Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 137: Kesepakatan Aneh


__ADS_3

Rangga menarik nafas dalam, seumur-umur baru kali ini ada proyek yang sangat sulit untuk dikerjakannya. Sesaat kedua pria itu terdiam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. Di satu sisi Rangga membutuhkan jack untuk melepaskan embargonya dan perusahaannya akan kembali berjalan, tapi di satu sisi Rangga pun tidak tega melihat kesungguhan orang yang kini sedang duduk berhadapan dengan dirinya.


“Tuan Jack, anda tau mendekati wanita itu susah-susah gampang. Jadi saya sendiri jujur bingung harus memberikan saran apa dan saya juga bingung bagaimana caranya membantu anda.” Ucap Rangga. 


“Heemm … kalau soal mengenal mereka itu sangat mudah bagi ku, aku punya banyak uang untuk memanjakan mereka. Hahaha itu bukan hal sulit pak Rangga,” Ucap Jack penuh percaya diri. Rangga mengerutkan dahinya. 


“Apakah anda yakin Sarah akan menyukai hal seperti itu?” Tanya Rangga. Sontak tawa Jack berhenti dan menatap bingung ke arah Rangga. 


“Heem nanti akan aku tanyakan,” Jawab Jack serius. Sementara Rangga menepuk pelan jidatnya. Rangga merasa sangat gemas dengan pria yang ada di hadapannya, rasanya ingin sekali dia berteriak untuk membuat pria itu mengerti. 


“Tuan Jack, jangan di tanyakan hal seperti itu, tapi anda harus menyelidikinya. Jika anda mengatakan baru kali ini anda berinteraksi dengannya, itu artinya anda harus mengenalnya lebih jauh. Begini tuan, tidak semua wanita suka dengan uang dan kemewahan, maaf saya mau memberi contoh. Istri saya itu tidak pernah mau memanfaatkan uang saya dengan berfoya-foya, bahkan dia selalu berhitung apa saja yang penting dan tidak penting. Dia juga membangun usahanya sendiri, tanpa ada bantuan modal dari saya dan nama besar saya. Nah jika Sarah tipe wanita seperti itu, dia akan menjauh dari anda jika dia dianggap matre.” Ucap Rangga. 


Rangga menjelaskan panjang lebar agar bisa dimengerti oleh rekan bisnisnya. tapi sepertinya Jack memang tidak memiliki pengalaman dalam hal ini. Baginya wanita bisa dibeli dengan uang atau transaksi bisnis seperti dirinya dengan Betty. 


“Ahh rumit sekali, atau begini saja sebaiknya aku buat saja dia hamil, maka dia tidak akan bisa pergi dari ku. Itu tidak butuh waktu lama kan?” Tanya Jack dengan ide konyol yang membuat Rangga langsung menjatuhkan rahangnya. 


“Tu-tuan, jangan seperti itu, itu tidak dibenarkan dalam agama. Ehem … bukannya anda menginginkan anak yang lucu-lucu? anak di dalam rahim akan terhubung perasaannya dengan sang ibu, jika ibunya sedih maka anak itu akan lahir menjadi anak yang mudah sedih dan tidak bahagia. Jadi sebaiknya anda membuat anak dengan cara yang halal dan membuat ibunya bahagia.” Sahut Rangga dengan kalimat yang berantakan dan terdengar lucu di telinganya sendiri. 


Tapi penjelasan Rangga sepertinya bisa diterima oleh Jack, pria yang tidak segan menghilangkan nyawa orang jika itu membuat hatinya kesal. jack mantuk-mantuk mendengarkan penjelasan dari Rangga, sejurus kemudian pria itu kembali menatap Rangga dengan serius. 

__ADS_1


“Baiklah aku akan menikahinya dengan halal dan apakah anda bersedia menerima tawaran saya?” tanya Jack. 


Rangga yang belum siap untuk menjawab karena belum berdiskusi dengan istrinya, merasa terpojok. Setelah diam sesaat Rangga pun mengajukan permintaan pada Jack. 


“Tuan, untuk masalah ini, saya harus melibatkan istri saya. Karena sesama perempuan akan lebih mudah untuk berkomunikasi. Apakah anda bersedia tuan?” Tanya Jack dengan hati-hati. 


“Jangan! mau ditaruh dimana wajah saya kalau sampai istri anda mengetahui hal ini,” Ucap Jack sengit. Rangga menggaruk kepalanya yang mendadak gatal.


“Begini tuan Jack, jika saya menjalin komunikasi dengan Sarah, apakah anda rela? antara laki-laki dan perempuan yang tidak halal untuknya, menjalin komunikasi itu pasti akan membuka peluang iblis untuk merayu hati kita. Selanjutnya bisa saja nanti Sarah malah jatuh hati pada saya,” Ucap Rangga panjang lebar dan kali ini senyum pria itu pun terkembang dengan kedua alis mata yang di naik turunkan. Jack berpikir sejenak, dalam pikiran sang mafia itu ada benarnya. Jelas dia tidak mau calon ibu dari anak-anak nya malah jatuh hati pada suami orang. 


“Ish … rumit sekali hanya ingin punya anak  saja, baiklah bisakah sekarang kita membahasnya dengan istri anda?” Tanya Jack frustasi. Pria itu benar-benar tidak punya pilihan lagi. Dalam pikirannya saat ini adalah bayi yang lucu dan akan menjadi penerus dari kerajaan bisnisnya.  


Arsi paham semuanya dan wanita itu pun mengangguk-angguk tanda mengerti. Arsi memanjatkan doa kepada sang pemilik kehidupan, berharap apa yang akan dia lakukan ini, membawa kebaikan dan ridho dari Allah. 


“Baiklah tuan Jack, saya bersedia untuk membantu anda. Tolong kenalkan saya dengan Sarah dengan cara yang seolah tidak sengaja, karena jika saya langsung memaksanya untuk mengerti, itu akan membuat dia menjauhi anda karena bukan tipenya atau mendekati anda karena tujuan harta semata. Saya berharap pertemuan anda dan Sarah di pernikahan itu menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah.” Ucap Arsi. 


Jack senang dan wajahnya langsung berseri-seri, walaupun dia tidak memahami maksud kalimat terakhir dari Arsi, tapi dia optimis kalau rencananya akan berhasil. Kini Jack pun menghubungi seseorang yang dia percaya. 


“Bebaskan perusahaan pak Rangga, dan kembalikan pada kondisi semula” Ucap Jack kepada anak buahnya. 

__ADS_1


“Hah … anda tidak salah bos? bukannya anda ingin menguasainya?” Tanya orang di seberang sana. Jack tidak suka dengan banyaknya pertanyaan dari orang-orang yang bekerja dengannya. 


“Lakukan saja perintahku, aku sudah membuat kesepakatan dengan pak Rangga. Dan kau … jaga batasanmu, jangan terlalu kepo dengan urusanku atau aku robek mulutmu yang cerewet itu!” Ucap Jack tanpa sungkan sedikitpun dengan keberadaan Arsi yang terkejut dengan kalimat mengerikan dari partnernya. 


“Baiklah pak Rangga aku akan atur pertemuan dengan bu Arsi. Sarah akan mengikuti arahan ku, besok aku akan memintanya memesan kue di kedai anda bu,” Ucap Jack dengan sopan. Beda sekali raut wajahnya saat tadi sedang bicara dengan anak buahnya. 


“Baik, tuan saya akan menunggunya di kedai. Terima kasih atas kebaikan anda dan mau menerima kami sebagai teman.” Ucap Arsi dan lagi-lagi perasaan Jack berbunga-bunga mendengar kalimat dari wanita yang selalu menjaga dirinya dari pandangan laki-laki. 


“Tidak masalah bu, jika saya berhasil menikah dengan Sarah, saya akan meberikan kalian hadiah yang besar. Dan lakukan itu sebaik-baiknya,” Ucap Jack penuh semangat.   


❤️❤️❤️


Hadeeehhh Jaaaack ...ampuun deh ah 🤣🤣🤔🤕


Like, komen,vote dan hadiaah ya pemirsaaahh, tengkyuuuhh.


❤️❤️❤️🤕🤕🤔🌹🌹🌹


          

__ADS_1


__ADS_2