Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 63: Lemon Cake


__ADS_3

Arsi yang kaget berusaha mengedarkan pandangan kepada beberapa orang karyawan yang sedang membantunya membuat kue di dapur. Ngarsinah mendekatkan mulutnya di telinga Yuni agar bisa berbisik dengan aman. 


“Kamu perhatiin aja Yun, kemaren aku dan anak-anak ketemu sama dia di restoran, dan Arya memarahinya karena David terus memandangiku. Aku tidak mau dia mengusik kita,” ucap Arsi menanggapi bisikan sahabatnya, dengan anggukan tanda mengerti Yuni berlalu dan meninggalkan dapur. 


Menuju ke toko, Yuni melewati bocah kembar yang sedang asik nonton televisi sambil ngemil. Yuni menggoda mereka dengan mengambil makanan yang sudah siap masuk kedalam mulut Arya. 


“Tanteee! kembaliin …” teriak Arya sambil tertawa dan mengejar Yuni ke toko. Mereka selalu seperti itu saling menjahili dan akhirnya tertawa bersama, sering juga mereka sampai berguling-guling saking serunya. 


Arya terus saja berteriak-teriak, dan memancing perhatian David yang sedang bicara serius dengan Bram. ‘Bocah itu, kan yang kemaren bertemu di restoran? ohh ternyata dia pemilik toko ini, berarti Arsi juga sering kesini,’ batin David dalam hatinya setelah beberapa saat memperhatikan Yuni dan Arya yang sedang bercanda. 


Kebetulan toko sedang tidak ada pelanggan yang datang, jadi mereka berdua bersantai sesaat dengan bercanda. Yuni yang selalu menggunakan masker saat berjaga di toko, pembuat David tidak mengenalinya. 


Pembicaraan David dengan Bram sudah selesai, pria berwajah bule itu paling senang dengan lemon cake, dan entah kenapa saat suapan terakhir dari cake yang dia pesan tadi, dia teringat akan rasa yang tidak asing di lidahnya. 


‘Cake ini rasanya persis seperti buatan tangan Arsi, selama ini aku makan dimana-mana baru ini aku menemukan rasa yang persis dengan buatan tangannya,’ gumam Bram dalam hati. Pria itu bertanya-tanya dalam pikirannya apa hubungan toko ini dengan mantan istri yang kini mampu membuat jantungnya kembali berdesir. 


“Pak David, besok bisa ya saya terima sampel barangnya? jika memang bisa lolos, kita akan lakukan tanda tangan kontrak kerja sama untuk waktu dua tahun.” 


Bram memutus lamunan David setelah pria itu menghabiskan minuman es coklatnya. Bram melihat David yang melamun, hanya tersenyum saja. Pikiran Bram, David sedang menikmati lemon cake yang nampak bersih di piringnya. 

__ADS_1


“Eh iya pak, saya akan berikan sampel nya dan siap untuk bapak bandingkan dengan yang lain.” jawab David sedikit gugup. Pria itu menikmati minumannya. 


“Gimana rasa lemon cakenya pak David?” tanya Bram sekedar basa basi sekaligus jajak pendapat pelanggan untuk bahan koreksi bagi Arsi dan Yuni. Bram tidak lagi mengejar Arsi setelah mengetahui sahabatnya lebih dulu mendapatkan hati wanita yang berstatus janda cantik itu. Kini Bram semakin dekat dengan Yuni, terlalu sering berkomunikasi membuat kedua manusia dewasa itu saling merasa nyaman.


“Ini lemon cake yang terenak pak Bram, saya memang penggemar lemon cake dan dari semua kedai kue yang pernah saya beli inilah yang terenak.”


Yuni yang bisa mendengarkan pembicaraan Bram dan David tersenyum tipis di balik maskernya. Walaupun saat ini Yuni sedang sibuk melayani pembeli, tapi telinganya terus terpasang dengan baik untuk mendengarkan pembicaraan mereka. 


Arya yang masih berada di toko, mendengar cake mama nya mendapatkan pujian dari seorang laki-laki merasa terusik, dengan cepat pria kecil itu menoleh. Dengan mata yang dipicingkan sedikit untuk memperjelas penglihatannya, pria kecil itu merasa mengenal siapa pria yang sudah memuji tadi. Dengan pelan Arya mendekati meja kedua pria tampan itu.  


“Hai om, kita ketemu lagi,” sapa Arya dingin, Bram yang melihat Arya berdiri di dekatnya dengan cepat meraup tubuh kecil itu dan membawanya untuk duduk di pangkuannya. Arya menurut dan memberikan senyum kepada om bram, sahabat papanya itu. 


“Aku kesini karena om memuji lemon cake ini, terimakasih untuk pujiannya om. Tapi aku tidak suka kalau om memujinya dengan berlebihan ya,” jawab Arya dengan menegaskan tentang tujuannya yang mendatangi meja mereka dan tidak lupa menyelipkan ancaman untuk David. Bram yang mendengar itu tergelak karena pria itu menilai lucu. 


“Arya, emang kenapa kalo om David memuji berlebihan lemon cake nya?” tanya Bram, Arya tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang putih baru saja ompong satu. David pun juga merasa terhibur dengan ancaman Arya. 


“Arya cemburu om,” jawabnya singkat dan pastinya membuat kedua lelaki dewasa itu tertawa terbahak-bahak. Arya hanya tersenyum dia tidak marah ditertawakan, baginya mengungkapkan isi hatinya itu lebih penting saat ini dan si om bule harus mengetahuinya. 


“Oohh maaf bos kecil, aku akan menurut padamu. Boleh aku tau kenapa kau cemburu saat aku memuji cake ini?” tanya David dengan senyum terkembangan, hati pria itu menghangat melihat cengan celotehan Arya. 

__ADS_1


“Karena ini buatan wanita istimewa ku, om!” jawab Arya lantang dan dingin. Sungguh jawaban yang di luar prediksi kedua pria dewasa itu. Ngarsinah yang mendatangi Arista di ruang televisi mendengar suara ramai tawa orang dewasa dan anak-anak, dengan langkah pelan wanita itu mengintip dari arah dalam rumah. 


Setelah melihat sekilas ke arah toko, Ngarsinah melihat kebersamaan David, Bram dan Arya. Wanita itu melangkah mundur dan mengangkat tubuh Arista yang sudah tertidur pulas di sofa. 


Tanpa terasa waktu berlalu, kini Arya sudah menyusul sang adik untuk tidur siang, Arsi dan Yuni serta semua karyawan kedai roti ‘Why A’ sibuk dengan tugasnya masing-masing. Hari ini Rangga pulang cepat karena ada yang ingin dia bahas dengan Arsi, jam lima sore pria tampan itu sudah memarkirkan mobilnya di halaman parkir kedai roti. 


Setelah menyelesaikan sholat Ashar, pria itu meminta arsi untuk duduk bersamanya. Cemilan lezat yang dihidangkan sang calon istri tidak luput dari incaran tangannya, setelah mencicipi cemilan ringan itu, Rangga sudah bersiap untuk bicara. 


“Sayang, aku ingin membahas tentang tanggal pernikahan kita, apakah kamu sudah menentukannya?” tanya Rangga dengan menatap Arsi penuh damba. 


“Mas kemaren mama kan mintanya segera, kalau pernikahan sederhana aku rasa tidak perlu waktu yang lama untuk mempersiapkannya. Mas maunya gimana?” Tanya Arsi, wanita itu sebenarnya menginginkan pernikahan yang sederhana saja agar tidak banyak biaya yang keluar, lagian kondisi mereka yang sudah janda dan duda. 


“Hmmm … aku ngikut aja gimana yang membuat kamu nyaman sayang, yang penting kan sah nya. Mengundang saudara dan beberapa kerabat dekat aku rasa itu sudah cukup.”


❤️❤️❤️


Pemirsa, kita siap2 kondangan yaa. Mau yang meriah atau yang sederhana niihh 🤔 🥰


Cuuusss buruan banjiri dengan like, komen, vote dan hadiahnya pemirsaahh ❤️❤️❤️🥰🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2