Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 159: Malam Untuk Jack Dan Sarah


__ADS_3

Sarah memejamkan matanya dan berusaha menenangkan detak jantung yang berdetak tidak karuan. Jack mengusap perut rata Sarah, pria itu tidak peduli dengan luka yang masih segar di punggungnya. Rasa sakit itu ternyata membuat gairah dalam dirinya semakin berkobar, tapi kali ini dia tidak ingin membuat istrinya kembali ketakutan.


Jack mengingat pesan Rangga, perlakukan wanitamu dengan lembut dan manis. Jangan sekalipun berkata kasar, percayalah dia tidak akan takut lagi padamu. seperti itulah kira-kira pesan yang Rangga berikan pada Jack.


Sarah berusaha menguatkan hatinya dan memutar tubuhnya. Pakaian haram yang masih dia kenakan saat ini sungguh dia lupakan, tapi tidak dengan Jack. Sarah kini sudah berhadapan dengan dirinya dan berada dalam pelukannya, melihat pemandangan indah dan menggugah selera makan.


Glek!


Jack susah payah menelan salivanya, matanya kini fokus pada dua gundukan indah yang membuat jakunnya naik turun. Suhu di ruangan yang dingin pun mendadak panas, Sarah menatap kedua mata suaminya. Gadis itu berusaha memberanikan diri mengusap wajah, pria tampan dengan tingkat kematangan usia yang jauh di atasnya.


“Abang … aku saya mohon, lakukanlah dengan baik.” Ucap sarah lembut. Jack tersenyum lebar. Pria itu berjanji pada dirinya, untuk bisa terus berusaha membuang nafsu liarnya yang bisa membuat dirinya menjadi buas.


“Ajari aku Sarah, aku akan melakukan semua yang terbaik untuk pernikahan kita. Aku ingin anak-anak yang baik, seperti anak-anaknya saudaraku Rangga dan Arsi. Sarah, bisakah kamu tidak menggunakan bahasa formal saat bicara dengan ku?” Tanya Jack setelah mengutarakan keinginannya.


“Ehem … iya abang, aku akan berusaha. Aku juga akan terus belajar menjadi istri yang baik untuk abang. Mari kita mulai semuanya dengan baik bang,” Ucap Sarah lembut. Senyuman manis di wajah gadis itu membuat kecantikannya semakin berkali-kali lipat di mata Jack.


Pria itu mendekatkan wajahnya dan meraup bibir mungil Sarah, Sarah yang belum terbiasa dengan kegiatan itu, sesaat hanya bisa menerima sesapan manis dari suaminya.


Setelah beberapa saat melakukan pemanasan, Sarah mendorong halus dada Jack. Gadis itu kesusahan untuk bernafas, Jack yang menyadari hal itu langsung melepaskan pagutannya.

__ADS_1


“Maafkan aku sayang, aku membuatmu susah bernafas.” Ucap Jack, pria itu masih terus menekan gelora di dadanya yang sudah tidak sabar untuk makan besar.


Sarah terkekeh pelan dengan raut wajah suaminya yang begitu merasa bersalah, sebenarnya dialah yang masih belum bisa dan terbiasa. Sesaat mereka terpaku dengan hanya saling menatap, tangan kekar Jack meraih leher jenjang Sarah dan kembali melakukan aksi pemanasan yang membuat Sarah mulai bisa belajar untuk membalasnya.


“Aaaww … abang–” Pekik Sarah. Tubuhnya tiba-tiba melayang, dan kali ini Jack tidak lagi memanggulnya di pundak, tapi menggendongnya ala bridal style. Sungguh membuat Sarah meleleh dengan apa yang suaminya lakukan, gadis itu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Jack.


Pelan tapi pasti Jack meletakkan tubuh istrinya di atas tempat tidur berukuran king size, Sarah pasrah. Sebait doa pun mereka langitkan bersama, berdoa dan meminta agar Allah memberikan perlindungan dari pandangan Syaitan dan memberikan keturunan yang soleh dan solehah.


Jack benar-benar bersungguh-sungguh dalam ucapannya, pria itu begitu lembut memperlakukan Sarah. Gadis itu sampai lupa dengan rasa sakit yang mendera punggungnya, Jack terus membuat dirinya terbakar sekaligus melayang menuju puncak kenikmatan surga dunia.


Suara-suara erotis sontak memenuhi ruangan, Sarah malu sendiri mendengar suara des*han yang begitu saja lolos dari bibir mungilnya. Mendengarkan melodi indah yang menguasai gendang telinganya membuat Jack semakin menggila.


Sebagai wanita yang berusia matang, Sarah pun menginginkan hal indah ini, walau tidak banyak merespon untuk mengimbangi sang suami, tapi gadis itu mampu membuat jack bahagia dengan kepasrahannya.


“Ouughh abang ….” Suara merdu Sarah yang lolos membuat jack tersenyum tampan. Pria itu menatap sejenak ke sepasang netra sang istri yang sudah berkabut, gadis itu tidak menyadari kalau saat ini dirinya sudah polos.


Entah terbang kemana pakaiannya yang tadi dia rasa masih melekat di tubuhnya, begitu menyadari sontak wajah cantik itu merona dan malu. Jack yang menyadari itu hanya tersenyum dan terus saja menjelajah pada tubuh indah milik istrinya.


Lembah surgawi itu kini sudah basah dan Jack merasa ini sudah saat nya dia memasukkan pedang naga geni itu ke sarungnya. Sesaat jack mengatur posisinya dan kembali menatap wajah sang istri, pria itu tidak ingin melakukannya tanpa ijin sang istri. Padahal sebelum-sebelumnya dengan banyak wanita yang tidur dengannya, tidak pernah pria itu meminta ijin.

__ADS_1


“Sayang, bolehkah aku memulainya?” Tanya Jack lembut. Pria itu sungguh melupakan rasa sakit akibat luka yang ada di punggungnya, fokusnya kini hanya pada kenikmatan yang sebentar lagi akan dia rasakan sempurna.


Sarah hanya mengangguk pelan, gadis itu memang sudah siap dengan apa yang dilakukan oleh sang suami. Lahir batin sudah dia siapkan, rasa sakit yang selama ini dia sering dengar, sebentar lagi akan dia rasakan.


“Abang, tolong lakukan itu dengan pelan,” Ucap Sarah lembut. Walau ada ketakutan yang bergelayut di wajahnya, tapi gadis itu tidak ingin membuat suaminya kecewa di malam pertama mereka.


“Abang melakukannya, sesuai titah ratuku.” Ucap Jack dengan senyum tampannya. Kembali sebait doa mereka langitkan bersama, tidak butuh aba-aba lagi, pria itu sudah berada di depan gerbang yang masih tertutup rapat itu.


Sarah merasakan sakit yang luar biasa, tubuhnya terasa terbelah menjadi dua. Pedang itu sangat besar dan kokoh, walau pelan namun tidak sedikitpun mengurangi rasa sakitnya. Jack berhenti sejenak, membuat istrinya merasa terbiasa menerima dirinya. Sampai dia rasa Sarah sudah bisa tenang dan membalas apa yang dia lakukan kembali Jack melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.


Mereka pun terhanyut dalam kenikmatan dunia yang memabukkan itu, biarlah mereka menyelesaikan misi luar biasa itu. Mak Othor sudah kepanasan dan harus segera nyari es. Semua orang yang meronda dan berjaga kalau-kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, kini mereka sudah kembali ke kamarnya masing-masing. Dirasa situasi sudah kondusif, seperti itulah suasana malam pengantin yang penuh kewaspadaan dan pengawalan.


“Dimana kamar Jack!”


❤️ ❤️ ❤️


Naahh siapa tuuuhhh yang datang? 😱


Like, komen, vote, hadiah dan subscribe ya pemirsaaah tengkyuuuhhh.

__ADS_1


❤️ ❤️ ❤️ 😱😱😱 ❤️ ❤️ ❤️


__ADS_2