Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 115 Musim 2 Nagi yang Malang


__ADS_3

     Handi tidak mau mendengarkan penjelasan dokter mengenai keadaan Harumi dan penyebab kenapa Harumi bisa kehilangan setengah kesadarannya ketika dibawa ke klinik. Handi marah ketika Dokter menyebutkan Harumi sedang hamil dengan usia kandungan satu bulan.


     Karena amarahnya, Handi menganggap dan menyimpulkan bahwa anak dalam kandungan Harumi bukanlah darah dagingnya melainkan anak dari Harsya sang pengkhianat.


     Bantahan demi bantahan terus Handi lontarkan saat Harumi mulai pulih dan pulang dari klinik. Harumi dituding Handi sudah berselingkuh dengan Harsya dan anak yang dikandung Harumi merupakan anak Harsya.


     "Demi Tuhan, Mas, anak ini anak kamu. Anak ini sudah ada dalam kandunganku sebelum bajingan itu memperkosa aku. Aku bersumpah Mas atas nama Tuhan, aku tidak berselingkuh atau mengkhianati cinta kita." Harumi memberikan pembelaannya dan bersumpah di hadapan Handi bahwa dia tidak berselingkuh atau mengkhianati cinta Handi.


     "Bohong, kamu pembohong. Aku tidak percaya kamu setia padaku. Aku tahu selama ini kamu sudah diam-diam membohongiku. Aku tahu perselingkuhan kamu itu sudah lama dan kebetulan baru kemarin kamu apes dan ketahuan oleh mata dan kepalaku sendiri," tudingnya tanpa peduli lagi penjelasan Harumi.


     Harumi berlari dan bersujud di kaki Handi. Dia sekali lagi bersumpah di kaki Handi bahwa ia sama sekali tidak berselingkuh. Perbuatan kemarin yang dia perbuat dengan Harsya sungguh-sungguh diluar kendali dan akal sehatnya. Sebetulnya jika Handi mau mendengarkan penjelasan dokter kemarin, bisa jadi saat itu dia tidak akan semarah itu.


     Dokter menjelaskan pada Harumi bahwa dia datang ke kliniknya dalam keadaan hilang setengah kesadarannya akibat obat tidur yang dioplos dengan obat perangsang, sehingga dia bisa diam saja saat dipaksa oleh Harsya.


     "Aku bersumpah Mas, aku diperkosa oleh laki-laki bajingan itu. Aku diperkosa dan saat itu aku dalam keadaan hilang setengah kesadaran. Aku bersumpah anak ini adalah anakmu bukan anak si bajingan itu." Harumi terus menyangkal dan membela dirinya.


     "Setelah anak ini lahir aku mau tes DNA, dan selama kamu hamil aku tidak mau menyentuhmu, karena aku merasa jijik padamu," tukas Handi marah kala itu. Harumi hanya bisa menangis melihat penolakan Handi tehadap dirinya dan juga janin yang dikandungnya.


     Lalu, dua tahun setelah Harumi melahirkan, Handi yang pernah mengatakan ingin tes DNA setelah bayi itu lahir, tidak menanggapi apapun. Dia semakin tidak peduli dengan Harumi sehingga saat usia Nagi tepat dua tahun, ketika Harumi sedang merayakan ulang tahun Nagi. Pada saat itu Harumi ditalak satu oleh Handi tanpa mau menerima penolakan atau penjelasan dari Harumi. Bahkan saat Harumi ingin memperlihatkan sebuah cangkang obat yang dia temukan di bawah meja rias pun, Handi tidak peduli dan pergi begitu saja sesaat setelah mengucapkan ikrar talak di hadapan Pak Hasri dan Bu Hilsa.


     Bu Harumi menangis kembali ketika dirinya mengingat peristiwa pahit dua puluh tujuh tahun yang lalu saat diperkosa Harsya, dan 24 tahun diceraikan begitu saja oleh Handi tanpa mau mendengarkan alasan apapun.


     "Maafkan Ibu, Nak. Ibu tidak akan sanggup jika harus mengenang kembali masa lalu kelam yang pahit itu. Jika diceritakan kembali maka Ibu tidak yakin Ibu akan siap menceritakannya," batinnya penuh penyesalan. Bu Harumi bangkit lalu mendekati sebuah lemari yanng ada lacinya. Bu Harumi meraih sebuah cangkang obat yang sejak peristiwa itu disimpannya rapi di dalam sebuah amplop. Di dalam kemasan itu masih jelas tertera tanggal kadaluwarsa. Hanya cangkang itulah satu-satunya bukti yang kuat bahwa dirinya saat itu merupakan korban pemaksaan dan perkosaan seseorang.


     Bu Harumi segera menghapus air matanya, dia tidak ingin memperlihatkan semua air matanya di depan Nagi. Setelah Bu Harumi ditalak di depan Pak Hasri dan Bu Hilsa, Bu Harumi pergi karena tidak tahan dengan cibiran masyarakat yang menganggapnya sebagai istri yang pengkhianat. Harumi saat itu sangat buntu harus pergi ke mana. Namun salah satu tetangga yang iba padanya dan yakin betul bahwa Bu Harumi hanya korban pemerkosaan, dengan berbaik hati mengajaknya pindah ke kota kelahirannya di Medan.

__ADS_1


Nagi keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah bugar. Bu Harumi menyambut anaknya dengan menyiapkan baju ganti dan mereka sholat Magrib berjamaah bersama. Bu Harumi bertekad akan tetap menyembunyikan peristiwa pahit yang menimpanya beberapa tahun yang lalu. Biarlah semua rahasia ini dia pendam dalam-dalam sampai waktu akan mengungkap sendiri kebenarannya.


Kembali Ke Naga


Setelah acara launching pabrik yang di Lembang selesai, Naga dan Zila kembali ke Bandung. Semua hal yang berhubungan dengan pabrik baru ini sudah diserahkan semua pada Hasya. Hasya dengan cepat menyusun orang-orang yang mumpuni di bidangnya untuk menjalankan perusahaan berskala kecil ini. Meskipun berskala kecil, tapi produk-produknya merupakan produk yang akan diekspor ke mancanegara terutama Asia.



Zila sangat bersyukur, dengan adanya pabrik ini di kampungnya, maka bisa menyerap tenaga kerja dari kampungnya yang kebetulan anak mudanya masih banyak menganggur.



Yang lebih membuatnya bersyukur adalah, kehadiran Paman Kobar dalam susunan kepemimpinan di dalam pabrik ini, meskipun sebagai Pengawas gudang, Kobar sangat bersyukur diamanahi tugas berat yang dipikulnya kini. Setidaknya dia kini memiliki pekerjaan tetap untuk menghidupi istrinya dari jalan yang halal.




"Mila lagi Mila lagi, ada apa dia sebenarnya, jauh-jauh datang kemari hanya untuk mengganggu hubungan rumah tanggaku," gerutu Naga tidak suka. Baginya kehadiran mantannya ke kantornya malah membuat mood Naga semakin rusak.



"Aku bukan ingin membuat moodmu rusak Naga, melainkan akan mengembalikan moodmu menjadi lebih baik, percayalah," ujar Mila yang tiba-tiba memeluk Naga dari arah belakang kemudian menempatkan kepalanya di ceruk leher Naga, semakin membuat Naga naik pitam.


__ADS_1


Bersamaan dengan itu, tepat Mila menempatkan kepalanya di ceruk leher Naga, Zila datang dengan wajah yang kaget dan terbelalak tidak percaya.



"Kak Naga, apa yang kalian lakukan?" kejut Zila tidak percaya dengan mulut yang ditutup sebelah tangan.



"Lepaskan, apa-apaan!" pekik Naga menepis tubuh Mila sehingga terdorong ke belakang. Mila tersentak, hampir saja tubuhnya menubruk tembok, untungnya Mila langsung terhuyung dan tubuhnya merunduk sehingga tidak terjadi tubrukan ke tembok.



Naga membalikkan badan dan melihat Mila di sana terhuyung. Naga sangat marah saat melihat Mila di sana.



"Apa yang kamu lakukan selama tidak ada aku di kantor ini? Apakah kamu mau mencuri resep pabrik ini?" tanya Yara tegas.



"Pergi dari ruanganku, dan aku pastikan ini adalah kedatanganmu yang terakhir kalinya ke kantorku. Aku akan memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaan Kappa Food. Lihat saja nanti," tegas Naga dengan amarah yang seakan berada di puncak.



Zila terkesima melihat Naga marah dan hampir saja membentur tubuh Mila ke tembok. Tidak lama dari itu, Naga menghubungi Sekuriti pabrik dan memerintahkan supaya Mila diusir. Disusul dengan sebuah panggilan Naga pada pemilik perusahaan Kappa Food, bahwa mulai detik ini Naga memutuskan kerjasama dengan Kappa Food.

__ADS_1



Mendengar keputusan Naga yang seperti itu, baik Zila maupun Mila sama-sama terbelalak. Sayangnya reaksi kaget mereka atas keputusan Naga itu berbeda makna, Zila sangat bahagia atas keputusan cepat Naga.


__ADS_2