Istri Liar Sang CEO

Istri Liar Sang CEO
Musim 3 Nagi dan Hilda #Tekad Nagi


__ADS_3

     "Lemparlah lagi, kenapa berhenti?" Suara itu terdengar lagi. Hilda menoleh, wajahnya yang sembab jelas terihat oleh Hadi yang kini sudah berada di sampingnya.


     "Kak Hadi," ujarnya kaget, lalu dengan cepat mengalihkan pandangannya kembali ke depan ke arah danau, menyembunyikan wajah sembabnya. Percuma dialihkan, sebab Hadi sudah melihat semua. Hadi sebenarnya merasa bersalah, dia menduga kesedihan Hilda akibat rencana perjodohan kedua orang tuanya.


     "Aku minta maaf atas rencana kedua orang tuaku maupun sikap aku yang tidak menolak rencana itu. Jujur saja aku tidak menolak saat Mama dan Papaku mengatakan akan ke rumahmu untuk membicarakan rencana perjodohan kita. Aku pikir, kamu juga sama punya perasaan sepertiku, sehingga aku tidak menolaknya. Sekali lagi aku minta maaf. Untuk itu, jika kita tidak ditakdirkan berjodoh setidaknya kita masih bisa bersahabat," tutur Hadi panjang lebar sekaligus mengungkapkan isi hatinya.


     Semua ucapan Hadi terdengar tulus, tapi suara Hadi bergetar seperti menahan kesedihan. Hilda menoleh dan menatap Hadi sejenak lalu mengalihkan kembali pandangannya. Cowok di sampingnya mendadak seperti malaikat penolong dikala lara hatinya.

__ADS_1


     Hilda merasa Hadi sebagai pelipur laranya saat dia begitu sangat merindukan Nagi, sementara Hadi yakin kesedihan Hilda merupakan kesedihan akibat rencana perjodohan itu.


     "Kita kembali, kamu aku antar pulang. Sepertinya hari mau hujan. Ayo!" ajak Hadi seraya merekahkan tangannya menyambut Hilda yang masih berdiri di bibir danau. Hilda masih bergeming, dia masih malu dengan mukanya yang terlihat sembab.


     Baru saja Hadi bicara seperti itu, tiba-tiba hujan turun sangat lebat dan tidak disangka-sangka. Sontak Hilda dan Nagi sangat terkejut, dengan refleks Hadi merangkul tubuh Hilda dan membawanya menuju mobilnya. Nasib baik Hadi tadi membawa mobil sehingga Hilda tidak kehujanan saat dia pulangkan nanti.


     "Jangan khawatir, nanti akan ada orang kepercayaanku yang akan mengantar motormu ke rumah," ujar Hadi menenangkan ketakutan Hilda. Hilda mengangguk lalu segera memasangkan sabuk pengaman di pinggangnya. Sejenak Hadi mencelos, tadinya jika Hilda lupa, ia akan berinisiatif untuk memasangkan sabuk pengaman untuknya. Hadi gigit jari, lagi-lagi perhatiannya gagal menyentuh hati Hilda.

__ADS_1


     Mobil pun segera dinyalakan menuju rumah kedua orang tua Hilda. Tanpa banyak bicara, keduanya sama-sama hening, larut dalam pikirannya masing-masing.


      Dua puluh menit berlalu, mobil yang ditumpangi Hilda dan Hadi tiba di depan kediaman Pak Hasri. Hilda segeran turun, Hadi juga turun untuk melepas Hilda dan menatap sampai Hilda masuk.


     "Apakah Kak Hadi tidak akan mampir dulu?" tanya Hilda basa-basi. Hadi tersenyum dan melambaikan tangannya. Hilda masuk dan melambaikan tangan juga pada Nagi. Saat yang bersamaan, di sebrang sana tengah menyaksikan dua orang yang saling balas lambai.


     "Lelaki cepak itu lagi, kenapa dia selalu berusaha terlihat ingin mencari perhatian Hilda? Dia ancaman bagiku. Tapi saat ini aku harus fokus dengan perusahaanku. Sekali lengah, semua kerja sama itu akan lewat begitu saja. Aku tidak mau dan tidak akan membiarkan pihak-pihak yang ingin bekerjasama dengan Kapassindo NagiMedani lari ke tempat lain gara-gara aku tidak fokus. Sabarlah dulu Hilda, Sayang. Aku pasti akan datang padamu menjadi Nagi yang pantas bersanding denganmu di mata Mama dan Papa Hasri," ucap Nagi penuh tekad.

__ADS_1


Buat sayang-sayangnya Author, bab-bab awal di tanggal-tanggal muda bulan ini sengaja pendek-pendek dulu, soalnya Author sedang menggali ide mau seperti bagaimana alurnya si Hilda dan Nagi ini. Tadinya Author mau membuat si Nagi mendatangi Hilda pas saat Hilda akan dijodohkan, tapi rasanya itu terlalu cepat, biarlah nunggu dua tahun lagi, biar di sini Author mulai menggali sedikit konflik....terus ikuti kisah ini. Hehhe....masih dikuat-kuatin meskipun pembaca minim....bagi kalian yang masih bertahan, makasih banyak, ya.....


__ADS_2