
Malam sudah semakin larut, setelah tadi berbicara banyak bersama Nagi, Zila masuk kamar. Rasa mual yang kemarin dirasakan, kini terasa lagi. Namun intensitasnya tidak terlalu sering. Zila cukup menyediakan asinan yang dibuat Bi Rana beberapa hari yang lalu.
Kejadian tadi malam, juga tadi sore saat memergoki Hilda dan Nagi sedang bercumbu, kembali membayang di kepalanya. Zila hanya takut sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi pada Hilda, terlebih Hilda merupakan remaja labil yang sedang jatuh cinta. Zila takut karena rasa cintanya pada Nagi, Hilda jadi hilang kendali, beruntung Nagi mau mengikuti sarannya.
Tapi jika dilihat dari mata kasar, Nagi sepertinya menaruh hati juga dengan Hilda meskipun awalnya menolak. Sementara Hilda, cintanya terhadap Nagi sudah terbentuk sejak lama, sejak sering diantar jemput sekolah oleh Nagi. Rasa ketergantungan dan terbiasa dimanjakan Nagi dengan dibelikan es krim hampir tiap hari, membuat Hilda merasa Nagi adalah orang yang sangat perhatian dan menyayangi melebihi kedua orang tuanya. Pada akhirnya cinta Hilda pada Nagi sudah **over**load**, dan sepertinya jika mendapatkan penolakan dari Nagi, maka akan jadi bumerang buat Hilda. Itu yang Zila takutkan.
Zila menarik nafasnya panjang kemudian menghembuskannya, untuk melupakan masalah tadi, yakni antara Hilda dan Nagi. Untuk sementara Zila bisa bernafas lega, sebab Nagi sudah mau menerima sarannya.
Kini giliran Zila yang galau, setelah tadi dengan garang dan bijaksananya memberi saran dan peringatan pada Hilda yang dilanda cinta over load pada Nagi. Zila galau sebab sejak kepergian Naga sampai larut malam ini belum ada satupun kabar darinya.
Hampir jam sepuluh malam, tapi Naga belum juga menghubungi. Zila menjadi risau. Hp di tangannya ditatap sampai tidak mau berkedip, berharap Hp itu berbunyi dan panggilan dari Naga masuk. Namun sampai tiba waktu menunjukan pukul sebelas malam, Naga tidak kunjung menghubungi. Akhirnya penantian Zila sia-sia, sampai dia tertidur Naga tidak kunjung menghubungi.
Sementara itu di Surabaya. Naga yang sejak tiba di kota Pahlawan menjelang Maghrib tadi, langsung menemui klien yang sudah menunggu. Klien itu tidak mau menunggu sampai besok, sebab setelah menandatangani kerjasama bersama perusahaan Naga Group, Tuan Kappa akan segera terbang ke Singapura untuk kembali menandatangi kerjasama dengan perusahaan di negara singa tersebut.
"OK, terimakasih Tuan Kappa sudah meluangkan waktu untuk menunggu saya. Sekarang kerjasama diantara kita sudah terjalin, dan kita sudah deal menjalin kerjasama. Untuk itu sudi kiranya Tuan minum kopi sejenak bersama saya," ajak Naga sembari mempersilahkan. Tuan Kappa mengangguk, hanya waktunya sepertinya tidak lama. Untuk menghargai ajakan Naga sebagai mitranya kini, Tuan Kappa menyetujui ajakan Naga.
Mereka berdua ngopi sebentar. Berhubung waktunya sangat mepet, Tuan Kappa segera berpamitan. Naga paham, merekapun berpisah. Sementara Naga masih bertahan di coffee shop, beserta orang-orang kepercayaannya dan dua orang pengawal yang tidak menampakkan wajahnya di hadapan mereka. Mereka cukup mengawasi Naga dari jarak yang sudah ditentukan.
Naga menyudahi keberadaannya di coffee shop, dia kini akan segera menuju hotel untuk istirahat dan menghubungi Zila sang istri. Namun baru saja berdiri tiba-tiba seseorang menabraknya sehingga Naga hampir terjungkal.
__ADS_1
"Ya, ampun." Naga berguman, tapi belum sempat menoleh ke arah orang yang menabraknya barusan.
"Nagaaa!" Seruan itu membuat Naga keheranan. Orang yang menabraknya menyebut namanya, itu artinya dia mengenal Naga. Naga perlahan mendongak lalu menatap lekat pada orang yang menyebut namanya barusan.
Naga sangat terkejut, sebab orang yang kini berada di hadapannya ternyata Dila mantan istrinya yang kedua dulu. Tatapan itu perlahan berubah rasa benci, Naga kembali dipaksa harus mengingat kembali kenangan pahit dimasa lalunya bersama Dila. Sungguh sangat menyakitkan. Kalau boleh memohon pada Yang Maha Kuasa, Naga sungguh tidak ingin bertemu lagi dengan Dila di dunia maupun di akhirat kelak.
"Maaf, saya harus pergi," pamit Naga seraya beranjak. Namun Dila mencegatnya, dia malah berani memeluk Naga. Naga menjadi naik pitam sebab dia tidak suka dipeluk orang lain yang bukan muhrimnya.
Naga menyingkirkan tubuh Dila dengan menangkap bahunya dan dijauhkan. "Kita sudah bukan muhrim, jadi perbuatan kamu yang seperti barusan akan menimbulkan fitnah. Dan aku bukan pria yang mudah pindah ke satu pelukan wanita lalu pindah ke dalam pelukan wanita lain. Jadi jangan samakan aku dengan pria-pria yang selama ini kamu temui, saya beda kelas dengan mereka," tandas Naga seakan menusuk jantung Dila.
Dila merasa Naga yang sekarang sangat berbeda. Dulu, dua tahun yang lalu saat dirinya ketahuan selingkuh bersama teman kuliahnya, Dila melihat Naga begitu sangat terpuruk dan sedih, bahkan Naga sampai memohon padanya untuk kembali. Naga terlihat sangat sedih dan matanya berkaca-kaca saat itu. Naga marah, tapi tidak brutal seperti lelaki lain yang ngamuk jika melihat wanitanya berselingkuh. Naga memang laki-laki yang tidak tempramental.
Dan kini sikap Naga yang seperti itu seakan dirindukan Dila. Dila rindu Naga yang perhatian dan lembut. Namun, sekarang Naga seakan tidak menganggapnya. Dila pikir Naga akan antusias jika bertemu kembali dengannya, sebab penandatanganan kerjasama bersama dengan Tuan Kappa malam ini, ada campur tangan Dila di sana yang tidak diketahui Naga.
Rupanya perusahaan Tuan Kappa setengah saham di perusahaanya merupakan milik Dila. Secara otomatis, Naga telah bekerjasama dengan Dila sebagai pemilik setengah saham di perusahaan Kappa Food.
Dila merasa percaya diri bahwa Naga belum bisa *move on* darinya, sebab tiga bulan yang lalu Dila pernah mengintip insta story di IG Naga yang Dikuti Dila dengan akun yang berbeda. Saat itu Naga membuat story dengan status yang sedang galau "***masih belum move on***". Dila menduga status itu ditujukan untuknya, bahwa Naga belum bisa move on darinya dan membuka hati pada perempuan lain.
__ADS_1
Padahal Dila tidak tahu bahwa Naga sudah menikah. Dua minggu setelah Naga membuat status di insta story IGnya, Naga menikahi Zila. dari status itulah Dila berusaha mencari jalan supaya dia bisa kembali mendekati Naga setelah mantan suaminya yang dulu menjadi selingkuhannya menikah lagi dengan wanita lain. Karena Dila tidak mau dimadu, akhirnya dia meminta cerai dan meminta harta gono gini.
Dan kini siasatnya mulai dilancarkan untuk mendekati kembali Naga. Tapi sepertinya Naga kini sulit diraih, sikapnya saja begitu dingin. Namun, bukan Dila namanya jika dia berhenti begitu saja untuk mengejar. Dila akan terus mencari jalan untuk kembali bersama Naga yang ternyata masih ada perasaan cinta di hati Dila, terlebih setelah melihat Naga mampu melakukan berbagai kerjasama dengan berbagai perusahaan lain baik asing maupun lokal.
"Naga, bukankah dulu kita pasangan yang sangat serasi dan digadang-gadang sebagai pasangan paling romantis?" ujar Dila mengenang manis masa lalu. Naga sedikit terhenyak, lalu bayangannya berputar pada masa-masa indah bersama Dila dahulu. Naga akui dulu dia dan Dila memang pasangan yang paling romantis dan digadangkan sebagai pasangan yang paling serasi. Dila yang cantik dan cerdas secara akademik mampu memikat hati Naga yang saat itu jatuh cinta dan bucin terhadap Dila. Sungguh pasangan yang serasi antara si cantik dan si tampan.
"Aku tidak sedang di masa lalu, aku di masa sekarang. Dan tujuan kamu berada di sini untuk apa? Sengaja atau memang kebetulan?" tanya Naga masih dingin.
"Jelas kita di masa sekarang, Naga. Namun, kamu tidak mungkin memungkiri masa lalu kita yang indah itu. Dan kalau boleh meminta pada Tuhan, aku ingin kembali ke masa lalu itu, lalu menjadi masa depanmu sekarang," ungkap Dila membuat Naga tersenyum sinis tapi tidak terlihat oleh Dila.
Naga tertawa kecil menanggapi ungkapan Dila barusan, dia merasa sangat lucu dan menganggap Dila sedang melakukan lelucon.
"Jangan membuat lelucon dan jangan terlalu percaya diri, aku takut kamu nanti terjatuh dan sakit," peringat Naga sembari tersenyum simpul.
"Kamu jangan pura-pura menghindar Naga, aku tahu dasar hati kamu kayak apa. Aku tahu kamu sulit move on dari aku, ngaku saja," tuding Dila sembari mendekat. Namun dengan cepat Naga menghindar.
"Maaf, aku harus pergi, dan aku tidak ada urusan dengan kamu," tukas Naga seraya beranjak dari tempat itu.
__ADS_1
"Jelas kita akan selalu ada urusan, Naga. Sebab perusahaan Kappa Food setengah sahamnya merupakan milikku, dan aku sewaktu-waktu bisa turun tangan langsung dan berinteraksi langsung dengan siapapun termasuk dengan kamu," ungkap Dila membuat Naga terbelalak tidak percaya.
********