Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Bab 76 Musim 2 Utusan Masagi Food


__ADS_3

Naga mengurungkan niatnya memasuki lift dan keluar dari lift yang sudah dia masuki bersama Zila satu langkah. Zila heran sebetulnya ada apa dengan Naga yang seperti enggan memasuki lift.



Di luar lift Naga segera menghubungi seseorang. "Handi, sterilkan lift mulai jam dua belas siang nanti. Lift hanya boleh dimasuki staff direksi dan CEO. Manager dan pihak luar harus menggunakan tangga," perintah Naga kepada Handi bagian Maintenance. Handi terdengar mengiyakan perintah Naga.



Beberapa menit kemudian Naga memasuki kembali lift seraya memegangi lengan Zila. Zila sejak tadi keheranan dan belum ada kesempatan bertanya pada Naga. Lift pun berjalan menuju lantai empat ruangan CEO.



Lift berhenti tepat di lantai empat. Naga keluar diikuti Zila yang tidak hentinya mengagumi keadaan kantor Naga. Tepat di depan sebuah pintu yang di atasnya bertuliskan CEO, Naga berhenti dan pintu itu terbuka secara otomatis, membuat Zila tersentak kaget. Naga masuk sembari menaik lengan Zila.



"Inilah ruanganku," ujarnya memberi tahu. Zila terkagum-kagum dengan mulut yang menganga. Zila seakan tidak peduli dengan Naga yang tengah memperhatikannya sembari senyum-senyum.



"Sayang duduklah di sofa itu sambil menikmati camilan yang tersedia," ujar Naga menunjuk ke arah sofa yang berada di dalam ruangan Naga. "Atau kalau kamu mau beristirahat dan malas-malasan, kamu bisa ke ruangan sebelah. Di sana kamar pribadiku. Kamu bisa tiduran di sana," tunjuk Naga pada sebuah ruangan yang dikatakan Naga sebagai ruangan pribadinya untuk beristirahat. Zila menoleh dengan senyum yang mengembang.



"Ini ruangan Kak Naga?" tanyanya tidak percaya. Naga mengangguk sembari menuju kursi kebesarannya. Naga duduk dan melihat map di atas mejanya.



"Kak Naga, boleh aku bertanya? Kenapa tadi Kak Naga mengurungkan niatnya untuk masuk lift saat ada dua orang perempuan dan laki-laki? Apakah Kak Naga mengenalnya?" tanya Zila menyelidik. Naga pikir Zila tidak akan ingat hal tadi saat di lift.



"Iya, aku mengenalnya," jawabnya sembari fokus menuju map yang sudah ada di meja.



"Lalu siapakah dia, apakah dia mantan istri Kak Naga yang bernama Dila itu?" tanya Zila lagi semakin penasaran. Naga menggeleng. "Lantas?"


__ADS_1


"Dia adalah mantan istriku yang pertama, dia Mila," jawab Naga jujur. Zila tercengang mendengar pengakuan Naga, Dila mantan istri keduanya, dan perempuan yang tadi Mila mantan istri pertama Naga. Kenapa semua mantan Naga tiba-tiba berdatangan seperti sengaja ingin menguji pernikahan Naga dan Zila yang baru dibina beberapa bulan ini?



"Apa, Mila? Mantan istri pertama Kak Naga, dan yang kemarin Kak Naga ceritakan adalah Dila mantan istri kedua Kak Naga?" kejutnya terduduk lemas. Zila mendadak seperti tidak bertenaga setelah mendengar pengakuan Naga yang cukup mengejutkan. Zila seolah mendapatkan gempuran dari sana-sini dalam rumah tangganya. Zila segera meneguk minuman mineral kemasan yang berada di meja, untuk meredakan keterkejutannya di hari pertama dia datang ke perusahaan Naga.



"Iya. Aku juga sangat terkejut ketika tadi melihat Mila yang sudah berada di dalam lift." Naga berhenti sejenak menjeda ucapannya. "Sayang, apakah kamu tidak apa-apa?"



"Maksud, Kak Naga?" Zila menjadi bingung dengan pertanyaan Naga.



"Ketika aku memutuskan menikahimu dan baru beberapa bulan pernikahan kita berjalan, tiba-tiba mantan-mantanku berdatangan seperti sengaja ingin kembali mencuri perhatianku. Apakah kamu akan tetap bertahan bersamaku?" Pertanyaan itu terlontar dari mulut Naga, yang seharusnya ditujukan untuknya bukan untuk Zilla.



"Kenapa Kak Naga bertanya padaku, seharusnya yang pantas bertanya itu adalah aku pada Kak Naga. Apakah Kak Naga akan tetap bertahan denganku ditengah-tengah dua gempuran mantan istri?" Zila balik melontarkan pertanyaan yang sama yang dilontarkan Naga tadi.




"Apakah Kak Naga serius? Ketika seseorang pernah patah hati dan seseorang itu datang kembali menghadirkan cinta, apakah Kak Naga tidak akan tergoyahkan oleh godaannya?" Pertanyaan Zila kali ini didasarkan pada hati Zila yang tiba-tiba merasa takut jika Naga akan goyah.



"Zi, aku tidak ingin kembali ke masa lalu, apalagi masa lalu itu pernah menorehkan luka. Kamu tidak perlu merasa takut selama kamu mampu menjaga kesetiaan padaku," ujarnya meyakinkan Zila seraya menghampiri Zila yang berubah sedih.



Zila mendongak dan menatap Naga dengan mata yang sudah berkaca-kaca, bisa ditebak air mata itu sebentar lagi pasti jatuh membasahi pipi Zila yang mulus.



Naga menghapus bulir bening yang mulai turun dengan tisu, dia tidak rela melihat Zila meneteskan air mata untuknya karena memikirkan perkiraan-perkiraan yang belum jelas kebenarannya. Untuk menghindarkan prasangka-prasangka buruk Zila padanya, Naga harus bertindak cepat supaya menghindari bahkan kalau perlu memutuskan semua kerjasama yang ada kaitannya dengan dua mantan istrinya.

__ADS_1



"Sudah, Sayang. Aku tahu kamu selalu mencintai aku. Dan aku juga demikian. Kamu jangan terlebih dahulu berpikiran negatif, sebab itu semua akan mempengaruhi pikiran sehatmu. Jauhkan semua prasangka buruk. Sekarang mari berpikir bagaimana caranya kita bersama-sama menghalau gangguan itu," pungkas Naga seraya merangkul tubuh Zila bersandar di dadanya.



"Pak Naga. Oh, maaf." Tiba-tiba Desy sang Sekretaris masuk ke dalam ruangan Naga seperti ada hal yang ingin disampaikan. Zila mengurai pelukannya di bahu Zila dan menoleh ke arah Desy.



"Iya, apa yang ingin kamu sampaikan, Desy?" Naga beralih pada Desy. "Aku bekerja dulu. Kamu tunggu aku di sana atau masuk kamar juga boleh," ujar Naga sebelum beralih menuju mejanya dan berjalan menuju mejanya. Naga kembali menduduki kursi kebesarannya dan menghadap ke arah Desy.



"Silahkan, Desy. Apa yang akan kamu sampaikan?" sapa Naga lagi pada Desy.



"Utusan dari perusahaan Masagi Food datang untuk menyampaikan hasil audit kemarin di perusahaannya. Seperti yang Pak Naga tahu perusahaan Masagi Food sudah bekerjasama dengan perusahaan Naga Group dua tahun lamanya. Kini mereka mengutus dua orang kepercayaannya untuk menyampaikan hasil auditnya pada Pak Naga selaku CEO," tutur Desy menjelaskan.



Naga mengerutkan kening, sebab tidak biasanya perusahaan Masagi Food mengutus orang lain selain CEOnya sendiri. Apa lagi CEO Masagi Food tidak ada konfirmasi terlebih dahulu mengenai hal ini.



"Desy, tolong alihkan laporan audit dari Masagi Food pada pihak direksi!" perintah Naga tidak enak, sebab dengan tiba-tiba tanpa pemberitahuan pemilik perusahaan Masagi Food mengutus orang untuk menyampaikan hasil auditnya.



"Tapi orangnya sudah di depan pintu, Pak," ucap Desy.



"Laksanakan perintah saya!" tegas Naga menolak utusan dari Masagi Food.



"Pak Naga, apakah Anda tidak kenal saya?" serobot seseorang sembari memasuki ruangan Naga dengan memaksa.

__ADS_1


__ADS_2