Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 99: Papa


__ADS_3

David yng mendengar Jay memanggilnya dengan panggilan ‘Papa’, membuat hatinya menghangat. Entah kenapa pria bermanik mata biru itu merasa bahagia ketika seseorang memanggilnya papa, untuk sesaat David teringat dengan Ngarsinah yang dipanggil mama dan membelanya habis-habisan. 


‘Ternyata seperti ini rasanya disayangi oleh anak-anak tak berdosa ini, terimakasih Tuhan’. Gumam David dalam hati, senyum terus terkembang di bibirnya dan kini tangannya membentang meminta Jay untuk masuk ke dalam pelukannya.


“Good boy, sini anak papa. Kau senang?” Tanya David yang masih memeluk tubuh kecil Jay dan mengusap kepalanya. Jay mengangguk dan tersenyum, bocah itu merasa senang karena sekarang ada orang yang akan dia panggil papa. Sederhana sekali keinginan anak-anak, hanya ingin di sayang dan di cintai dengan setulus hati. 


Mereka kembali bermain dan bercengkrama, Fatim yang sedari tadi memperhatikan kedua pria beda generasi itu dari jauh, tersenyum dan tidak berani mengusik kebahagian mereka. 


“Semoga David bisa menyadari kesalahan yang pernah dia lakukan dulu dan menjadi manusia yang lebih baik, sungguh Allah mengetahui semuanya sementara kita sebagai ciptaannya tidak sedikitpun tau apa yang akan terjadi.” Gumam Fatim lirih, wanita itu kembali kedalam warung dan melanjutkan pekerjaannya. 


Tanpa mereka sadari seorang pria tengah mengawasi pergerakan Fatim, David dan Jay. Beberapa kali bertopi dan berkacamata hitam itu mengambil foto dan tersenyum sinis, Setelah dirasa cukup pria itu pun pergi dan siap meluncur ke sebuah cafe.


Novi sudah menunggu di sebuah meja yang ada di pojok ruangan. Pria berkacamata itu melangkah dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya. Mereka berdua sudah duduk berhadapan. Dengan cepat pria itu mengeluarkan kamera dan memperlihatkan beberapa foto hasil jepretannya. 


“Sialan ini semua sudah terlalu jauh, apa yang bisa kau tawarkan kepada ku John?” 


“Anda inginkan apa nyonya?” 


“Nodai janda beranak satu itu, agar suamiku berhenti memikirkannya. Jangan sampai kau meninggalkan jejak,”


“Baiklah nyonya, hanya saja tugas itu tidak murah,” ucap John dengan senyum licik nya. 

__ADS_1


“Jangan khawatir, berapa hargamu?” 


“lima puluh juta,” 


“Deal, aku bayar separuh dulu. Sisanya setelah aku lihat wanita itu terkapar dengan noda tak terhapuskan,” jawaban Novi menyanggupi permintaan pria yang menggunakan nama John. Wanita itu tersenyum iblis, jangan di tanya lagi tentang hatinya yang sudah terbakar api amarah.   


“Akan saya selesaikan dalam beberapa hari kedepan nyonya, anda akan menerima kabar dari saya. Saya permisi,” pamit John setelah meneguk kandas minuman milik Novi tanpa permisi, sontak membuat wanita cantik itu membulatkan sapasang netranya. 


John dengan cepat berlalu meninggalkan wanita yang sudah memberikannya amplop berwarna coklat yang lumayan tebal. Novi masih saja betah duduk di cafe tersebut dan kembali memesan makanan dan minuman. 


“Aku akan segera membuatmu hancur Fatim, jangan sebut namaku Novi jika tidak bisa membuat David pergi dan membencimu. Jay anak sialan yang sudah berani memanggilku mami, cih … menjijikkan, mana mau aku punya anak kayak dia,” gerutu Novi dengan hati yang masih kesal. Wanita itu sudah menyiapkan beberapa rencana, pernikahan Fatim dan David akan berlangsung sekitar empat hari lagi dan dan Novi sudah menyiapkan untuk membuat acara pernikahan itu menjadi acara pengusiran Fatim dan putranya. 


Setelah menyelesaikan makan siangnya wanita itu melangkah keluar dengan niat mau langsung pulang kerumah, dalam beberapa hari ini dia akan membuat kesan yang baik kepada David agar suaminya percaya bahwa dirinya bersedia dan berlapang dada menerima Fatim dan putranya di rumah mereka. 


“Sayang tumben jam segini sudah pulang?” Tanya Novi.


“Ya aku tadi mampir ke rumah Fatim dan bermain dengan Jay, Novi apakah kamu bisa membantuku?” Tanya david setelah menjawab pertanyaan Novi, wanita itu mengerutkan keningnya dan duduk di sebelah David. 


“Bisakah kamu siapkan kamar untuk ku dan Fatim setelah kami menikah? oh ya Jay juga harus di siapkan kamarnya.” 


“Oh … ok aku akan siapkan semuanya, jangan khawatir. Apakah kamu membuat pesta pernikahan juga sayang?” Tanya Novi dengan senyum yang dibuat semanis mungkin. Hati nya sungguh terluka saat sang suami meminta dirinya menyiapkan kamar pengantin mereka. 

__ADS_1


“Pesta sederhana saja, aku juga ingin semua orang mengenal Fatim sebagai istriku. Aku tidak mau nanti akan membuat dia dihina oleh orang lain,” 


“Hmmm … ya bagus itu, aku sangat setuju. Kapan Fatim akan pindah kerumah ini sayang?” 


“Setelah pesta dia akan langsung pindah kerumah ini, jika saja kamu kemarin tidak memintanya untuk tinggal disini, aku sudah merencanakan untuk membelikannya rumah. Tapi aku tidak menyangka kamu sangat pengertian,” 


‘Kamu lihat saja nanti hadiah pernikahan mu dari ku sayang,’ gumam Novi dalam hati. 


“Apapun yang membuatmu bahagia, akan aku lakukan sayang,” 


“Terima kasih, aku senang dengan keputusanmu. Sekarang naiklah dulu nanti aku akan menyusulmu,” ucap David dengan senyum yang biasa saja, itulah menurut pandangan Novi. 


Novi hanya mengangguk dan pergi meninggalkan David yang masih santai di ruang keluarga. 


‘Kenapa perasaanku tidak enak ya? Entah kenapa aku melihat Novi berbeda dari biasanya, apa yang sedang dia sembunyikan dariku?’ gumam David dalam hatinya, pria itu menonton televisi tapi pikirannya sibuk mengembara kesana kemari mengikuti perasaannya yang sedang tidak karuan.


❤️❤️❤️


Hati-hati Vid, haduuuhh kok jadi othor yang was-was yak 😱


Cuuusss jempolnya pemirsaahh, komen, vote dan hadiahnya yaaa, tengkyuuuhh pemirsaah.

__ADS_1


❤️❤️❤️😱🌹🌹🌹


__ADS_2