
"Fatim, hentikan!" Teriak David yang melihat Fatim sedang asyik mencak-mencak sambil mukulin wajan. Sementara orang yang terkurung wajan teriak-teriak mohon ampun. Tapi–
Byuuuurrrr!
"Aaakkhhhh … Fatim sabar, ini aku David." Teriakan David membuat Fatim sadar bahwa calon suaminya sudah basah dengan kuah soto yang ada di termos.
"Allahu Akbar! Maaf mas, kamu bersihkan badanmu. Aku masih belum selesai dengan orang ini!" Teriak Fatim yang masih menekan wajan dengan kedua tangannya.
"Ampuun mbak … ampun!" Teriak John. Fatim yang masih terlilit emosi mengedarkan pandangannya mencari sesuatu.
Tap!
Sreekkk!
Fatim menarik tali plastik yang biasa digunakan untuk jemuran serbet. Setelah mengikat kaki dan tangannya pelaku, fatim mengambil dandang besar untuk menggantikan wajan sebagai pengurung John.
David sudah selesai membersihkan dirinya, pria itu takjub melihat apa yang sedang dilakukan oleh Fatim.
'Sial, baru saja aku menyentuh tangannya. Sekarang bonyok aku dibuatnya,' Gerutu John dalam hati, semua kepalanya terasa sakit dan berputar akibat pukulan dan suara wajan yang memekakkan telinga.
Duueng!
"Siapa kamu ini?! ayo ngaku … mau tak sambel muka mu? hah!" Tanya Fatim garang. Fatim memukul dandang dengan sutil kayu, kini wanita itu sudah duduk di hadapan John yang kini terkurung dandang.
"Sa-saya John mbak. Ampun jangan pukul dandangnya lagi mbak, pusing kepala saya!" Teriak John dari dalam dandang.
"Siapa yang nyuruh kamu?!" Tanya Fatim lagi. Wanita itu sudah bersiap memukul kan sutil kayu ke dandang, tapi wanita itu memberikan kode ke David untuk mengambil bumbu yang sudah di haluskan. David mengerti dan beranjak mengambil kan bumbu.
"Saya sendiri, sa-saya tidak disuruh siapa-siapa," jawab John tergagap. Fatim tersenyum miring dan membuka dandang agar bisa memandang wajah John.
__ADS_1
Glondaang!
Dandang dibuang ke sembarang arah, Fatim menatap tajam ke sepasang netra pria yang di keningnya ada dua benjolan. David berdiri di belakang pria yang kaki dan tangannya sudah terikat dengan tali plastik untuk jemuran serbet.
“Ti-tidak ada yang nyuruh saya mbak, sa-saya hanya suka saja dengan mbaknya.” Pria itu menunduk karena kepalanya terasa cekot-cekot dan telinganya berdengung.
‘Kalo di pilem-pilem action itu, jagoannya ngapain lagi ya kalo sudah melumpuhkan musuh? aahh ya … aku tau, aku ingat.’ Fatim bermonolog dalam hatinya dan sekilas senyuman kemenangan nampak di matanya.
“Ehhh … mbak mau ngapain? Kok nggerayangi saya, ampun mbak … Heempp!” Teriakan John langsung di bungkam dengan dengan serbet yang ada diatas meja. Pria itu rasanya ingin muntah karena serbet yang berada di mulutnya sangat bau sekali.
“Katakan dengan jujur, mas … tolong kamu video ni orang, setelah itu viralkan. Lumayan kita bisa dapet cuan,”ucap Fatim asal sambil memberikan ponselnya kepada David. David yang baru terkagum-kagum dengan aksi sang calon istri dengan cepat menyambut ponsel milik Fatim.
Kali ini pria blasteran Belanda itu tidak banyak bicara, dia ingin memberikan ruang dan waktu kepada Fatim sampai wanita itu menyerahkan tersangka kepadanya.
“Ahha … dapat, aku mau liat di hape mu, sekalian aku mau poto wajah ganteng mu yang tadi katanya mau bersenang-senang sama aku, iya to?!” tanya Fatim galak. Wanita itu langsung membuka ponsel John dan melihat panggilan terakhir berasal dari Novi. Dengan cepat Fatim mencatat nomor yang tertera dengan nama Novi di buku catatan bon pelanggan.
“Bener mbak, saya nggak ada yang nyuruh …” ucap John dengan wajah resah. Fatim hanya tertawa miring. Wanita itu mengambil cabe yang sudah dihaluskan, lalu mendekatkan ke indra penciuman John.
“Sampean tau pedesnya sambel? Ayo bilang sekarang siapa yang nyuruh kamu, atau muka mu tak maskerin pake sambel ulek ini!” Ancam Fatim penuh penekanan. Mata John membulat, baru kali ini dia menghadapi mak-mak ekstrim seperti Fatim.
“Nyonya Novi, istri nya tuan bule ini.” Jawab John dengan cepat. Dia tidak ingin bermain sambal dengan Fatim, karena Fatim bukanlah wanita yang seperti perkiraannya.
“Novi?” desis David dengan wajah tak percaya. Sementara tangannya masih setia merekam apa yang terjadi.
*****
Hari ini Ngarsinah sudah merasa enakan dan berniat untuk ke kedai. Setelah beberapa lama wanita itu absen karena efek hamil di trimester pertama, Yuni yang melihat kedatangan Ngarsinah langsung menyambut dengan senyum ceria.
“Duuhh bu bos apa kabar?” Tanya yuni sambil memeluk Ngarsinah.
__ADS_1
“Baik dek bos, hahaha … ayo masuk,” Ajak Ngarsinah dengan jalan sambil berangkulan dengan Yuni. Sesampai di dalam ruangan mereka, Yuni tidak sabar ingin menceritakan berita hebat yang sudah dia tahan.
“Arsi, kamu kenal nggak sama Fatim? anaknya lek Satiyam, pekerja di kebun bapakmu” Tanya Yuni sambil menyiapkan buah di piring untuk cemilan Ngarsinah.
“Hmmm … aku kok pernah dengar nama itu ya, tapi kok gak ingat yang mana? kamu kan tau Yun, aku banyak mengerjakan administrasi kebun dari pada ngurusin pekerja. Emang kenapa Yun?” Tanya Ngarsinah yang tidak ingin berlama-lama mengingat. Wanita hamil itu lebih penasaran dengan apa yang akan diceritakan Yuni.
“Fatim itu ternyata tinggal di kota ini juga, dan kamu tau ceritanya? Dia memegang sebuah rahasia besar tentang kemandulan mu selama ini,” Ucap Yuni dengan ekspresi serius.
“Haahh … kok bisa, gimana ceritanya? dan kamu lihat sendiri kan Yun, Allah maha baik, aku sekarang hamil.” ujar Ngarsinah dengan wajah bahagia. Yuni pun ikut tersenyum bahagia dan tidak lupa gadis itu mengusap perut Ngarsinah.
“Jadi gini ceritanya ….” Yuni menceritakan semua apa yang dia ketahui, Ngarsinah merasa sakit hatinya mendengar semua yang sudah dilakukan Novi kepadanya. Sesabar-sabarnya seorang Ngarsinah, tetap saja dia memiliki rasa marah dan kecewa.
“Apa salah ku sama Novi ya Yun? Kok tega dia begitu sama aku … tapi semua aku serahkan kepada Allah untuk menyelesaikan semuanya, Jadi sekarang Fatim tinggal dimana? aku pengen ketemu dengan dia Yun.” ucap Ngarsinah setelah menanyakan alamat fatim.
“Eeeiit tunggu dulu, kita dapat undangan dari Fatim hari minggu besok dia akan nikah, melepas masa jandanya dan akan menjadi istri kedua David.”
Duuaarr!
Ngarisnah terkejut mendengar informasi dari Yuni, sementara gadis itu menjelaskannya dengan enteng dan senyum terkembang. Ngarsinah ternganga tak percaya mendengar apa yang baru saja dia dengar.
“Da-David suaminya Novi? si David mantan suamiku?”
❤️❤️❤️
Naahh kan, Arsi kelamaan libur, jadi kurang update gosip terkini nih 😆.
Pemirsaah maaf ya kemaren othor gak update karena lagi beres2 rumah, ini sudah berapa kali lebaran rumah gak di sentuh sama sekali (bisa bayangin ya gimana bentuk rumah othor 🤣.) Semoga nanti bisa tiap hari update lg. Ikuti terus kisah si jandul ya pemirsaaahh🥰.
Like mana Like? komen yang rame ya, tp sopan biar adem di hati hehehe. hadiah ama vote juga jgn lupa. Tengkyuuhh pemirsaaaku tercintaahh ❤️❤️❤️🥰🤣🌹🌹🌹
__ADS_1