Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 41 Mentraktir Belanja di Mall


__ADS_3

Hari ini demi membunuh rasa bosan, Zila minta ijin Naga untuk ke rumah Pamannya. Zila ingin membawa Kobar juga Tante Zuli jalan-jalan ke mall dan mentraktirnya makan serta belanja di mall. Tentu saja Naga mengijinkan dengan syarat harus berhati-hati dan perginya diantar supir pribadi. Zila tidak masalah toh dia memang berniat ke mall.



Karena sudah mendapatkan ijin dari Naga, Zila pun berangkat dengan menaiki mobil pribadi Naga yang berjejer di garasi rumahnya. Disupiri **Pak Tamrin** Supir pribadi keluarga Naga.



Setelah mobil sampai di depan halaman rumah Kobar, dengan senang hati Zila berlari ke dalam rumah Kobar tidak lupa mengucap salam. Saat itu Kobar tengah kedapatan ngopi dan duduk termenung sendiri seraya memandangi layar Hpnya. Sekilas Zila mencuri penglihatan atas apa yang dilihat Kobar di dalam layar Hpnya. Sebuah foto Zuli yang sedang tersenyum manis dengan cantiknya dipandang lekat oleh Kobar.



Zila tersenyum dan terenyuh melihat Pamannya menatap gambar Tante Zuli. Zila menyimpulkan kalau sebenarnya Pamannya itu memang memiliki perasaan pada Tante Zuli. Namun Kobar memang belum berani mengungkapkan isi hatinya pada tetangga cantik yang baik hati itu.



Kobar masih belum menyadari bahwa kini di sampingnya ada Zila yang sedang memperhatikannya.



"Pamannnn," jerit Zila mengagetkan Kobar yang sontak melepaskan Hpnya. Kobar benar-benar terlihat sangat kaget dan berdiri sambil memegangi dadanya. Saat tersadar siapa gerangan yang mengagetkannya, Kobar terbelalak tidak percaya lalu memeluk Zila dengan rasa bahagia. Untuk beberapa saat mereka saling berpelukan menumpahkan rasa rindu yang membuncah.



"Zi, dengan siapa kamu datang ke rumah ini?" Kobar bertanya heran karena dia tidak mendapati Naga suami ponakannya itu.



"Aku datang ke rumah Paman sendiri, tapi atas ijin Kak Naga. Aku sengaja datang ke rumah Paman hanya untuk mengajak Paman dan Tante Zuli jalan-jalan ke mall." Zila memberitahukan kabar gembiranya pada Kobar. Kobar tersenyum bahagia melihat keponakan tersayangnya sebahagia itu.


__ADS_1


"Eitts, tapi nanti dulu. Aku mau bertanya pada Paman perihal foto Tante Zuli yang ditatap Paman di layar HP. Apakah Paman mencintai Tante Zuli? Kalau Paman mencintainya kenapa Paman tidak segera menembak Tante Zuli? Sayang banget jika Tante Zuli dilepaskan untuk orang lain. Tante Zuli baik dan perhatian sama Paman, lantas mau apalagi? Segera lamar saja Tante Zuli. Mengenai biayanya biar aku yang tanggung. Paman tinggal melamar saja dan mempersiapkan diri," desak Zila merasa bahagia.



"Zi, apa yang kamu bicarakan? Paman tidak sedang memikirkan siapa-siapa," sangkalnya menyembunyikan rasa malu karena ketahuan telah memandangi foto Zuli di Hp.



"Alahhh, ngaku saja Paman, aku tidak mungkin tidak mendukung Paman. Justru aku sangat mendukung 1000 persen, sebab Tante Zuli orangnya baik dan tulus," puji Zila semakin membuat Kobar, berkobar-kobar asmaranya pada Zuli.



"Baiklah Paman, sekarang kita lupakan dulu masalah Paman ketahuan tengah menatap foto Tante Zuli. Sekarang bersiap-siaplah, aku akan mengajak Tante Zuli juga ke mall bersama kita." Kobar menatap haru ke arah Zila yang begitu antusias ingin mengajak dirinya dan juga Zuli jalan-jalan ke mall.



Tanpa harus menunggu lama untuk mengajak Tante Zuli ikut, Zila dan kedua orang yang kini sudah siap dengan dandanannya yang rapi bak artis, menaiki mobil yang disupiri Pak Tamrin supir pribadi keluarga Naga. Mobil pun melaju membelah jalanan kota kecil Lembang menuju ke arah Bandung.




Setengah jam kemudian, mobil yang ditumpangi mereka sampai di salah satu mall besar di kota itu. Sebetulnya masih banyak mall besar di kota itu. Namun Zila mengajak mereka ke mall terdekat terlebih dahulu. Zila membawa mereka berbelanja sesuka mereka mau dan terserah apa yang mereka mau.



"Ayolah kalian belanja sesuka hati, apa yang kalian butuhkan silahkan ambil selama ada di mall ini. Tante Zuli mau ambil alat make up sekumplitnya,, ambil saja. Skincare dan perlengkapan mandi, sampo dan sabun dan yang lainnya ambil selama ada di sini."



"Paman Kobar mau belanja apa saja di sini ambil saja sesuai apa yang Paman butuhkan. Perlengkapan mandi dan makanan yang Paman butuhkan beli saja," cerocos Zila tidak henti memberi arahan pada Kobar dan Tante Zuli yang masih bingung harus membeli apa saking bingungnya dengan sikap Zila yang mengajaknya belanja sepuasnya.

__ADS_1



Melihat mereka bingung, Zila akhirnya berinisiatif mengajak mereka ke satu per satu kios belanja. Pertama-tama Zila mengajak mereka ke toko peralatan make up serta sabun dan lain-lain. Setelah dipaksa dan diambilkan keranjang belanja, Kobar dan Zuli akhirnya mau belanja meskipun dipaksa-paksa Zila. Zila sudah tahu inti kebutuhan sehari-hari mereka di rumah, Karena melihat mereka berdua bingung, Zila langsung memasuk-masukan sampo dan sabun dan banyak lagi kebutuhan di rumah mereka ke dalam keranjang belanja.



Kobar dan Zuli hanya terbengong tidak berkutik, malah mereka merasa takut dan memikirkan nanti Zila membayarnya menggunakan pakai apa?



Setelah semua keperluan kamar mandi terpenuhi, Zila mengarahkan mereka ke Kasir. Selain sibuk memasukkan belanjaan ke keranjang Kobar dan Zuli, Zila juga tidak lupa belanja alat make up untuk dirinya selengkapnya.



Setelah belanja perlengkapan mandi, Zila membawa mereka ke toko sembako. Kali ini Zila cuma mengarahkan dan mereka mengambil sesuai kebutuhan.



Ada yang membuat terharu Zuli saat Zila mengajaknya ke toko emas. Zila memaksa Zuli untuk membeli seperangkat perhiasan emas, Zuli sempat menolak, tapi karena Zila yang langsung memesan pada pelayan untuk menyiapkan seperangkat perhiasan emas kumplit, mau tidak mau Tante Zuli menerimanya.



"Zi, apa-apaan, jangan banyak-banyak begini membelikan tante emas segala. Ini sembako sama alat make up dan perlengkapan mandi saja sudah cukup dan banyak. Kalau kamu punya uang lebih baik disimpan buat Neng Zila," tampik tante Zuli yang terus dipaksa Zila untuk menerima pemberiannya. Karena Zila memaksa, mau tidak mau Zuli menerimanya walau hatinya sesungguhnya merasa malu.



"Ayo, apalagi yang mau kalian beli mungpung kita masih di sini? Beli saja." Keduanya menggeleng setelah tadi Kobar dan Zuli dipaksa membeli baju, padahal mereka sudah menolaknya.



"Nah, berhubung belanjanya kita sudah selesai, sebelum pulang kita makan dulu. Sekarang giliran kita makan mengisi perut," ajak Zila sambil menuju *foodcourt*. Setelah puas belanja seharian, akhirnya tiba saatnya mereka memanjakan perut dengan makanan yang menggugah selera.

__ADS_1



Baik Kobar dan Zuli sangat menikmati makanan yang tersaji di meja makan pengunjung. Zila senang banget melihat dua orang di depannya menikmati makanan sajian foodcourt mall ini. Senyum merekah di bibirnya selalu tersungging. Ternyata kartu ATM yang diberikan Naga tidak tanggung-tanggung, isinya sangat banyak dan Zila tidak sampai kekurangan hanya dengan mentraktir Paman dan Tante Zuli, dua orang yang selalu peduli padanya.


__ADS_2