
"Ohhhhh, ya ampun, sakitttt, keram lagi. Kenapa sering keram, ya?" keluh Zila saat bawah perutnya mengalami rasa yang tidak enak, yaitu keram. Zila berdiri dengan badan yang sedikit membungkuk dan tangan menahan perutnya. Hanya dengan begitu dia bisa menangani rasa sakit di perut bawahnya.
Beberapa saat kemudian rasa sakit itu hilang. Memang timbul tenggelam dan akhir-akhir ini sering terjadi terlebih jika setelah hubungan, rasa sakit itu akan muncul, rasanya si jabang bayi seperti akan keluar padahal belum waktunya.
"Usianya baru tujuh bulan, kan? Masa si adik sudah ingin keluar?" Zila berbicara sendiri sembari mengusap-usap perut buncitnya yang semakin berat kalau dibawa berjalan.
Tiba-tiba sebuah panggilan masuk dari seseorang. "Duhhhh, siapa, ya, ini?" Zila melihat nomer siapa yang memanggil, panggilan lokal rupanya.
"Halo, assalamualaikum."
"Sayang bersiaplah dandan yang cantik, nanti siang akan ada launching produk baru di Ambas Mall." Rupanya dari Naga menggunakan telpon kantor.
"Jam berapa Kak?"
"Jam dua siang."
"Jam dua siang, wahhh tiga jam lagi dong."
"Bersiaplah Sayang, sebentar lagi akan ada orangku yang mengantar dress yang akan kamu pakai," tukas Naga seiring dengan bunyi sambungan telpon terputus.
Tidak lama kemudian di depan pintu apartemen, Bi Lala seperti sedang menerima tamu. Benar saja, sebab tidak lama dari itu Bi Lala menghampiri Zila ke kamar dan memberikan sesuatu. Sebuah goodie bag yang isinya dress dan sepatu warna silver yang harus Zila gunakan di saat launching produk baru Naga Group di Ambas Mall.
"Non ini ada kiriman dari Den Naga." Bi Lala memberikan goodie bag di hadapan Zila. Tidak berapa lama, pintu apartemen seperti kedatangan tamu lagi, dan benar saja dua orang tamu khusus dipesan Naga untuk merias Zila. Zila sempat heran, tamu untuk dikirim sebagai apa?
"Nona, perkenalkan saya adalah Nila MUA yang dikirim Tuan Naga untuk merias Anda." Wanita dewasa berumur 40 tahun bersama seorang lagi yang mengaku Asisten MUA datang memperkenalkan diri.
Zila menyambutnya dengan kaget, walau demikian dia tetap mengikuti arahan dari Naga untuk didandani mereka. Zila membawa kedua orang itu ke ruang tamu untuk meriasnya. Dan Zila pun mulai dirias.
Saat sedang dirias, Zila kadang meringis merasakan perutnya keram lagi dan kebelet pipis. "Silahkan Nona, pipis dulu biar kantung kemihnya ringan." Kila sang asisten mempersilahkan Zila ke kamar mandi dahulu dengan gayanya yang melambai.
__ADS_1
"Kenapa ribet banget mau menghadiri suatu acara juga pakai kirim MUA, aku juga bisa dandan sendiri," dumelnya sedikit kesal. Walau demikian Zila tetap mengikuti keinginan Naga untuk dirias oleh MUA.
Satu jam kemudian, dandanan ala Miss Universe tanpa tiara terpampang nyata di depan cermin saat Zila melihat dirinya di cermin. Zila menerbitkan senyum yang puas, meskipun dandanan ini menurutnya sedikit tebal dari biasanya, tapi sejauh ini dia menyukai tampilannya yang perpect di depan cermin.
Dengan dress warna silver yang sudah melekat di badannya di padu bolero warna senada, menampilkan kesan anggun dan glamour pada diri Zila. Perutnya yang buncit tersamarkan dengan bolero yang dikenakan Zila. Sungguh tampilan yang istimewa yang kini diperlihatkan Zila.
Sekali lagi Zila mematut diri di depan cermin, senyumnya tersungging puas dengan hasil MUA Nila yang sangat luar biasa dan lihai dalam mengaplikasi alat tempur make up ke permukaan wajahnya yang dasarnya memang sudah cantik.
"Wawwww, Nonaaa, Nona persis seorang Miss Universe. Ini sungguh luar biasa, Anda sangat cantik dan anggun. Sekarang silahkan Anda pakai sepatunya," puji Kila sang Asisten MUA seraya memasangkan sepatu berhak lima senti di kaki zila. Sepatu yang masih aman jika digunakan oleh wanita hamil, mengingat sepatu itu bukan hak yang tinggi kurus melainkan hak yang datar.
Sungguh luar biasa penampakan Zila. Dia tiada henti mengagumi dirinya, meskipun dandanan ini kesannya lebih dewasa sedikit, tapi sesuai dengan acara yang akan dihadirinya bersama Naga. Acara besar sebuah peluncuran produk yang sudah merambah ke mancanegara.
"Bersiaplah Nona, sebentar lagi tuan Naga akan datang menjemput Anda. Kami berdua harus pamit dulu, berhubung Anda sudah kami persiapkan sebaik mungkin." Zila mengangguk sembari berterimakasih dengan kedua orang itu.
"Terimakasih," ucapnya sebelum Nila dan Kila berpamitan.
"Sama-sama Nona, kami pamit dulu. Senang sekali kami bisa merias Anda. Anda super cantik. Semoga acara hari ini sukses," ucap Nila sebelum benar-benar beranjak dari mulut pintu apartemen.
"Iya ini saya , Bi, masa orang lain. Memangnya saya kelihatan seperti apa, apakah terlihat cantik atau justru aneh?"
"Nona sungguh luar biasa, saya sampai pangling, Anda persis Miss-miss yang di lomba-lomba putri yang di luar negeri itu," ungkap Bi Lala.
"Bisa saja Bi lala ini."
Tidak berapa lama tiba-tiba Naga datang menjemput Zila. Zila yang sudah siap, pura-pura tidak tahu dan duduk menghadap cermin.
"Sayanggggg, apakah kamu sudah siap menghadiri acara hari ini? Hari ini launching produk baru di pasaran dalam negeri maupun mancanegara." Naga memberitahu lalu memeluk Zila dari belakang.
"Ayo." Naga membawa tubuh Zila berdiri. Saat Zila menghadap ke arah Naga, Naga terkesima takjub dengan penampakkan yang ditampilkan Zila. Zila sungguh cantik luar biasa bak Miss Universe.
__ADS_1
"Sayang benarkah ini kamu? Kamu sangat cantik dan menakjubkan." Naga memuji dengan mulut yang masih menganga tidak percaya. Tidak salah dia memilih MUA Nila untuk menjadi penata rias buat Zila.
"Ini sungguh luar biasa," takjubnya lagi menatap Zila yang sedang pamer senyum bahagia.
"Kak Naga apakah ketakjuban Kakak akan berlangsung lama? Kakak akan seperti ini sampai nanti?" Naga tersentak saat Zila berusaha menyadarkannya.
"Tidak Sayang, aku sangat terkejut dengan penampakan kamu yang luar biasa. Sungguh ini sangat membanggakan. Mari kita hadiri launching produk terbaru perusahaan kita." Naga segera menggiring Zila menuju pintu dan keluar apartemen.
Sampai di parkiran, mobil mewah Naga segera melaju menuju Ambas Mall untuk menghadiri acara peluncuran produk baru perusahaannya yang di liput TV nasional. Berita peluncuran produk baru yang dihadiri Naga beserta istri telah didengar beritanya ke seantero nusantara. Pihak TV yang meliput menyorot terus muka Zila yang dipuji bak Miss Universe.
Bahkan sebelum acara peluncuran itu di mulai, para peliput berita malah asik fokus pada pasangan Naga dan Zila. Mereka lebih menyoroti pesona yang ditampilkan pasangan Naga dan Zila. Reporter semua sepertinya gagal fokus karena melihat kecantikan Zila yang luar biasa.
Naga segera memerintahkan orang-orangnya untuk menertibkan para Reporter supaya fokus dengan acara utama, yakni peluncuran produk baru perusahaan Naga Group yang produknya terlaris di dalam negeri maupun mancanegara.
"Baiklah mari kita saksikan acara utama kita, yaitu launching produk baru Naga Group Samarasakita. Untuk CEO Tuan Naga Regana dipersilahkan melakukan gunting pita. Waktu dan tempat dipersilahkan." Seorang pembawa acara memperdengarkan suaranya untuk mempersilahkan CEO dari Naga Group membuka peluncuran produk baru perusahaannya. Diawali dengan gunting pita.
"Silahkan Tuan Naga, gunting pitanya." Naga segera maju ke depan, tangannya tidak lepas dari Zila yang dia gandeng. Zila yang tepat berada di sampingnya dia ajak serta ke depan. Naga menempatkan gunting itu di tangan Zila. Naga ingin acara gunting pita ini dilakukan sama-sama dengan Zila sang istri.
Dalam acara ini juga Naga akan sekalian memperkenalkan Zila ke publik sebagai istrinya. Serta mulai terbuka mengenai pernikahannya bersama Zila.
Semua kamera stasiun TV menyorot langsung ke arah Zila dan Naga. Zila yang sempat gugup, dikuatkan oleh kehadiran kedua mertuanya dan orang-orang terdekat pilihan Naga. Tanpa Zila duga sebelumnya, Paman Kobar dan Tante Zuli juga sudah ada dalam acara peluncuran ini. Membuat Zila semakin bahagia karena dikelilingi orang-orang yang mencintainya.
Sepetinya Paman Kobar dan Tante Zuli memang sudah diberitahu Naga jauh hari sebelumnya. Hilda yang dua bulan lalu menemuinya dalam keadaan murung, kini juga hadir dalam acara peluncuran produk terbaru Naga Group. Zila sangat bersyukur saat melihat Hilda nampak sangat cantik dengan penampilan yang feminimnya kali ini. Dress selutut warna kuning keemasan melekat di tubuhnya dengan sempurna.
Pembawa acara terdengar mempersilahkan Naga memberikan sedikit sambutannya atas terlaksananya acara ini. Naga memegang mic dan mulai berbicara. Ucapannya maupun kharismanya sebagai CEO di perusahaan yang sudah tidak diragukan lagi produk-produknya yang selalu booming sampai mancanegara, tidak lepas dari decak kagum para penonton.
Selain mereka kagum dengan jiwanya yang gigih dalam berkarya, sehingga menjadi seseorang yang sangat sukses dan diperhitungkan baik di Indonesia maupun di seluruh Asia, ketampanan dan pesona Naga menjadi salah satu kekaguman setiap orang terutama para kaum hawa baik muda maupun tua.
Namun di balik ketampanan maupun kesuksesannya, tidak membuat Naga besar kepala. Beruntungnya Naga bukan seorang CEO yang suka mengumbar cinta kemana-mana, justru kehidupan percintaan yang pernah gagal dua kali itu membuat Naga sangat berhati-hati mencari pasangan, terutama dari kalangan menengah ke atas. Sehingga saat Naga menemukan Zila yang dari kampung dan sangat bersahaja, entah kenapa Naga tiba-tiba jatuh cinta. Dan setelah mengenal Zila lebih dalam, ternyata Zila bukan seorang perempuan yang gila harta.
__ADS_1
Kali ini Naga nyaman dan bahagia bersama Zila, dan dia berharap Zila adalah jodoh yang terakhir dan selamanya untuknya, seperti kedua orang tuanya yang saling setia sampai tua. Sebab panutan Naga salah satunya adalah kedua orang tuanya. Papanya seorang lelaki setia yang selalu menjaga cinta suci hanya untuk Mama Hilsa, mereka pun seperti yang Naga lihat, seumur hidup tidak pernah bertengkar.
Setelah memberikan sedikit kata sambutan, Naga kini maju ke depan membawa Zila di sampingnya, meletakan gunting di tangan Zila. Lalu tangan mereka diarahkan pada pita yang terbentang. Gunting pun mulai memotong pita. Akhirnya peluncuran produk baru Naga Group dibuka. Balon besar bertuliskan Samarasakita Naga Group terbang di udara mempertontonkan pada semua khalayak. Suara sorakan tepuk tangan memenuhi ruangan Ambas Mall, mereka ikut menyaksikan kebahagiaan pemilik perusahaan Naga Group dan keluarga.