Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 55 Penjahatnya Satu Per Satu Ditangakap


__ADS_3

Akhirnya Haidar diringkus dan dibawa ke kantor polisi. Anak dan istrinya menatap sedih kepergian Haidar yang dibawa pihak kepolisian. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain menangisi kepergian Haidar. Tangisan istri Haidar pun sama sekali tidak membuat Zila terenyuh. Inilah harga yang pantas mereka dapatkan dari sebuah kejahatan yang mengakibatkan seorang anak yatim piatu hidup serba kekurangan dan malah hidup penuh cemooh dari orang-orang hanya karena Zila bekerja di sebuah kafe.



Zila tersenyum puas, seketika dia berubah menjadi Zila yang kejam. Naga tidak bisa mencegah apa yang dilakukan istrinya, toh Zila memang sudah di koridor yang benar. Akan tetapi Naga sangat mengkhawatirkan kondisi Zila yang saat ini sedang hamil. Dia takut terjadi apa-apa jika Zila terlalu banyak gerak dan kelelahan.



Haidar berhasil digiring ke dalam mobil tahanan polisi, kini pihak kepolisian juga akan menjemput pihak Kepala Desa dan perangkatnya yang lain yang ikut terlibat dalam kasus ini.



Tidak lupa harta kekayaan Haidar pun disita Naga dengan bantuan pihak kepolisian. Naga tidak mau uangnya yang telah dipakai membeli tanah yang diklaim milik Haidar raib begitu saja. Dia menuntut uang itu kembali sehingga dengan langkah cepat Naga segera menyita hartanya Haidar. Haidar benar-benar dimiskinkan, hanya sisa satu rumah yang ditempatinya itu saja yang tidak Naga sita.

__ADS_1



Tiba di sebuah rumah mewah mirip keraton, mobil tahanan polisi berhenti. Mobil Hasya maupun Naga mengikuti di belakangnya. Rupanya rumah besar bak keraton itu rumah milik Pak Hardi, alias Pak Lurah. Naga segera turun dari mobil, begitu juga Hasya,



"Jangan bawa Bapakkkk," teriak seseorang dari dalam rumah tersebut. Sampai Pak Hardi keluar dari rumah itu. Saat tubuh Pak Hardi digiring keluar, di belakangnya ada Nauri teman satu kelasnya dulu. Zila semakin tertawa puas melihat wajah Nauri yang langsung menunduk saat bersitatap dengan Zila.




"Lihat Paman, satu per satu orang-orang yang pernah jahat sama kita, kini mendapatkan balasan yang setimpal, setidaknya mereka menjadi jera," ujar Zila sembari menatap ke arah mobil polisi yang semakin jauh dengan bunyi sirine memekakkan telinga.

__ADS_1



Sementara itu setelah mobil tahanan polisi sudah menjauh, Hasya terlibat pembicaraan dengan Naga sebelum mereka memutuskan berpisah. Naga akan kembali ke Bandung, sedangkan Hasya masih di kota kecil itu dengan misi pembangunan pabrik kecil di lahan miliknya yang kini sebenarnya milik Zila.



Dalam hal ini berkaitan dengan tanah yang sesungguhnya sekarang ini adalah milik Zila, Naga belum sempat membicarakan kronologis asal mula dia mendapatkan tanah tersebut. Nanti setelah pulang dari sini, Naga janji akan berbicara banyak hal terkait tanah itu.



Mobil Naga segera meluncur membelah jalanan kota itu untuk kembali ke kota Bandung. Sepanjang perjalanan Zila sangat bersyukur, sepertinya Allah sengaja mengirimkan Naga menjadi jodohnya sekaligus sebagai perantara yang bisa mengembalikan tanah milik bapaknya kini kembali menjadi miliknya. Zila tersenyum bahagia telah memiliki Naga.


Bersambung ke season 2 yang lebih menekankan pada diujinya pernikahan Zila dan Naga dengan munculnya mantan istrinya Naga. Bagaimana sikap Zila? Dan apakah Naga akan goyah atau justru cintanya semakin kokoh terhadap Zila? Jawabannya akan ditemukan di episode selanjutnya......lanjut ya.....

__ADS_1


Nb; kepada Kak @Maulida saya mohon nomer HPnya segera dibagi ke saya, ya. Soalnya hadiah hiburan berupa pulsa 10k sudah menunggu Anda. Terimakasih......


__ADS_2