
“Jangankan besok, saat ini pun siap asal cocok harganya saja,” Jawab kaisar dengan suara beratnya. Pria yang ada di seberang sana sedang sibuk mengepulkan asap rokoknya dan membuangnya ke sembarang arah.
Novi melakukan transaksi dengan kaisar, wanita itu sudah mengenal pria ini lama dan tau dengan pengaruh seorang Kaisar. Setelah melakukan percakapan akhirnya mereka berdua menyudahi pembicaraannya.
“Bersiaplah besok, dan jangan terlambat untuk transfer sisa pembayarannya, nyonya Novi.” Ucap Kaisar singkat.
“Iya bang, jangan kecewakan aku,” sahut Novi dengan seringai mengerikan. Novi tersenyum bahagia, dia akan membuat kisah baru dengan mendekati Arsi dan mencapai impiannya.
*****
Di tempat lain, Ngarsinah sedang makan siang berdua dengan Rangga di sebuah restoran dekat kantor Rangga. Ngarsinah mengutarakan cerita yang disampaikan Yuni kepada suaminya. Rangga menyimak dan pria itu menganggap hal ini bukanlah sepele, ketika seseorang sudah memiliki sifat iri maka akan sulit untuk mengobati hatinya.
“Sayang, menurutku sebaiknya kita temui Fatim, selama ini kalian belum pernah bertemu kan?” Tanya Rangga dengan tatapan serius. Ngarsinah menyesap coklat panasnya dan setelah itu kembali menatap sang suami.
“Belum mas, apakah bertemu dengan Fatim saat ini akan aman untuknya? aku tidak mau bertemu di rumah Fatim, karena bisa saja sewaktu-waktu David datang. Apalagi hari minggu besok mereka akan menikah,” ucap Ngarsinah meminta pendapat kepada Rangga. Sesaat Rangga terdiam dan berusaha menimbang semuanya.
“Segera hubungi Fatim, dan ajak bertemu sekarang sayang.” akhirnya Rangga memutuskan dan dengan cepat Ngarsinah menghubungi Yuni untuk meminta nomor hape Fatim.
Setelah mendapatkan nomor Fatim dari Yuni, Ngarsinah segera menghubunginya. Pembicaraan kedua wanita itu di sambungan telepon.
“Hallo Assalamualaikum,” sapa Fatim.
__ADS_1
“Hallo Waalaikumsalam, Fatim ini aku Ngarsinah.” Jawab Ngarsinah ramah.
“Maasya Allah Arsiiii … kamu dimana? aku kangen banget,” Sahut Fatim dengan riang.
“Aku ada di cafe Nona, bisakah kamu kesini Fat, ada yang hal penting yang ingin aku bicarakan.” Ucap Ngarsinah to the point.
“Siaapp juragan, sekarang juga aku otewe ya.” Jawab Fatim dengan sigap. Sambungan telepon pun terputus dan sekarang Rangga dan Arsi melanjutkan obrolan ringan sambil menikmati hidangan yang di pesan. Porsi makan Ngarsinah memang jadi berkali-kali lipat dari biasanya dan hal itu membuat Rangga tersenyum.
Tidak lama kemudian Fatim datang dan kedua wanita itu pun saling berpelukan. Fatim Menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan memperkenalkan diri, Ngarsinah meminta Fatim untuk memesan makanan dan untuk yang kesekian kali Arsi pun kembali memesan makanan.
“Fatim, maafkan aku kalau aku tidak tau kamu ada di kota. Bagaimana kabarmu?” tanya Ngarsinah membuat obrolan dan memutus kecanggungan. Sebenarnya dia ingin langsung membahas tentang apa yang menjadi kegelisahannya, tapi sangat tidak sopan ketika baru bertemu sudah membahas permasalahan.
“Aku … tidak banyak cerita yang bisa aku bagi kepadamu Fat, perceraianku dengan David disaksikan orang sekampung dan Alhamdulillah Allah gantikan dengan seorang pria luar biasa, dengan kedua malaikat kecil yang selalu membuatku bahagia.” Sahut Ngarsinah dengan senyum terkembang dan menatap ke arh Rangga dengan pandangan penuh cinta.
“Aku senang melihatmu sekarang Arsi, Allah maha Adil untuk orang yang sabar sepertimu. Arsi, hmmm aku ….” ucap Fatim terbata, ada keraguan untuk menceritakan tentang kisahnya dengan David.
“Fatim, Bolehkah aku mendengar langsung tentang Novi dari dirimu langsung? dan aku dengar kamu akan menikah dengan David, apakah itu benar?” Tanya Arsi hati-hati, Rangga hanya menjadi pendengar yang baik saat ini.
“Arsi, aku ingin cerita dari awal semuanya. Tolong kamu dengarkan dan tidak memotong sampai aku selesai,” Jawab Fatim sungguh-sungguh, ini adalah waktu yang dia tunggu-tunggu selama ini. Ngarsinah memandang ke arah Rangga untuk sesaat dan Rangga pun mengangguk.
“Silahkan Fat, aku akan mendengarkan semuanya dengan baik.” Sahut Arsi dengan mantap. Kini ketiga orang itu pun sedikit menegakkan tubuh untuk mendengarkan kisah Fatim dengan serius.
__ADS_1
Fatim bercerita dengan tenang tentang semua yang diketahui, mulai dari Novi yang memberikan ramuan dari jamu buatan mbah Jebrak. Fatim mendengar sendiri dari dukun bayi atau bidan kampung yang ternyata adalah neneknya Fatim tentang pesanan jamu untuk menunda kehamilan. Fatim baru menyadari kalau jamu yang Novi berikan kepada Ngarsinah adalah jamu yang berbahaya.
Ngarsinah yang mengetahui hal itu langsung dari Fatim merasa kaget, walau dia sudah mendengarnya dari Yuni. Fatim menyelesaikan ceritanya sampai pada hubungannya dengan David akan memasuki jenjang pernikahan.
“Fatim, apakah kamu yakin akan menghadapi Novi?” tanya Ngarsinah dengan wajah cemas. Fatim tersenyum dan mengangguk.
“Arsi, aku melihat David orang yang baik, tapi karakter dia memang keras dan mungkin bisa dibilang cuek. Jika dia sudah kecewa, terkadang langsung mengambil keputusan tanpa menyelidiki dengan teliti. Itulah yang terjadi pada dirimu saat masih bersama dengan David, Novi menggunting dalam lipatan dan David terseret dengan hasutan Novi. Aku ingin membuat David menyadari kesalahannya dan memperbaiki diri, Aku juga ingin Novi berhenti berbuat jahat kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya. Kamu tau Arsi, kemarin ada seseorang suruhan Novi yang datang ke warung dan akan melecehkan ku. Berkat pertolongan Allah aku bisa melumpuhkannya dan ….” Fatim terus saja bercerita kejadian demi kejadian yang menimpa Fatim beberapa hari terakhir ini.
“Novi orang yang berbahaya Fat, aku berharap kamu berhati-hati. Keputusanmu untuk menikah dengan David aku dukung dan semoga kehadiranmu di tengah keluarga mereka, bisa membawa kedamaian dan kebahagiaan. Novi bisa melukai siapa saja Fat, aku dan kamu bisa saja dibuat nya celaka. Aku berharap berhati-hatilah dengan wanita ular itu, aku pun begitu.” Ucap Ngarsinah dengan wajah sendu.
Fatim mengangguk tanda memahami, mereka bertiga kembali melanjutkan obrolan santai sampai makanan yang mereka pesan habis. Mereka berpamitan dan berjanji untuk saling memberikan kabar dan mengunjungi. Mereka bertiga keluar dari Restoran itu dan menuju ke parkiran. Fatim teringat akan sesuatu yang sedari rumah tadi sudah dia siapkan untuk diberikan pada Ngarsinah. Sambil berlari kecil Fatim mendekati mobil Arsi dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
“Arsi, aku punya sesuatu untukmu. Ini sangat sederhana tapi akan sangat membantu disaat genting,”
❤️❤️❤️
Hmmm kira-kira apa ya yang di kasih Fatim 🤔🤔.
Yuuukk jempooll nya pemirsaaahh, komen, komen, komen. vote dan hadiah jangan lupaaahhh. Tengkyuuuhh pemirsaaahh
❤️❤️❤️🤔🤔🌹🌹🌹
__ADS_1