
Akhirnya dalang yang selama ini telah mengirimkan teror berupa paket kepada Zila sudah dikantongi siapa orangnya. Orang-orang Naga bergerak dengan cepat. Dalangnya terungkap setelah si pengirim paket dimintai keterangannya siapa dalang yang membuat teror. Dan terjawab sudah tidak lain adalah Mila.
Mila hendak melarikan diri ke Bali. Namun orang-orang Naga tidak kalah cepat memberangus langkah Mila, sehingga saat Mila tertangkap dia hanya bisa memohon untuk dilepaskan.
"Aku mohon, lepaskan aku Naga. Aku berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi. Aku mohon," mohonnya penuh harap. Naga tidak mau memaafkan sebab sejak Mila datang dan mengganggu ketenangannya, kehidupannya sudah tidak nyaman dan mood selalu rusak.
"Aku tidak sudi memaafkan kamu, karena luka di hatiku kini menganga lagi karena kehadiran kamu. Kamu datang ke hadapan aku bukannya ingin membina hubungan baik, melainkan semakin merusak hubungan itu, jadi aku putuskan tidak akan pernah memaafkan kesalahan kamu untuk yang kali ini, sebab di dalam matamu tidak aku temukan sebuah penyesalan. Kamu hanya omong kosong. Oleh karena itu, lebih baik aku mengirimkanmu ke penjara. Biar diproses oleh pihak berwenang semua perbuatan tidak menyenangkanmu itu," tegas Naga.
"Naga, aku mohon, batalkan niat kamu. Aku akui aku salah dan aku menyesal. Aku benar-benar menyesal," mohon Mila lagi menangis.
"Sudah aku katakan aku tidak sudi memaafkanmu. Terlebih sikapmu yang memang arogan dengan memberi pengaruh kepada calon mitraku. Aku sudah tahu semuanya, kamulah orang yang sudah memberi pengaruh pada mereka yang tadinya ingin bekerja sama dengan perusahaanku. Akibat adu dombamu dan menyebarkan fitnah, mereka termakan omonganmu dan percaya. Tapi aku sudah tidak peduli lagi sama mereka, sebab aku sudah tidak mau lagi membangun kerja sama dengan orang-orang yang mudah terhasut oleh orang jahat sepertimu," tegas Naga lagi sembari melangkah.
"Nagaaa, maafkan aku, aku mohon," teriak Mila ingin mengejar Naga, tapi Naga tidak peduli.
"Urus wanita ular itu, proses semua kejahatannya pada pihak kepolisian," terik Naga sebelum meninggalkan orang-orangnya yang sudah berhasil menangkap Mila.
Mila menangis dan meraung meminta ampun untuk dilepaskan. Namun orang-orang Naga tidak melepaskan. Rencananya Mila akan dikirim ke kantor Polisi, lalu semua tindakan tidak menyenangkannya serta teror yang selama ini dia lakukan akan diperkarakan dan diproses secara hukum.
Naga kembali ke kantor, padahal sebetulnya dia sudah hilang mood untuk ke kantor dan menghadapi orng-orang yang mudah terpengaruh dengan hasutan orang bermuka dua seperti Mila. Rupanya dua Bos besar pemilik perusahaan yang kemarin membatalkan kerja sama dengan Naga, kini kembali mendatangi Naga. Namun Naga belum tahu apa maksud mereka mendatangi kantornya. Yang jelas Naga sudah malas bertemu mereka.
Naga hilang mood baik untuk menghadapi mereka karena terlanjur kecewa, yang Naga ingin sekarang hanyalah segera pulang dan sampai di apartemen menemui Zila yang kini sedang terbaring karena demam. Demam yang semalam, rupanya berlanjut, Naga menduga Zila masuk angin, tapi sayangnya Zila tidak mau diajak berobat.
__ADS_1
Naga sampai di kantornya di sambut Desy sang Sekretaris. "Pak Naga, sudah ditunggu oleh Pak Doni dan Pak Dafa di ruang pertemuan, apakah Pak Naga akan menemuinya?" lapor Desy.
"Saya akan menemuinya, antarkan segera berkas ke ruangan saya dan letak di sana. Saya datang ke ruangan pertemuan tidak akan menandatangani apa-apa," tukas Naga yang segera dilaksanakan Desy. Sejenak desy heran dengan Bosnya ini, yang sepertinya berubah pikiran dan tidak akan melakukan kerja sama yang dulu sempat diharapkannya.
"Ada apa dengan Bos Naga?" Desy bertanya-tanya seraya kembali ke ruangannya dan menjalankan perintah Naga.
Naga sampai di ruang pertemuan, sebetulnya hatinya dongkol kenapa seenaknya Pak Doni dan Pak Dafa langsung masuk ke ruangan pertemuan tanpa konfirmasi dengannya? Apa mereka pikir Naga mau menandatangani kerja sama yang dulu pernah dibatalkan mereka? Apakah mereka menganggap Naga anak kecil yang mudah dibujuk kembali setelah dikecewakan diawal?
"Silahkan, Pak Doni dan Pak Dafa duduk kembali seperti tadi. Sebetulnya apa yang Bapak-bapak maksudkan datang ke perusahaan saya yang kemarin sempat Bapak-bapak batalkan kerja samanya antara kita?" tanya Naga menyinggung kerja sama yang kemarin pernah dibatalkan mereka.
Sontak Pak Doni dan Pak Dafa saling lempar tatap sejenak, kemudian kembali menatap Naga dengan senyum tersungging di wajah masing-masing, tentunya senyum itu senyuman rasa malu dan canggung, sebab mereka berdua merasa tersindir dengan kata-kata Naga.
Naga diam sejenak, dia hanya tersenyum dalam hati memikirkan kekonyolan tingkah kedua pemilik perusahaan besar yang kemarin sempat membatalkan kerja sama akibat pengaruh seseorang yaitu Mila.
"Kenapa Anda berdua baru sekarang tertarik untuk kerja sama dengan perusahaan saya? Bukankah kemarin kalian berdua memutuskan untuk membatalkannya?" Sebelum menjawab, Naga malah memberi pertanyaan pada Pak Doni dan Pak Dafa yang kini terlihat bingung untuk memberikan jawaban pada Naga.
"Ok, jika pertanyaan saya terlalu berat dan privacy untuk dijawab, saya minta maaf. Dan keputusan saya untuk kerja sama yang sempat kalian batalkan kemarin, saya rasa tidak untuk melanjutkan, sebab saya sudah bekerja sama dengan perusahaan lain yang lebih percaya kepada perusahaan saya. Untuk itu saya mohon maaf karena saya tidak bisa melanjutkan kerja sama yang kemarin itu," putus Naga final. Dia tidak merasa ragu atau kecewa karena tidak menjalin kerja sama dengan dua perusahaan besar yang dulu sangat diimpikannya itu.
Pak Doni juga Pak Dafa menghembuskan nafas kecewa, mereka berdua saling lempar tatap satu sama lain sebagai bukti rasa kecewanya, kemudian mereka berdua kembali fokus pada Naga.
"Tidakkah Pak Naga memikirkannya kembali tawaran kami?" Pak Dafa kini memberikan suaranya setelah tadi hanya senyum-senyum penuh harap.
__ADS_1
"Sudah saya katakan tadi, saya sudah tidak bisa menerima kembali kerja sama yang perusahaan kalian tawarkan, sebab saya sudah bekerja sama dengan perusahaan lain yang lebih percaya terhadap saya. Untuk itu sekali lagi saya minta maaf karena tidak bisa bekerja sama dengan perusahaan kalian," tegas Naga tidak ada keraguan.
Pak Doni juga Pak Dafa nampak kecewa dan menyesal atas gagalnya jalinan kerja sama dengan perusahaan Naga Group yang sebenarnya mereka impikan. Hanya karena hasutan Mila, mereka membatalkan kerja sama dengan Naga. Akibatny kini rasa menyesallah yang mereka rasakan.
"Saya secara pribadi minta maaf untuk Pak Doni dan Pak Dafa. Mohon maaf jika maksud Anda berdua tidak kesampaian," ucap Naga meminta maaf dengan sopan dan tetap memperlakukan mereka berdua dengan nbaik meskipun dalam hati masih ada sedikit tersimpan kecewa. Namun setelah Naga kini menolak mentah-mentah kerja sama yang mereka tawarkan lagi, ada perasaan yang plong dalam hati Naga. Dan kini Naga tidak merasa kecewa lagi karena tidak kerja sama dengan perusahaan mereka.
Pak Doni dan Pak Dafa berpamitan dari ruangan pertemuan dan juga kantor Naga, mereka kembali ke perusahaannya masing-masing dengan membawa perasaan kecewa.
Naga merasa lega setelah berhasil mengusir Pak Doni dan Pak Dafa secara halus. Nampak rasa kecewa dan sesal di wajah mereka dan itu membuat Naga puas. Naga tidak mau bekerja sama dengan orang-orang yang mudah terhasut dan plin-plan. Naga hanya ingin bekerja sama dengan orang-orang yang konsisten dan memegang teguh komitmen yang sudah disepakati bersama.
Naga keluar dari ruangannya, kini ia akan segera kembali ke apartemen dan segera menemui Zila yang dia tinggal tadi pagi masih dalam keadaan demam.
"Desy, saya pulang dulu. Jika ada yang ingin bertemu, kamu suruh saja besok atau bikin janji dulu sebelum memutuskan bertemu. Tangani dulu semua agenda hari ini, saya ada hal lain yang lebih penting," ujar Naga memberi instruksi pada Desy.
"Kerja samanya bagaimana, Pak?" tanya Desy penasaran.
"Mereka pulang dengan tangan hampa. Saya tidak ingin bekerja sama dengan orang-orang yang plin-plan dan mudah terhasut."
"Baiklah saya pergi dulu," pamit Naga yang diangguki Desy. Desy tersenyum bangga dengan ketegasan Bosnya itu. Dia tidak pernah meragukan ketegasan dan kemampuan Bosnya itu, tapi kenapa masih ada saja pihak lain yang masih meragukan kemampuan dan kredibilitas Naga karena hasutan?
Naga keluar perusahaannya dengan hati yang plong dan bahagia. Kini dia mantap akan pulang ke apartemen dan membawa Zila ke klinik jika Zila masih demam.
__ADS_1