Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 129 Musim 2 Syukuran Empat Bulanan


__ADS_3

     Usia kandungan Zila kini sudah menginjak empat bulan. Zila bersyukur sebab di trimester kedua sudah mulai enak makan. Makanan yang masuk sudah tidak mual muntah lagi. Sekarang Dokter menyarankan Zila makan dengan gizi yang seimbang, protein hewani maupun nabati juga buah-buahan dan sayuran boleh dimakan selama itu tidak berlebihan dikonsumsi.


     Naga senang sekali melihat Zila semakin sehat dan tidak mual seperti trimester pertama. Hari ini rencana Naga akan membawa Zila pada Dokter kandungan langganannya yaitu Dokter Rangga. Kali ini Naga mendatangai Dokter Rangga di malam hari di kediamannya atau tempat prakteknya.


      Naga ingin melihat hasil USG 4D yang hasilnya bisa dilihat jenis kelaminnya. Naga sudah tidak sabar lagi ingin melihat apa jenis kelamin anak pertamanya kelak. Bagi Nag maupun Zila laki-laki ataupun perempuan sama saja. Sama dalam mendapatkan takaran kasih sayang dari Naga maupun Zila sebagai Ibu.


     "Mari, Sayang, naiklah. Hati-hati." Naga membantu Zila menaiki mobil untuk pergi ke tempat praktek Dokter Rangga. Zila menaiki mobil dengan hati-hati dengan selalu memegangi perutnya sejak dia hamil.


     Lima belas menit kemudian mobil Naga tiba di rumah atau tempat prakteknya Dokter Rangga. Saat itu sudah ada beberapa orang yang antri. Namun karena Naga sudah daftar via online dari jauh hari, meskipun ngantri Zila sudah mengantongi nomer antrian. Satu orang lagi setelah ini maka giliran nomer antrian Zila.


      Dan kini tiba nomer antrian Zila, nama Zila dipanggil. Naga segera berdiri dan memapah tangan Zila dan membawanya ke ruangan pemeriksaan Dokter Rangga. Beruntung Naga dibolehkan masuk untuk melihat proses USG 4D.


     Zila diarahkan untuk baring di brangkar pasien dibantu oleh satu orang Perawat sebagai Asisten Pribadi Dokter Rangga. Kemudian perut Zila disingkap bajunya kemudian diolesi jel untuk proses merekam aktivitas bayi di dalam rahim ibu.


     Dokter Rangga maupun Naga penasaran dengan hasil USG itu, kemudian Dokter Rangga menyunggingkan senyum setelah melihat hasil USG. Melihat dari hasil USG, jenis kelamin bayi sudah bisa kelihatan dan ini menunjukkan progres yang sangat baik. Selain itu semua organ tubuh sudah terbentuk dan perkembangannya sangat baik.


     "Selamat, kurang lebih enam bulan lagi kalian akan segera berganti status, yaitu menjadi seorang Papa dan Mama." Dokter memberi ucapan selamat pada Naga dan Zila. Naga dan Zila tidak kalah bahagianya mendengar hasil USG kandungan Zila. Terlebih jenis kelamin yang mereka sebutkan membuat mereka ternganga. Bagi mereka apa saja jenis kelaminnya tidak masalah yang penting sang jabang bayi sehat walafiat dan tidak kurang satu apapun.


     "Pantas kamu malas berdandan dan kadang mandi saja sehari harus dipaksa ternyata anak kita seorang jagoan yang siap membela mamanya kemana-mana," tukas Naga gembira sembari mencolek hidung Zila yang sedikit manyun saat disinggung bahwa dirinya malas berdandan dan dan mandi.


      "Alhamdulillah, alangkah senangnya aku, Kak. Rasanya tidak sabar untuk menunggu kelahiran sang jagoan kita," balas Zila sangat antusias diiringi matanya yang berkaca-kaca. Zila sangat terharu dan bahagia.

__ADS_1


     Setelah mendapatkan kabar bahagia dari Dokter Rangga terkait kandungan Zila, Naga dan Zila berpamitan pada Dokter Rangga dengan membawa hati yang gembira malam itu, menuju ke apartemennya.


     Berita usia kandungan Zila yang ke empat bulan ini terdengar ke telinga kedua mertua Zila. Bu Hilsa senang bukan main. Dia mengatur rencana tanpa sepengetahuan Zila untuk syukuran empat bulanan usia kandungan Zila.


     Bu Hilsa tahu-tahu mengirim utusan untuk menjemput Zila ke rumahnya dalam rangka syukuran. Awalnya Zila tidak diberi tahu ada hal apa sampa mertuanya menjemputnya ke rumah?


     Tiba di rumah mertuanya, Zila segera digiring ke sebuah ruangan untuk didandani layaknya ibu hamil. Setelah itu Zila dibawa keluar ruangan dengan suara riuh sambutan para tetamu yang sudah hadir. Kebanyakan tamu yang datang merupakan teman dekat Naga dan saudara-saudara dari keluarga besar bu Hilsa maupun keluarga besar Pak Hasri.


     Sungguh ini sebuah kejutan besar bagi Zila. Dia sungguh terharu atas kejutan yang diberikan kedua mertuanya. Tidak menduga kedua mertuanya memberikan kejutan empat bulan tanpa sepengetahuannya.


     Prosesi adat syukuran empat bulanan Zila pun segera dimulai. Zila melewati tahapan prosesi adat dengan lancar dan tanpa hambatan yang berarti.


     Semua tamu yang hadir dipersilahkan mencicipi hidangan yang ada. Dari sekian tamu yang hadir yang membuat Zila bahagia adalah kehadiran Kobar dan Tante Zuli, serta Diara yang tidak disangka-sangka sedang pulang ke Lembang.


      "Aku kebetulan baru datang tadi malam Zi, aku liburan beberapa hari, dan ingin menghabiskan waktu bersama Ibu dan Bapak baru aku di Lembang. Tapi ternyata ada undangan khusus pada Bapak dan Ibu untuk menghadiri acara syukuran empat bulanan, yang tanpa kuduga acara ini merupakan acara empat bulanan menantunya Bos Besar Hasri Group," jelas Diara panjang lebar.


     Dalam hal ini Diara baru tahu bahwa Zila merupakan menantu Bos Besar Hasri Group.


     "Paman dan tante Zuli silahkan nikmati hidangannya." Zila mempersilahkan Kobar dan Zuli menikmati hidangan yang tersaji secara prasmanan di meja hidang. Sementara Diara masih setia di samping Zila.


     "Selamat, ya, Zi, kamu sangat beruntung menikah dengan seorang anak Bos Besar perusahaan Hasri Group, aku tidak menduga bahwa kamu merupakan menantunya."

__ADS_1


     "Iya, Di, terimakasih. Aku juga tidak menduga akan berjodoh dengan orang tajir. Padahal dulu memang itu cita-cita aku dan Paman Kobar supaya kami bisa bayar hutang ke rentenir. Dan ternyata pertemuan aku dengan Kak Naga membawa hikmah. Akibat ancaman orang-orang Kak Naga, Juragan Desta menghapuskan bunga berlipat yang dibebankannya pada si penghutang, sampai mereka kocar-kacir," tutur Zila mengenang kembali masa lalu yang pahit bersama Kobar yang selalu dikejar-kejar rentenir.


"Lantas suami kamu yang mana, Zi, sejak tadi belum kelihatan." Diara heran dengan keberadaan suami Zila yang sejak tadi tidak diperkenalkan Zila di hadapannya.



"Suami aku ada urusan sejenak dengan Asistennya, sebentar lagi juga datang." tidak lama dari itu perbincangan mereka tiba-tiba harus terhenti karena kedatangan Naga dan Hasya. Sungguh ini kejutan terindah sekaligus membuat terhenyak bagi Hasya, rupanya gadis yang selama ini berhasil dia selipkan namanya hadir dalam acara syukuran empat bulanan Zila.



"Sayang, kamu sendirian? Maafkan aku baru datang, urusan aku dengan Hasya baru kelar." Naga meminta maaf seraya meremat jemari Zila.



"Aku tadi berempat bersama Diara, Paman Kobar dan Tante Zuli. Tapi Paman Dan Tante Zuli aku suruh makan duluan dan menikmati hidangan yang ada. Dan yang ada di samping aku adalah Diara anak dari Tante Zuli, sejak Paman Kobar dan tante Zuli menikmati hidangan duluan, Diara menemani aku," tutur Zila menjelaskan siapa Diara.



Sementara Diara yang diomongkannya malah membelakangi mereka dan kini tengah berbincang dengan Hasya. Zila heran sejak kapan Diara bisa kenal Hasya dan di mana? Mereka nampak sudah tidak kaku lagi dan anehnya Zila melihat Diara dan Hasya sangat cocok.


__ADS_1


"*Mereka nampak cocok, sejak kapan mereka saling kenal*?" Zila bertanya-tanya dalam hati sembari tidak berkedip melihat keakraban Diara dan Hasya.


__ADS_2