
Setelah gunting pita selesai, acara tidak berhenti di situ. Sebelum Naga dan rombongannya makan bersama, para Reporter berbagai TV memburu berita lain seputar kehidupan pribadi Naga, mereka semua mengorek tentang hal yang satu itu. Naga memang akan membuka status dan juga memperkenalkan Zila di muka umum sebagai istrinya.
"Pak Naga siapakah perempuan yang di samping Anda yang kami lihat tengah mengandung itu?" Seorang Reporter bertanya tentang Zila yang tepat berada di samping Naga. Sebetulnya Naga malas berpanjang-panjang membahas masalah pribadi. Dia hanya ingin sekadar memperkenalkan dia sudah memiliki istri dan telah menikah lalu sebentar lagi memiliki anak.
"Di samping saya, perempuan cantik yang tengah berbadan dua ini adalah istri saya. Kami setahun yang lalu menikah di rumah istri saya, di Lembang. Dan kini, istri saya sedang mengandung anak pertama kami usianya baru tujuh bulan.
Suara riuh setelah para peliput berita mendengar jawaban dari Naga terdengar, mereka saling lempar pandang dan berbisik-bisik sesama teman, lalu mempersiapkan kembali sebuah pertanyaan lain untuk Naga dan Zila.
"Pak Naga, seperti yang sebagian para warta tahu, bahwa Anda pernah gagal menikah dua kali. Apakah Anda mengundang pernikahan yang sekarang ini pada mantan istri Anda sebelumnya?" Mendengar pertanyaan ini sebetulnya Naga malas untuk menjawab jika berkaitan lagi dengan dua mantan istrinya. Dengan malas akhirnya Naga menjawab.
"Saya tidak mengundang, bagi saya tidak ada kepentingan lagi dengan kedua mantan-mantan saya. Itu akan membuang energi dan pikiran saya. Saya sekarang melangkah ke depan, jadi sama sekali tidak mau mengingat ke belakang atau masa lalu. Dan saya tekankan, saya sangat bahagia dengan pasangan saya yang baru ini. Saya harap ini adalah yang terakhir bagi saya, dunia maupun akhirat," tandas Naga penuh penekanan seraya memegang erat jemari Zila.
Senyuman di wajah Naga menyiratkan bukti sebuah kejujuran bahwa dia kini benar-benar bahagia bersama pasangan barunya. Semua Reporter ikut tersenyum gembira dan bahagia mendnegarnya.
"Pak Naga, dua pertanyaan lagi, kami mohon." Beberapa Reporter meminta Naga untuk menjawab dua pertanyaan lagi, dan Naga terpaksa harus meladeninya.
__ADS_1
"Dari kalangan atau keluarga mana istri Anda berasal? Sepertinya istri Anda sangat bersahaja dan sangat mencintai Anda." pertanyaan ini sesungguhnya muak untuk Naga jawab. Namun Zila memberi kode supaya Naga berkata apa adanya, toh dalam hal ini tidak ada yang akan dirugikan dan Zila tidak gengsi mengakui dirinya datang dari keluarga sederhana.
"Istri saya berasal dari keluarga sederhana dari sebuah kampung di daerah Lembang. Ayah Ibunya kebetulan sudah meninggal 20 tahun yang lalu. Beliau merupakan petani cengkeh yang sangat sukses di kampungnya. Namun sayang, saya sebagai menantunya belum sempat mengenal beliau berdua," jawab Naga apa adanya.
"Satu lagi Pak Naga, buat istri Anda. Apakah Nona sangat bahagia menikah dengan Pak Naga? Lalu tujuan Anda menikah dengan Pak Naga apa?" Pertanyaan yang konyol menurut Zila, dan itu hanyalah sebuah pertanyaan kiasan untuknya. Jika kasarnya bisa dikatakan pertanyaan salah satu wartawan itu seperti ini, "Apakah tujuan menikah Anda adalah harta?" Zila tersenyum dengan pertanyaan kiasan tersebut.
"Saya sangat bahagia menikah dengan suami saya, dan saya sangat mencintai suami saya sebab dia sangat tampan dan baik. Lalu tujuan menikah, jelas saya ingin membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah sampai ajal memisahkan kita." Tepukan tangan dan riuh para peliput memberi sambutan atas jawaban cerdas Zila, memenuhi ruangan mall. Mereka menilai jawaban Zila sangat cerdas dan realistis.
Dan jawaban Zila merupakan sebuah penutup dari semua pertanyaan. Para Wartawan tidak diijinkan lagi memberikan pertanyaan.
Semua acara peluncuran Samarasakita produk baru perusahaan Naga Group hari ini lancar tidak kurang satu apapun, dan tidak ada hambatan berarti. Semua Pewarta juga puas dengan bahan berita yang mereka dapat, bahkan tidak sedikit dari mereka berdecak kagum dengan Naga dan pasangan barnya.
"Pak Naga, kami ucapkan terimakasih atas wawancaranya kali ini, dan selamat sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua." Ucapan terimakasih dan juga selamat menyambut kelahiran sang jabang bai kepada Naga dan Zila terucap dari para Pewarta sebelum Naga dan rombongan memasuki mobil masing-masing.
Kepergian rombongan mereka tidak lepas dari sorotan kamera para Wartawan, yang diliput langsung di beberapa TV nasional maupun lokal.
__ADS_1
Semua wawancara Naga yang dilihat penonton lewat televisi tidak luput juga dari pantauan Dila, Mila ataupun Sila. Berbagai ekspresi diperlihatkan dari wajah mereka, terutama Dila dan Mila. Semua ekspresi marah dan kesal juga kecewa ada di wajah mereka termasuk penyesalan yang sangat jelas terlihat dari Dila dan Mila sebagai mantan istri dari Naga.
Mila yang kini telah bebas dari kurungan penjara selama tiga bulan akibat perbuatan tidak menyenangkannya terhadap Naga tempo hari, mencak-mencak dan berkaca-kaca ketika ingat masa lalu bersama Naga, dia menyesal sungguh menyesal telah mengkhianati Naga. Mila kini lebih banyak mengurung diri di rumah serta jarang bersosialisasi dengan geng sosialitanya. Atas perbuatannya dia mendapat sangsi dari masyarakat yang sebagian teman gengnya mulai menjauhi mila.
Semua jawaban Naga atas wawancara itu sungguh menohok ulu hati mereka berdua. Mereka memang salah dan telah mengkhianati Naga di masa lalu, maka dari itu pantas jika Naga mengeluarkan statement seperti itu di depan awak media.
Sedangkan Sila, meskipun dia kecewa dengan Naga yang tidak jadi menikah dengannya, tidak terlalu sekecewa Mila dan Dila. Dia hanya kesal saja kenapa Naga lebih memilih Zila.
Sementara di tempat lain, yang jauh bermil-mil ribu kilo meter dari tempat Naga berada, tepatnya di daerah pulau Sumatera di kota kecil bagian kota Medan, Nagi yang tengah asik menyaksikan siaran langsung berita TV yang meliput sebuah peluncuran produk baru seorang CEO sukses kota Bandung, ikut terhenyak dan terpana. Terhenyak dan terpana karena bangga tepatnya.
Dia berdecak kagum dengan kesuksesan Naga Abang sepupunya yang kini sedang melakukan konferensi pers dengan awak meida TV, terkait peluncuran produk baru perusahaannya. Nagi memang tidak pernah meragukan kegigihan sang Abang sepupu. Naga memang gigih mirip Papa Hasri. Jadi kesuksesannya ini sangat patut diacungi jempol berkat kegigihannya dalam bekerja keras. Nagi pun sering termotivasi dengan kerja keras dan kegigihan Naga sang abang sepupu.
"Kamu pantas mendapatkan segala kesuksesan itu Bang, kamu memang seorang CEO tangguh yang pekerja keras dan gigih. Jadi, sekarang hasilnya Bang Naga sedang memetik dari apa yang selama ini Bang Naga tanam. Semua kebaikan yang pernah Bang Naga pada siapapun, sekarang Abang sedang memetik dan menikmatinya. Istri yang cantik dan baik serta sebentar lagi Abang diberi keturunan, alangkah bahagianya hidup Abang kini." Nagi berbisik pelan membicarakan sendiri kesuksesan Naga dengan decakan bangga.
__ADS_1