Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 117 Musim 2 Private Number


__ADS_3

     "Aku rasa itu bukan solusi yang baik, Kak. Aku akan menghadapi teror itu dengan semua keberanianku yang ada. Aku hanya shock di awal, jadi jangan Kak Naga pikir aku sangat penakut, justru aku ingin sekali mengungkap siapa sebenarnya dalang di balik teror itu. Apakah Kak Naga masih mengkhawatirkan keselamatan aku, sementara aku masih ada Tuhan yang melindungi dan juga orang-orang Kak Naga yang selalu siap sedia menjadi Pengawalku?" yakin Zila membuat Naga pikirannya terbelah menjadi dua.


     "Kak Naga tidak perlu khawatir banget seperti itu, Kak Naga memiliki man power yang bisa diandalkan, kalau hanya sekedar teror murahan seperti itu, sekali tunjuk atau sekali ucap, Kak Naga bisa langsung perintahkan orang dan mencari siapa dalang di balik teror ini. Jadi, jangan terlalu berlebihan mengkhawatirkan keselamatan aku," yakin Zila lagi membuat Naga sedikit lega.


     "Kamu yakin, Zi? Kamu bukan penakut seperti yang aku pikirkan?"


     "Ayolah Kak, jangan terlalu serius menanggapi teror ini. Aku yakin semua ini hanya sebuah gertakan sesaat untuk mengganggu hubungan rumah tangga kita supaya kita bertengkar terus, bukankah kalau kita tinggal di rumah Papa dan Mama Kak Naga, kita tidak akan bebas melakukan olah raga di mana saja, bukan?" tukas Zila merayu dengan tingkah genitnya, lalu dia berdiri dan duduk di atas pangkuan Naga dengan tangan melingkar di leher Naga.


     Melihat tingkah Zila yang genit dan menggemaskan itu seketika membangkitkan hasrat Naga yang sejak kemarin menggebu, terlebih Zila memang memberi kode dengan sikap genitnya itu. Naga sangat paham dan memang itu yang dia inginkan.


     "Sayang, kamu menantang aku? Lihat apa yang akan aku lakukan, kamu tidak akan berdaya dengan semua keperkasaanku karena kamu menggodaku," ujarnya seraya mengangkat tubuh Zila, lalu dibawanya ke dalam kamar dan dihempaskan di sana. Zila berguling-guling manja dengan tawa renyah di bibirnya. Dia memang senang dengan kegarangan Naga, sebab dengan begitu, Zila akan sangat puas mengakhiri petualangan cintanya bersama Naga.


     "Ayo Kak, kejar aku. Aku akan sangat puas jika Kakak sangat garang," tantangnya lagi. Semakin Zila menggoda semakin Naga tertantang, dia sangat suka Zila yang agresif dan energik.


     Naga mengejar Zila yang semakin lincah bagaikan jinak-jinak merpati. Lalu sekali kejar tubuh Zila yang lebih kecil dari Naga bisa Naga tangkap, mereka terjatuh di atas karpet bulu yang lembut.


     "Mau lari kemana, jangan membuat au semakin garang sebab kamu belum pasti bisa mengimbangi kegaranganku," ancam Naga tidak membuat Zila nyalinya takut, justru dia senang dengan kegarangan Naga.


     "Aku tidak akan takut, aku ini bukan penakut, apalagi hanya melawan Kak Naga yang garang." Mendengar Zila yang semakin berani menantangnya, Naga tidak menunggu lagi aksinya untuk menaklukan singa betina yang haus belai kasih sayang dan sentuhan singa jantan. Naga menyeringai tiba-tiba ada ide liar untuk melaksanakan sunnahnya di atas karpet bulu saja, biar sensasinya beda.


     "Sayang, bagaimana jika kita lakukan di sini saja agar ada sensasi lain?" Tidak diduga Zila mengangguk manja dan segera memberi jalan untuk Naga segera beraksi.

__ADS_1


Satu jam kemudian.


     "Kak Naga mengapa Kak Naga selalu membuat aku tidak ingin melepaskan Kak Naga pada siapapun? Kak Naga sangat tampan dan kuat, aku suka." Zila memuji sembari mencium jemari Naga yang melingkar di perutnya. Naga tersenyum dengan ungkapan Zila barusan, Naga merasa terharu dengan apa yang Zila ungkapkan.


     "Kamu juga, Sayang. Kamu sangat enerjik sehingga karpet bulu ini letaknya bergeser jauh dari letak asal." Mendengar itu Zila hanya tertawa geli sebab kelakuannya tadi memang benar-benar sangat enerjik dan dahsyat.


***


     Hari pun berlalu, teror itu kembali datang melalui sebuah paket. Paket itu ditujukan untuk Zila. Zila tersenyum remeh, kemudian dengan tidak membuka paket, Zila segera menghubungi sekuriti apartemen untuk menuju ke unitnya. Tidak berapa lama dua orang Sekuriti datang, disambut Zila yang sudah menunggu.


     "Ada apa, Mbak?"


     "Ini Pak Bagas, saya mau melaporkan sebuah paket misterius yang sengaja dikirimkan untuk saya, tapi saya tidak merasa membeli apa-apa dari pasar online, nama pengirim juga saya yakini fiktif sebab si pengirim sudah sempat saya hubungi dan nomernya ternyata tidak aktif," ujar Zila melaporkan.


     Zila mengikuti Pak Bagas dan Pak Bagus yang membawa paket itu ke sebuah taman di area apartemen.


     Zila menyiapkan kameranya untuk merekam paket yang dibuka oleh Pak Bagas dan Pak Bagus. Dan ternyata isinya hanya sebuah kotak kado yang dibungkus dan dibungkus lagi. Benar-benar membuat dongkol saja.


     "Terimakasih Pak Bagas dan Pak Bagus atas bantuannya, ternyata si peneror hanya ingin membuat saya darah tinggi saja. Tapi, setelah ini saya yakin orang ini pasti mengirimkan lagi paket, sebab ini paket misterius yang kedua untuk saya dari seseorang," ungkap Zila kesal setelah melihat isi paket itu hanya bungkusan kado yang dibungkus sampai kecil.


     "Sama-sama, Mbak. Nanti kalau ada paket misterius lagi lebih baik abaikan saja, atau saat si pengantar paket datang, Mbak tahan dulu dan tanyakan dari mana asal paket tersebut, sebab paket itu tidak dikirim dari sebuah agen pengiriman barang," ujar Pak Bagas memberi ide.

__ADS_1


      "Iya, Pak, betul. Lain kali akan saya coba begitu. Tapi, mudah-mudahan sih tidak ada lagi kirman paket misterius untuk saya," harap Zila.


Zila kembali ke apartemennya dengan hati yang bertanya-tanya. Dia harus bisa mengungkap siapa sebenarnya orang yang telah mengirimkan paket misterius itu.



Sebelum dirinya sampai di depan pintu apartemen, tiba-tiba Hp Zila bunyi. Zila segera memeriksa Hpnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Ketika dilihat ternyata seseorang yang menghubunginya lewat telepon biasa dengan nomer yang tersembunyi alias *private number* . Hati Zila bertanya-tanya, siapakah yang menghubunginya dengan nomer disembunyikan? Apakah si peneror itu.



Dengan keberanian yang besar dan berdoa dulu sebelum mengangkat panggilan tersebut, Zila mengangkat panggilan itu dengan suara yang lantang dan jelas.



"Halo, dengan siapa saya berbicara?" sapanya seraya menempelkan lebih dekat Hpnya di telinga. Bersamaan dengan itu, dengan sangat mengejutkan seseorang tiba-tiba merangkul Zila dari belakang, sehingga Hp yang sedang dia pegang dan menempel di telinganya hampir saja terlepas.



"Arghhhhh," desisnya terkejut.


__ADS_1


Siapakah orang yang mengejutkan Zila dan merangkulnya? Lalu siapa sebenarnya orang yang menghubungi Zila private number?


__ADS_2