Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Musim 3 Nagi dan Hilda #Kedatangan Nagi ke Kediaman Papa Hasri


__ADS_3

     "Siapa Bi?" ulang Pak Hasri seraya menghampiri pintu. Jantung Nagi langsung berdebar kencang . Ia seperti akan menghadapi seorang musuh di medan perang. Hoodie dan kaca mata hitamnya masih setia menempel di kepala dan matanya. Semakin dekat semakin tegang. Namun Nagi mencoba menguatkan hati dan tekadnya, karena malam ini merupakan pertemuan pertamanya kembali, setelah empat tahun lamanya berpisah dengan orang tua yang sejak kecil telah menyayanginya.


     Pak Hasri berdiri tepat di depan Nagi dengan tatapan mata yang tajam. Bagi Nagi tatapan dulu yang dikenal teduh itu kini bagaikan tatapan yang menghujam jantung.


     "Mau ke siapa?" tanya Pak Hasri tegas. Sejenak Nagi diam, dia tidak bisa berpikir dengan jernih saat jantungnya berdebar seperti ini saat berhadapan dengan Papa Hasri.


      "Beginilah cara Papa menghadapi tamu asing, tegas dan datar?" Nagi berkata dalam hatinya seraya memikirkan cara dan jawaban apa yang harus dia ucapkan pertama kali pada Papa Hasri.


     Nagi berdoa sejenak di dalam hati meminta diberi kekuatan oleh Yang Maha Kuasa supaya dia tidak memperlihatkan rasa tegang.


     Nagi bersiap membuka hoodie dan kaca mata hitamnya. Perlahan hoodienya dia buka. Pak Hasri melihat dengan seksama ke arah Nagi sambil mengerutkan keningnya. Lalu Nagi perlahan membuka kaca mata hitamnya, dan reaksi apa yang terjadi saat Pak Hasri tiba-tiba dihadapkan dengan Nagi yang empat tahun lamanya tidak pernah dia temui, akibat sengaja dia buang ke Makassar?


     Mata Pak Hasri tiba-tiba melotot tidak menduga dengan apa yang dilihatnya. Sejenak pemuda tampan di depannya dia lihat lekat-lekat. Ada perubahan besar yang terlihat dari diri Nagi setelah empat tahun berpisah darinya, yakni kedewasaan dan kemapanan. Pak Hasri kemudian tersadar dari keterkejutannya.


     "Nagiii!" pekik Pak Hasri kaget seraya merekahkan tangan menyambut kehadiran Nagi. Nagi refleks menerima sambutan Papa Hasri dengan hati yang sontak bahagia. Ketegangan tadi hilang seketika saat Papa Hasri spontan menyambutnya, tentu saja dengan rasa rindu yang membara di dalam dadanya yang sekian lama dipendam. Sesungguhnya selama ini Papa Hasri selalu merindukan Nagi dan merasa bersalah akan siapnya yang telah sengaja membuang Nagi ke kota Makassar.

__ADS_1


"Papa, maafkan Nagi, Pa. Nagi tidak menjalankan amanat Papa," ucapnya masih berangkulan dengan Papa Hasri. Sepertinya keduanya memang tidak ingin saling melepaskan kerinduan yang sekian lama terpendam, mereka layaknya Papa dan anak yang lama tidak bertemu. Namun kini dipertemukan kembali. Dan pada dasarnya kontak batin mereka memang layaknya Papa kandung dan anak kandung.



"Papa yang harus minta maaf, Gi. Karena kamu sengaja Papa kirim ke Makassar untuk menjauhkan kamu dengan Hilda. Tapi, saat kamu pergi, Hilda malah terpuruk dan selalu murung. Lalu, karena melihat Hilda tidak ada perubahan yang lebih baik, akhirnya Papa memutuskan orang-orang Papa di tiap perusahaan Papa di seluruh wilayah Indonesia untuk mencari namamu dan mengirim kamu kembali ke perusahaan Hasri Group Jakarta. Namun, rupanya kamu sudah lebih dulu menutup akses siapapun untuk terhubung denganmu." Pak Hasri berbicara panjang lebar tentang kronologi pencarian Nagi di tiap perusahaan di seluruh wilayah Indonesia yang nihil, sebab Nagi yang sengaja menutupnya dari siapa saja termasuk Papa Hasri.



"Ternyata kamu lebih pandai dari Papa. Bersembunyi dengan cara semua media sosial dimatikan. Jangankan Hilda, Papa saja tidak bisa menemukanmu," lanjut Pak Hasri bangga dengan kemampuan Nagi yang menghilangkan jejaknya di media sosial maupun di dunia nyata.




"Tentu saja, Nak. Papa selalu terbuka menerimamu kembali ke pelukan kami semua di sini," pungkas Pak Hasri dengan mata yang kini kembali teduh seperti biasanya.

__ADS_1



"Masuklah," ajak Pak Hasri mengajak Nagi dengan melambaikan tangannya memberi kode menuju ruang tamu, di mana di sana sudah berkumpul orang-orang yang selama ini sangat ia rindukan.



Beberapa langkah lagi Nagi tiba di ruang tamu, ia yang digiring Papa Hasri ke dalam sana. Langkah Nagi mendadak ragu. Namun Pak Hasri terus mendorongnya dan berusaha menghadapkan Nagi di depan seluruh anggota keluarganya.



"Nagii!"



"Kak Nagi!"

__ADS_1



Hilda bersama yang lainnya terperanjat melihat kedatangan Nagi yang bagai mimpi bagi mereka, tapi tidak bagi Hilda. Sebab sejak siang tadi, Hilda telah bertemu dengan Nagi.


__ADS_2