
Jangan ditanya lagi bagaimana reaksi Sarah saat melihat Jack, pria itu sangat sulit memahami apa yang sedang terjadi dengan istri mungilnya itu. Tatapan Sarah bak pedang yang diasah tajam dan siap untuk mengobrak abrik tubuh lawan, Jack melangkah semakin mendekat.
“Stop!” Titah Sarah. Jack berhenti melangkah. Wajah Sarah yang baru bangun tidur itu semakin bersimbah air mata, namun mulutnya masih saja mengunyah makanan. Sebenarnya Jack ingin sekali tertawa, namun setengah mati pria itu melawan rasa geli yang memenuhi perutnya.
“Abang jangan mendekat! aku tidak akan mengampuni abang jika mendekat!” Titah Sarah lagi. Pria itu semakin bingung, sementara tetesan air yang berasal dari rambut Jack semakin membuat Sarah ketar-ketir. Pikiran gadis itu kacau dan ada sebuah rasa yang tiba-tiba saja muncul untuk ingin kembali mengulang kenikmatan.
“Sayang … ayo coba kasih tau abang, ada apa sebenarnya? jangan seperti ini,” tanya Jack berusaha sabar. Pria itu masih saja dengan kebingungan akan perilaku istrinya. Tidak lama kemudian, Sarah merasakan mulai mual. Apakah dia kekenyangan atau dia masuk angin karena digempur semalaman oleh suami perkasanya itu.
“Huueeekk … hueeekk!”
Sarah melesat ke kamar mandi dan semua isi dari lambung kecil milik wanita yang berstatus dokter dan istri dari seorang pengusaha dan mafia sekaligus. Jack ikut di belakang istrinya dan memijit pelan tengkuk leher Sarah.
Wanita itu terus saja mengeluarkan sampai isi lambung nya habis. Jack merasa khawatir dengan apa yang terjadi, Sarah sampai lemas dan terduduk di lantai kamar mandi. Setelah selesai, dengan sigap pria itu mengangkat tubuh ringan Sarah menuju ranjang king size miliknya.
“Sayang, kau sakit?” Tanya Jack yang masih setia dengan tubuh bagian atasnya yang tanpa sehelai benang itu. Walau perutnya mual, tapi pikiran Sarah masih belum bisa berhenti traveling. Oohh ada apa denganmu Sarah, aneh sekali ck ck ck.
“Abang … aku - aku mau i-itu,” ucap Sarah ambigu. Jack tiba-tiba merasa sepertinya Sarah sedang menginginkannya, pria itu merangkak naik keranjangnya. Dengan senyum penuh misteri, Jack mulai mencari posisi yang sangat nyaman.
Plak!
“Ya Allah sayang, maafkan aku. Tadi rangga menghubungiku dan dia menunggu kita di rumah sakit,” Ucap Jack sambil menepuk jidat nya pelan. Mendengar kata rumah sakit, Sarah pun terbangun dengan cepat. Minat untuk mencapai nirwana bersama sang suami pun mendadak hilang.
“Ada apa bang? siapa yang sakit? Mbak Arsi baik-baik aja kan?” Tanya Sarah beruntun. Jack mengatakan semua yang tadi diceritakan oleh Rangga melalui telepon, Sarah merasa terkejut sekaligus ngeri dengan apa yang dilakukan oleh wanita di masa lalu suaminya itu.
Walaupun hubungan Betty dan Jack bukanlah pasangan menikah, tapi mereka sudah melewati sekian malam panjang bersama. Hal itu tentu membuat hati lembut seorang Sarah merasa pedih, wanita itu tiba-tiba saja bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi.
Jack sesaat terperangah dengan tingkah lucu istrinya, barusan saja tadi lemah sehabis muntah-muntah tapi lihatlah sekarang. Wanita yang pelan-pelan dia cintai itu ngibrit masuk ke kamar mandi dan tidak sampai 5 menit, Sarah keluar dari kamar mandi .
__ADS_1
“Kok cepet banget mandinya sayang?” Tanya Jack yang kini sedang menggunakan pakaiannya. Sarah bergerak cepat menggunakan pakaian santai, karena hari ini akan ada acara di rumah Rangga dan Arsi.
“Ini namanya mandi bebek abang, jangan ditanya bersih atau tidak ya bang, ini sudah bisa dikatakan bersih. hehehe,” Sahut Sarah cuek. Wanita itu tidak berdandan lebih, tapi hal itu pula lah yang membuat Jack senang.
*****
Di kediaman Rangga dan Ngarsinah, pria itu sudah siap dan sang papa juga sudah menunggu putranya untuk berangkat. Cukup lama memang mereka bersiap, namun tidak kunjung selesai juga karena Rangga disibukkan dengan keempat anaknya yang mendadak rewel.
Perjalanan ke rumah sakit cukup lancar dan Jack serta Sarah juga sudah sampai lebih dulu. Dengan cepat Jack mengurus jenazah Betty yang sebelumnya mereka memastikan terlebih dahulu apakah itu benar Betty yang mereka kenal. Anehnya Monic sama sekali tidak muncul diantara mereka, namun secara kemanusiaan Rangga yang masih bersaudara dengan almarhumah dengan lapang dada mengijinkan untuk jenazah Betty di bawa ke rumahnya.
Boby sang ayah pun tidak keberatan dengan usulan sang putra, Jack menyelesaikan biaya administrasinya dan kini iring-iringan mobil mereka pun sudah membelah jalanan kota. Ngarsinah yang mendapatkan kabar dari suaminya langsung memberitahu Ningsih tentang kedatangan jenazah Betty.
Semua asisten rumah tangga dikerahkan untuk membereskan rumah, tidak lupa Ningsih memberi kabar pada ketua komplek bahwa ada kabar duka dari rumahnya.
Tidak butuh waktu lama rombongan Rangga, Boby, Jack dan Sarah memasuki halaman luas itu. Beberapa orang tetangga pun sudah datang, kini acara liburan yang direncanakan Arsi malah berubah jadi acara duka.
*****
Kini Rangga dan Arsi bisa bernafas lega karena perusahaan mereka sudah berjalan normal dan mendapat dukungan penuh dari Jack. Perusahaan berkembang itu kini semakin luas mengepakkan sayapnya, karir Rangga pun semakin cemerlang.
Begitu juga dengan Bram dan David, semua ikut terangkat karena mereka bertiga kini sudah resmi menjadi saudara angkat Jack. David merasa Allah sangat baik kepadanya, pria itu semakin memperbaiki ibadahnya hari kehari. Fatim dengan telaten mendukung pria itu, agar semakin hari semakin baik lagi.
Mengingat hal itu membuat Rangga dan Ngarsinah membahas tentang perjalanan hidup mereka. Anak-anak sudah tidur karena lelah beraktifitas, kini tinggallah sepasang suami istri itu yang sedang bicara santai di ranjang king size kamar mereka.
“Mas, hidup ini sungguh tidak bisa ditebak ya?” Ucap Arsi. Wanita itu menyandarkan kepalanya pada pundak Rangga. Dengan lembut pria itu menggenggam erat tangan Ngarsinah dan saling mengaitkan jari mereka.
“Iya sayang, rasanya baru beberapa hari yang lalu kita bertemu. Tapi sekarang kita sudah punya 4 orang anak, kamu tau sayang? aku adalah orang yang paling berbahagia dengan Allah yang mempertemukan kita.”
__ADS_1
Rangga mengusap pipi Ngarsinah, jangan ditanya bagaimana bahagianya hati wanita sederhana yang ternyata mampu menyatukan banyak orang. Arsi mendongakkan kepalanya untuk bisa melihat wajah sang suami.
"Iya mas aku pun sangat bahagia sekali, sampai tanpa terasa lebih dari enam purnama kita menemani pemirsa dengan kisah cinta dan rumah tangga ini. Rasanya aku berat untuk berpisah dengan para reader mas," ucap Arsi sendu, Rangga pun memeluk istrinya. Sesaat pria itu memberikan ciuman di kening arsi, terasa damai di hati wanita biasa yang mampu menjalani kisah hidupnya dengan cara luar biasa itu.
"Setiap pertemuan pasti ada perpisahan sayang, begitu juga dengan kisah kita. Semoga banyak hikmah yang bisa kita petik, bersama agar kedepannya kita bisa lebih baik lagi. Terimakasih istriku, kamu sudah bersedia menemaniku dan anak-anak sampai di titik ini."
Mereka pun berpelukan dan jangan lupakan keempat bocah yang dengan setia menyimak pembicaraan kedua orang tua mereka. Si kembar yang masih bayi itu pun tidak lupa bereaksi dengan menggerakkan tangannya kesana kemari, bibir nya tersenyum sangat menggemaskan.
"Kakak Ita dan Abang Arya juga mau pamit sama tante-tante dan om-om pemirsaah ya ma, pa, boleh?" Tanya si gadis kecil yang cerewet itu, Rangga dan Arsi pun mengangguk senang karena kedua anak mereka sungguh memahami sopan santun.
"Boleh dong sayang, ayo kita ucapkan bersama-sama," ajak Arsi dan diangguki dengan antusias oleh kedua bocah lucu itu.
" SELAMAT TINGGAL PARA PEMIRSAAH TERCINTA JANDA MANDUL, TERIMAKASIH SUDAH BERSAMA KELUARGA RANGGA DAN ARSI SELAMA INI. SEMOGA PARA PEMIRSAAH MAU MAMPIR YA DI KARYA AUTHOR BERIKUTNYA, ASSALAMUALAIKUM …."
Merekapun tersenyum bersama dan saling berpelukan.
TAMAT
❤️❤️❤️
Akhirnya selesai juga kisah janda mandul, semoga para pemirsah selalu senang dengan karya-karya author berikutnya ya. Dari sekian lama kebersamaan kita, pastinya banyak salah dan kekurangan yang sudah author perbuat. Untuk itu semua, ijinkan author mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terimakasih pemirsaah tercintaaahh.
Jangan lupa, like, komen, vote, subscribe dan please berikanlah bintang 5 di tiap karya author ya. Karena tiap karya kami author selalu mikir keras agar tetap memberikan cerita yang bagus dan menghibur. Sekali lagi terimakasih semuanya salam sayang dari anna dharta.
❤️❤️❤️🙏🙏🙏🌹🌹🌹
Kisah Janda Mandul sesion 2 terus berlanjut di buku ini ya pemirsah. Jangan hentikan rasa penasaran kalian sampai di bab ini saja ya, lanjut ke halaman berikutnya dan masih di buku yang sama. Terimakasih dukungannya pemirsaaah. ❤️❤️❤️
__ADS_1