
Rangga dan Arsi kini sudah berada di rumah mereka, mendengarkan celotehan si kembar senior membuat Rangga dan Arsi sering tertawa. Mereka semua berkumpul di kamar si kembar junior. Kedua bayi itu sedang bangun dan bermain serta sesekali mengeluarkan suara lucunya seolah tengah ikut menyahuti obrolan sang kakak. Tentu saja hal itu membuat kedua kakaknya games.
Waktu bermain sudah sampai pada batasnya dan sekarang kedua kakak kembar itu pun pindah ke kamarnya masing-masing untuk istirahat. Si kembar Junior pun sudah terlelap setelah mendapatkan ASI kesukaan mereka. Rangga sudah bersiap di kamarnya untuk beristirahat, melihat sang istri yang masih saja sibuk kesana kemari membereskan barang yang berantakan membuat Rangga tidak sabar.
“Sayang, sudah biarkan besok bibik yang merapikannya, duduklah disini.” Ucap Rangga dan perintah itu mampu membuat istri cantiknya berhenti.
“Baiklah suami manja ku, ada apa? Hem,” Tanya Ngarsinah yang kini sudah berada di samping suaminya. Rangga merasa senang dengan istrinya yang selalu menuruti perintahnya untuk beristirahat.
“Sayang, gimana menurutmu dengan Jack? Apakah dia bisa membantu kita?” Tanya Rangga membuka obrolan, Arsi memiringkan tubuhnya dan sekarang mereka sedang berhadapan. Arsi menatap lekat sang suami.
“Aku berharap dia bisa membantu kita sayang, tapi aku tidak mau berharap penuh kepada manusia. Allah akan memberikan jalan keluar, yang penting kita sudah berusaha dan itu pun dalam keadaan damai. Aku berharap Allah membuka hati pria itu, melihat dia yang berinteraksi dengan si kembar, membuat aku melihat sisi lain dari seorang mafia sekaligus pebisnis kejam seperti dia. Ya setidaknya itu rumor yang aku dengar mas, tentang Jack.
“Iya aku juga tadi sempat bingung sekaligus ketar ketir melihat anak-anak kita ternyata yang mengganggu dia, tapi Jack malah bisa tertawa lepas. Hufff … aku tidak habis pikir, siapa yang ada di balik ini semua.” Ucap Rangga.
Kriiing!
Ponsel milik Rangga berdering dan muncul sebuah nama di layar besarnya. Rangga menatap istrinya dan menunjukkan raut kebingungan.
“Angkatlah mas,” Ucap Arsi. Rangga mengangguk dan kini sudah duduk bersandar di headboard. Dengan beberapa kali menarik nafas, Rangga menggeser icon hijau dan memulai percakapan. Setelah mengucap salam Rangga memulai pembicaraannya.
“Hallo … tuan jack, ada yang bisa saya bantu?” Tanya Rangga sopan.
“Hallo pak Rangga, eehhm … maaf saya mengganggu waktu anda di jam segini.” Ucap jack yang bingung untuk memulai pembicaraan. Rangga merasa aneh dengan apa yang dilakukan oleh Jack.
“Ahh tidak apa tuan, saya masih bersantai dengan keluarga.” Jawab Rangga sekilas melihat istrinya yang masih setia menunggu.
__ADS_1
“Begini pak Rangga, bisakah kita saling bertukar kerjasama dan ini sangat menguntungkan? Semua bisnis saya selama ini tidak pernah mengalami kesulitan sedikitpun, tapi untuk masalah yang satu ini saya tidak memiliki ilmunya.” Ucap Jack dengan sedikit berbelit-belit dan sulit untuk dipahami oleh Rangga.
“Heem aku tidak paham dengan apa yang anda ucapkan tuan. Bisa tolong diperjelas tuan?” Tanya Rangga masih kebingungan.
“Begini saja, apakah besok pagi anda ada waktu? Saya ingin bicara empat mata. Dan aku tidak ingin istrimu mendengarnya, apakah anda bersedia?” Tanya Jack hati-hati.
Rangga terdiam sejenak dan segera menghapus prasangka buruknya. Dari nada bicara Jack, tidak ada sesuatu yang membuatnya harus khawatir.
“Baik tuan, besok pagi saya akan menemui anda.” Ucap Rangga.
“Ohh tidak-tidak, aku yang akan main ke perusahaan mu. Aku yang akan membuatmu repot, sangat tidak sopan jika aku yang memintamu datang ke tempatku.” Sahut Jack cepat.
Mereka pun terlibat pembicaraan beberapa saat sampai pada akhirnya kedua pria itu mengakhiri pembicaraannya dengan tawa bersama. Arsi tidak sabar mendengar apa yang terjadi, dia mendengar Rangga menyebut nama pria yang baru saja mereka bicarakan.
Tapi Rangga berusaha meyakinkan dan yakin bahwa akan ada hal baik yang akan mereka terima. Setelah berbincang sebentar dan Arsi pun bisa memahami apa yang disampaikan oleh sang suami. Malam pun berlalu dengan kehangatan yang semakin memanas dengan kegiatan mereka berdua.
*****
Pagi ini seperti biasa, Arsi sibuk dengan anak-anaknya dan pagi ini dia masih ke kantor suaminya untuk mencari beberapa solusi dan bertemu dengan rekan-rekan yang sudah membuat janji. Arsi sangat bersyukur saat ini masih ada perusahaan yang mau bekerja sama dengan perusahaan sang suami walaupun keadaannya saat ini sedang di terjang badai.
Setelah menyelesaikan semua kegiatannya di rumah dan dirasa sudah bisa ditinggal, kini sepasang suami istri itu pun meluncur ke perusahaan Rangga. Rangga dan Arsi berada di ruangan yang berbeda karena wanita itu tau kalau sang suami akan bertemu dengan tamu penting pagi ini.
Kedatangan Rangga hampir bersamaan dengan Jack dan akhirnya rangga mempersilahkan pria berpengaruh itu kini sudah duduk di sofa. Rangga meminta OB untuk membawakan makan dan minuman untuk membuat tamunya merasa nyaman. Setelah berbincang ringan sebentar, kini kedua pria itu tampak mulai serius.
“Pak Rangga, jadi begini. Maksud kedatangan saya sebenarnya ingin menawarkan bentuk kerjasama dan mungkin agak sedikit aneh.” Ucap jack mulai masuk pada pembicaraan inti.
__ADS_1
“‘Ya, bisakah saya dengan kerjasama yang seperti apa tuan Jack? “ Tanya rangga penasaran.
“Kemarin anda dan istri anda meminta saya bergabung karena apa yang sudah saya lakukan pada perusahaan anda, tapi bagaimana kalau saya merubah sistem dari penawaran yang anda berikan kemarin?” Tanya Jack yang masih di sambut bingung oleh Rangga.
“Maf bisakah lebih detail tuan?” tanya Rangga yang mulai tidak sabaran.
“Begini, saya akan bebaskan perusahaan anda dari permasalahan yang ada tapi dengan syarat, anda harus bisa membuat saya menikah dengan dokter Sarah dan membuat dia mau hamil anak-anak saya. Saya sudah katakan kemarin kepadanya, tapi entah kenapa dia seperti ketakutan dengan saya. Apakah itu sulit?” Tanya Jeck dengan wajah bingungnya.
Rangga membulatkan kedua matanya, dalam hati sebenarnya dia ingin sekali tertawa terbahak-bahak tapi semua itu jelas tidak mungkin dia lakukan. Akhirnya Rangga mengurut pelan keningnya. Ini bukan pekerjaan yang mudah dan yang diinginkan oleh Jack adalah seorang dokter, sungguh ini mega proyek yang akan menguras pikiran dan perasaan.
“Maaf apakah sebelumnya anda pernah kenal dekat dokter Sarah?” Tanya Rangga.
“Dia bekerja di klinikku, kami tidak pernah dekat. Tapi kemarin aku melihat dia wanita yang pantas untuk menjadi istri dan ibu untuk anak-anakku. Dia cantik, pintar dan satu hal yang membuat aku menginginkannya. Sarah menutup tubuhnya seperti yang istri anda lakukan pak Rangga.” Jawab Jack panjang lebar. Sekali lagi Rangga dibuat tercengang dengan jawaban Jack.
‘Ya jelas lah dia pinter, mana bisa dia jadi dokter kalo nggak pinter. Ini Jack bener-bener lagi oleh ampaknya,” Gumam Rangga dalam hatinya.
“Apakah anda bisa membuat dia mau menikah dan hamil anak-anak ku?”
❤️❤️❤️
Ampuuuunn deh Jack... 🤣🤣🤣
Like, komen, vote, hadiah dan subscribe ya pemirsaaah terncitaahh..., tengkyuuuhh.
❤️❤️❤️🤣🤣🤣🌹🌹🌹
__ADS_1