Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 86: Mabok Janda


__ADS_3

"Ya, kamu tampaknya sedang mabok janda, iyakan sayang?!" Teriak Novi dengan nafas yang tersengal, wanita itu sudah tidak mampu menahan amarah dan gelisah dihatinya. David mengerutkan keningnya, pria itu tidak terpancing sedikitpun dengan amarah istrinya. 


"Jaga mulut kamu, jika memang pesona dia melebihi kecantikanmu, bagaimana aku bisa menolaknya, Nov?" Jawab David santai, entah terbuat dari apa hati David, itulah yang ada dalam pikiran Novi. Wanita itu benar-benar frustasi menghadapi perubahan suami yang sudah dia rebut dari sahabat sejak kecilnya. 


"Sayang, tolong jangan seperti ini, bagaimana aku bisa hamil kalo kamu bikin aku stress begini!" Ucap Novi histeris dengan suaranya yang sudah bercampur dengan isak tangis. David merasa jengah dengan drama yang Novi mainkan, pria itu melangkah mendekat, tangan kekarnya yang selama ini membelai tubuh wanita itu hingga membuatnya melayang. Saat ini yang dirasakan Novi cengkraman kuat yang membuatnya sedikit meringis. 


"Novi, aku rasa sebaiknya tidak lagi memintamu untuk hamil anak-anakku. Jika ada yang sudah jelas hasilnya, kenapa tidak aku memilih dia, berapa banyak uang yang sudah kuhabiskan untuk program hamil namun tidak satupun membuahkan hasil. Jangan membuat aku melewati batasanku, jaga sikapmu dan pikirkan baik-baik semuanya sebelum kamu bertindak. Aku akan jalan sesuai dengan pikiranku, dan untuk hal ini aku tidak membutuhkan saran atau laranganmu," tandas David yang membuat Novi tiba-tiba kehilangan keberanian. Wanita itu benar-benar kalah dengan kenyataan, suaminya sudah menyukai wanita lain, janda satu anak yang membuatnya kini menaruh dendam kepada wanita yang belum pernah dia lihat bagaimana wajahnya.


‘Siapa dia? Beraninya dia mengganggu seorang Novi, Kamu belum tau aja David dengan kemampuanku, tidak akan aku biarkan satu orang perempuan yang bisa mendekatimu. Itu janjiku,’ geram Novi di dalam hatinya, wanita cantik itu mengepalkan tangannya kuat-kuat. Cengkraman David yang membuatnya sakit dan ucapan David sudah mampu membuat hatinya terluka dalam namun tak berdarah. 


David melepaskan cengkraman tangannya, pria tampan itu berlalu dan langsung meninggalkan Novi yang berderai air mata. Mobil hitam itu meluncur untuk menemui sang wanita harapan, David tidak ingin menunggu waktu lama, usianya terus bertambah dan dia sudah menyelidiki kehidupan Fatim. Berasal dari keluarga sederhana, pekerja keras dan memiliki seorang anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun dan memiliki hutang dengan seorang juragan tembakau untuk mengobati suaminya. 


David sengaja mengutus anak buahnya untuk menyelidiki wanita yang memiliki pesona luar biasa dimata David. Novi selalu tampil sempurna dengan dandanan yang tidak pernah lepas dari wajahnya, sementara Fatim tampil sangat natural. Apakah David sudah mulai bosan dengan Novi, entahlah pria itu merasa hidupnya tetap hampa walau sudah berhasil menikahi Novi, wanita yang dulu dia perjuangkan dan akhirnya pria bule itu melepaskan Ngarsinah. 


Fatim sudah siap bersama Jay, mereka berencana akan makan malam diluar, David membukakan pintu untuk wanita yang tampak anggun malam ini, dengan riasan tipis dan natural serta baju gamis sederhana namun mampu membuat tampilannya semakin memukau. 


“Mas, kita mau kemana?” Tanya Fatim yang ternyata belum mengetahui mau kemana mereka malam ini, Jay sibuk dengan mainan lego yang sedari tadi terus saja dia otak atik. David tersenyum hangat, pria bule bermata biru itu sekilas menatap Fatim dan kembali mengarahkan pandangannya ke depan. 

__ADS_1


“Kita makan malam di restoran temanku ya, dia baru saja buka dan kemaren mengundang aku untuk hadir di acaranya,” jawab David dengan senyum yang masih terus saja menghiasi wajah yang selama ini dingin dan datar. 


“Ya Allah mas, aku pake baju begini, kamu ajak ke kondangan? nggak mas, aku mau pulang sekarang,” ucap Fatim panik, wanita itu langsung gugup. Selama ini tidak pernah dia hadir di acara masyarakat kelas atas, hanya kondangan mantenan di kampung sekitar rumahnya saja, tapi David bukan di kelas yang sama dengan dirinya, sudah pasti kali ini mereka akan datang di acara kelas para orang-orang beken itu.


David tertawa lepas, sesuatu yang entah sudah berapa tahun ini tidak pernah dia lakukan. Bersama Fatim tawa lepas itu kembali berderai, sementara Fatim manyun dan hal itu semakin membuat David gemas. 


“Tidak apa, kamu terlihat sangat cantik malam ini, percaya deh sama aku. Jay, mama cantik kan?” Tanya David kepada bocah kecil yang duduk di bangku belakang sambil melihat sekilas dari kaca spion yang di dashboard. 


Jay mengangkat kepalanya dan tersenyum karah spion yang memantulkan tatapan mata pria bule yang beberapa hari ini dekat dengan sang ibu. Sebagai anak, Jay masih belum mengerti dengan pembicaraan orang dewasa, jadi bocah kecil itu memilih bermain dan merasa senang saat David membawakannya mainan.


“Kamu benar Jay, om juga setuju, kamu dengar Fat? Jay sudah mengatakan kalau kamu yang paling cantik sedunia, so jangan nggak pede ya. Kamu cantik Fatim …” ucap David yang berusaha membuat wanita cantik di sampingnya tidak minder dan mau diajak kondangan. 


David merubah panggilannya kepada Fatim sejak mereka dengan waktu singkat sudah akrab, Kesepakatan mengenai panggilan itu akhirnya membuat mereka sekarang semakin terasa akrab. bincang-bincang hangat itu pun menyingkirkan kecanggungan diantara mereka bertiga. 


Fatim mengetahui kalau David sudah punya istri dan kebersamaan mereka saat ini sudah pasti mengandung resiko, hanya Fatim dan Tuhan saja yang tau apa isi hati atau rencana janda satu anak itu untuk kedekatan mereka saat ini. Jujur author juga masih menebak-nebak apa yang direncanakan Fatim dengan pertemuan ini. 


Kendaraan mewah itu sudah terparkir manis di parkiran, Fatim kembali didera rasa gugup dan terus saja menggandeng tangan Jay sebagai kekuatan untuknya. David melangkah berdampingan dengan Fatim, pria itu tampak bangga membawa wanita yang kini berada di sebelahnya. 

__ADS_1


“Heey Bro, apa kabar? ayo silahkan …” John yang berparas bule itu bersalaman dan berpelukan dengan David, saat John melihat Fatim dengan cepat ibu satu anak itu menangkupkan kedua tangannya dan tersenyum ramah. John memahami akan hal itu, dia pun mengikuti apa yang Fatim lakukan. 


“Baik bro, sukses ya wah keren ini restonya, gimana bahan-bahan yang aku supply aman aja kan kualitas dan kuantitasnya?” Tanya David yang sudah melangkah masuk diikuti oleh Fatim dan Jay, kini mereka sudah duduk di meja makan dengan kursi empat orang. 


“Aman, semua sesuai dengan kualitas, ehem bro maaf ni aku kepo, tapi ini siapa?” Tanya John yang setelah berdehem memelankan suaranya dan mendekatkan mulutnya pada telinga David. Fatim sedang bicara dengan pelayan yang sedang menerangkan menu restoran itu. 


“Aku ingin memintanya untuk menjadi istriku, dan itu akan aku katakan sekarang,” jawab David juga dengan berbisik, sontak mata John membulat sempurna, tidak menyangka jika sahabatnya ini akan beristri dua dan wanita itu sangat tidak sesuai dengan selera David selama ini.


“Whaatt! Are you serious bro?”  


❤️❤️❤️


Waahh David mabok janda pemirsaahh 🤣🤣🤭


Haayuukk Jempolnya banyakin, komennya ramein dan jgn lupa vote dan hadiah nya ya pemirsaaahh .


❤️❤️❤️🤭😆😆🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2