamu itu masuk. Naga mengangguk, lalu tamu itu masuk bertepatan dengan anggukan Naga.


      "Kabar saya seperti yang Anda lihat sekarang," jawab Naga sembari menunjuk dirinya. Obrolan mereka akhirnya mengalir begitu santai dan sepertinya Radit lupa dengan maksud kedatangannya ke perusahaan Naga.


       Tawa dan canda terdengar dari ruangan Naga. Naga dan Radit benar-benar melupakan tujuan Radit datang ke perusahaanya. Bersamaan dengan itu seseorang terdengar mengetuk pintu lalu masuk tanpa menunggu dipersilahkan.


       Naga terbelalak saat melihat siapa yang masuk. Mila masuk tanpa menunggu dipersilahkan. Terpaksa obrolan Naga dan Radit terhenti, dengan tanpa rasa malu Mila tersenyum semanis mungkin pada Naga. Naga tidak membalas, dia kembali mengalihkan fokusnya ke arah Radit.


"Pak Radit , apakah presentasinya akan dilakukan sekarang?" tanya Mila mengingatkan Radit akan maksud kedatangan ke perusahaan Naga.

__ADS_1


     Radit terkejut dan baru ingat akan maksud kedatangannya ke perusahaan Naga.


     "Oh, iya. Hampir kita kebablasan dengan tujuan saya datang ke mari. Untuk itu, bisakah presentasi produknya saya mulai saja Pak Naga?" Radit mempertanyakan kesiapan Naga. Sejenak Naga mengernyitkan keningnya, sebab dia sama sekali tidak ingat bahwa Masagi Food telah mengeluarkan produk baru.


      "Ohhhh, silahkan Pak Radit, kita mulai di sini saja," Naga setuju dan akhirnya Mila mempresentasikan produk baru di Masagi Food. Mila tanpa canggung dan ragu berbicara di depan Naga dan Radit mengenai produk di perusahaan Radit. Lalu sesekali tersenyum semanis mungkin ke arah Naga. Akan tetapi Naga tidak menyambut baik senyuman yang diberikan Mila.


Lima belas menit Mila menyudahi presentasinya. Memang dari segi presentasi, Mila patut diacungi jempol. Dia pandai berbicara dan pandai juga melobby.



"Bagaimana, Pak Naga, apakah kali ini produk yang baru saja dipresentasikan staff kami bisa menaruh hati Pak Naga?"



"Sepertinya untuk saat ini saya belum merambah ke produk yang dipresentasikan barusan, perusahaan kami masih fokus di bahan rempah-rempah. Namun, untuk ke depannya siapa tahu saya tertarik dan kita menambah kerjasama lagi di bidang *drink*," tukas Naga menolak secara halus kerjasama yang ditawarkan Masagi Food.



"Baiklah kalau begitu, mungkin saat ini Pak Naga belum tertarik. Saya harap lain kali bisa terjalin kerjasama di bidang minuman," harap Radit mengakhiri perbincangannya dengan Naga.

__ADS_1


__ADS_2