Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 133 Musim 2 Kabar Untuk Hilda


__ADS_3

     Senin tiba, Naga kembali pada aktivitasnya. Ke kantor dan mengurus semua yang berhubungan dengan perusahaan Naga Group. Itu bayangan Zila, sehingga Zila sudah siap mempersiapkan semua. Pakaian kantor dan sepatu serta kaos kakinya sudah dipersiapkan. Namun anehnya, sampai waktu menunjukkan jam 6.30 WIB, Naga belum juga berjingkat dari meja kerjanya di ruang sebelah.


     Zila heran, kenapa Naga belum siap-siap ke kantor? Zila berdiri dan keluar kamar menuju dapur, lebih baik dia segera menyiapkan sarapan pagi buat Naga. Karena pagi ini Bi Lala datang agak siangan, maka dari itu Zila kali ini menyiapkan sarapan untuk Naga.


     Naga ingin sarapan roti hangat yang dikasih selai blueberry. Zila memanaskan roti itu sejenak di dalam microwave sampai hangat dan sedikit menguning karena penampakan seperti itu favorit Naga.


     Tidak berapa lama roti isi selai blueberry sudah siap di atas piring saji. Zila menatanya sedemikian rupa, tidak lupa segelas susu putih telah dibuat dan dionggokkan di meja bersama roti selai blueberry.


     "Sayang, wangi banget, roti bakarnya." Tiba-tiba Naga sudah berada di belakang Zila yang selesai menata meja. Naga memeluk Zila dari belakang lalu mencium pipi Zila dengan romantis.


     "Kak Naga, ini sangat geli," tepisnya dengan kepala yang menghindar ke samping kanan.


     "Kak Naga duduklah, kita sarapan dulu sebelum Kak Naga pergi bekerja," ujarnya sembari mengurai pelukan Naga. Naga sedikit kecewa dengan pelukannya yang diurai Zila.


      Naga duduk dengan bibir sedikit mengerucut, Zila tersenyum saat melihat Naga bermuka ngambek, kalau seperti itu ketampanan ciri khas aktor Ji Chang akan benar-benar keluar. Naga dan Ji Chang Wook sebelas dua belas tampannya, sehingga membuat Zila semakin kesengsem dibuatnya.


     "Sayang, apa yang membuatmu tersenyum-senyum tidak lazim seperti itu? Senyummu lama-lama membuatku takut. Apakah kamu tidak sedang kesambet?" Naga malah menuding Zila kesambet.


     "Tidak, aku tidak sedang kesambet hantu, tapi aku kesambet kamu," akunya masih diiringi senyum yang membuat Naga semakin dilanda penasaran.


     "Sudahlah, aku tahu kamu tersenyum kenapa, karena aku lebih tampan dari aktor Korea pujaan kamu itu, kan? Siapa namanya Ji Chang, Ji Chang Cook," tebak Naga salah, membuat Zila tertawa terbahak-bahak.


     "Wak, wak, wak, wak, apa Kakak bilang, Ji Chang Cook?" Zila masih tertawa lucu dengan apa yang tadi diucapkan Naga sehingga dia mengeluarkan air mata.


     "Ya ampun, Sayang, senang banget menertawakan suamimu yang buta terhadap aktor Korea, awas lho nanti kualat," sergahnya sembari mulai menyantap roti yang untungnya masih panas, kalau sudah dingin, Naga malas menyantapnya.


     "Habisnya Kak Naga lucu, Ji Chang Wook malah Cook, ha, ha, ha, ha, ha ha," balas Zila diakhiri dengan tawa panjang.


     "Awwwww, aduhhh, aduhhhh," seketika tawa panjang itu berubah dengan ringisan disertai tangan yang memegangi perut bawah. Sepertinya doa Naga sedang dikabulkan Tuhan, tokcer saat itu juga. Naga segera berdiri dan menghampiri Zila yang kesakitan pada area perut bawah. Rasa khawatir menyelimuti wajahnya.

__ADS_1


     Zila masih memegangi perutnya, lalu perlahan berdiri dengan tegak dan mengatur nafasnya. "Perut bawah aku tiba-tiba kram," ujarnya.


     Naga membawa Zila duduk di kursi meja makan, membiarkan Zila tenang kemudian hilang rasa sakit di bawah perutnya. Naga menjadi sangat was-was melihat Zila seperti itu.


     Dengan sigap, Naga segera membawakan segelas air bening dari dispenser lalu menyodorkan untuk Zila. Zila meminum satu cangkir air bening perlahan-lahan sampai tandas sehingga membuat Naga bahagia.


     Beberapa menit kemudian, Zila nampak kembali seperti sedia kala. "Zi, kamu baik-baik saja, bukan?" tanya Naga mencoba meyakinkan. Zila mengangguk seraya meraih roti yang dia olesi selai nanas.


"Tadi aku kram perut gara-gara doa Kakak itu, kenapa juga Kak Naga pakai bilang kualat segala," rutuknya kesal sembari menyuapkan roti yang sudah dilapisi selai.



Naga tersenyum sekilas lalu berkata, "itu bentuk teguran Allah buat istri yang selalu mengagung-agungkan lelaki lain. Jadi, anggap saja kram di bawah perut kamu barusan merupakan teguran dari Yang Maha Kuasa supaya kamu lebih mengagungkan Naga Regana daripada Ji Chang Cook," ceramahnya membuat Zila merengut tidak suka.



Zila kesal sampai-sampai dia berjingkat dan meninggalkan Naga yang tersenyum penuh kemenangan. Zila memasuki kamar dan menyiapkan kemeja yang sudah rapi itu dari lemari gantungan.




"Sayang, buat apa kamu sibuk-sibuk menyiapkan baju kantor aku? Hari ini dan seterusnya aku sangat santai untuk ke kantor, sebab Hasya sudah kembali dan efektif mengurus perusahaan," jelas Naga membuat suasana seketika hening.



Zila tersentak mendengar Naga berkata seperti barusan, itu artinya Naga akan sering di rumah. Zila bukan tidak senang, tadinya rencana yang telah disusun untuk menyampaikan pesan dari Nagi untuk Hilda akan dia sampaikan hari ini setelah kepergian Naga ke kantor. Tapi rupanya harus ditunda dulu sampai Naga berangkat bekerja.


__ADS_1


"*Misi aku untuk menyampaikan pesan Kak Nagi bisa-bisa gagal. Aku harus menunggu waktu yang tepat, dan jangan sampai Kak Naga tahu*." bisik Zila sangat kesal.



"Kakk Naga, bagaimana jika hari ini aku menghubungi Hilda supaya Hila datang kemari," akhirnya Zila mendapatkan sebuah ide yang menurutnya cemerlang, yakni meminta Hilda datang ke apartemennya. Naga tersenyum, sepertinya dia setuju dan mengijinkan.



"Baiklah sayang, lakukan apa maumu. Hubungi Hilda kemari, itupun jika dia mau dan memang butuh pencerahan darimu," sambut Naga mengijinkan. Zila senang bukan kepalang, akhirnya dia bisa menceritakan pesan Nagi pada Hilda secara langsung. Dan Zila pun segera menghubungi Hilda yang bersyukurnya nomer Hpnya aktif.



Setelah membujuk Hilda dengan beribu alasan, akhirnya Hilda mau datang ke apartemen. Dua jam kemudian Hilda yang sempat diduga tidak akan datang, akhirnya datang. Zila sangat bahagia.



"Assalamualaikum." Hilda akhirnya datang mengucap salam, sejenak dia memindai seluruh ruangan apartemen milik Naga sang Kakak.



"Kak Naga, apa yang sedang Kakak lakukan, apakah Kakak tidak masuk kantor?" Datang-datang Hilda berhasil membuat Naga jantungan saking terkejutnya.



"Ya ampun, De. Kamu ini mengejutkan Kakak."



"Lagipula tumben Kak Naga jam segini belum masuk kantor?" heran Hilda seraya masuk ke dalam ruangan kerja Naga diikuti Zila.

__ADS_1



"Kakak sebentar lagi ke kantor, ini sedang bersiap-siap. Kamu jagain Kakak ipar kamu sebentar, sementara Kakak ke kantor," ujar Naga membuat Zila bahagia. Karena saat Naga pergi dia akan menyampaikan berita dari Nagi untuk Hilda.


__ADS_2