Janda Mandul

Janda Mandul
S2 Bab 17: Jinny


__ADS_3

"Apa yang sedang terjadi pada Jinny?" Tanya Samira pada dirinya sendiri. Wanita itu sedang menatap nanar seorang wanita, yang sedang menangis karena dijatuhkan dari sebuah mobil. Langkah kaki Samira pun terhenti, David yang baru saja keluar dari mobil menatap heran dengan tingkah Samira. 


"Apa yang kamu lihat Samira?" Tanya David menatap heran ke arah wanita yang sedang menggendong Viona itu. 


"Eh tidak ada kak, hanya kasihan saja melihat pengemis yang di ujung jalan itu. Sebentar ya kak, aku mau berikan sedikit uang untuknya." Sahut Samira asal, dia memanfaatkan seorang pengemis yang sedang mencari tempat untuk duduk. 


"Hatimu baik sekali Samira, pergilah … sini biar Viona aku yang gendong." Ucap David dengan senyum hangatnya. Samira mengangguk kecil dan memberikan Viona pada David, kini wanita itu sudah melangkah maju sambil memastikan Jinny tidak pergi. 


Dari arah yang berbeda, seorang wanita yang sudah didandani sedemikian rupa tanpa sengaja beradu pandang dengan Samira. 


"Sa-Samira, ada apa dia disini?" Tanya Jinny pada dirinya sendiri. Kini mereka saling pandang pada jarak aman, Samira tidak mungkin menyapa Jinny di tengah keramaian saat ini. Begitu juga dengan Jinny, untuk sesaat mereka saling diam dan hanya bicara lewat pandangan mata. 


"Terimalah ini pak, semoga bisa membantu bapak." Samira memberikan sejumlah uang kepada pengemis yang kini ada di hadapannya, dia tau kalau di arah yang berbeda pasti David sedang memperhatikannya. 

__ADS_1


Samira melempar senyum ke arah Jinny dan mengangguk kecil, dengan cepat ide di kepalanya muncul disaat dia melihat David jalan mendekat. 


"Mbak, ini terimalah untuk mengobati luka anda. Tolong doakan saya," ucap Samira dan memberikan beberapa lembar uang merah ke tangan Jinny. David mendekati Samira dengan senyum dan pandangan kagum, dia salut dengan sifat dermawan sepupu jauhnya itu. 


"Terimakasih bu, semoga anda dan suami selalu bahagia. Cantik sekali anak ini," ucap Jinny dengan tatapan penuh arti. 


"Terima kasih mbak, maaf saya harus buru-buru. Ayo Mira," ajak David kepada Samira. Sebelum menjauh, Samira dan Jinny masih sempat saling melempar pandang. Samira berjalan beriringan dengan David, kini nafsu makannya hilang sudah, berpikir sejenak untuk membatalkan saja acara makan mereka tapi bagaimana caranya? 


David memberikan Viona kepada Samira, dia pamit untuk pergi ke toilet. Samira menurut dan memilih tempat duduk yang sedikit tersembunyi, pandangannya mengedar untuk memastikan dirinya aman. 


"Haaooo … haaoo," celoteh Viona yang menatap Samira. Dengan cepat wanita itu mengeluarkan dot dalam tas perlengkapan bayi nya. 


David sudah menyelesaikan urusannya di toilet, pria itu berniat untuk menghampiri Samira. Tapi dalam hitungan detik kedua bola matanya membulat dan langsung memundurkan langkahnya ke belakang untuk kembali ke toilet. 

__ADS_1


"Bang Jack, mampus aku. Sebaiknya aku lewat belakang saja menuju parkiran, nanti Samira biar menyusul." 


David langsung mengambil langkah seribu meninggalkan restoran melalui pintu belakang. Beberapa kali pria itu menoleh kebelakang, demi memastikan semua baik-baik saja. Tanpa David Sadari ada seseorang yang juga nampak panik menuju dari arah berlawanan, tanpa bisa dielakkan mereka pun bertabrakan. 


Bruk!


"Aawwzzz sialan! Dimana matamu,hah!" Umpat sang wanita yang nampak berantakan. 


"Uuffff … anda juga jalan sembarangan! Pa-ka-i … kau!" 


❤️❤️❤️


Bener-bener malam yang sempurna ya bagi mereka semua, hehehe. 

__ADS_1


Haayuuukk like, komen, subscribe dan vote mumpung hari senen pemirsaah. Maafkan belum bisa up banyak ya sayaaang. Tengkyuuhh ❤️❤️🌹


 


__ADS_2