
Dokter yang merawat Betty sontak kaget saat seorang bos besar dengan pengaruh, yang mampu membuat orang merinding untuk berhadapan dengannya, kini sedang membahas tentang anak dengannya. Kalimat ambigu yang keluar dari bibir sang mafia membuat dirinya membeku, sang dokter berusaha menggerakkan badannya untuk terbebas dengan rasa kaku.
“Ma-maaf tuan, maksud anda bagaimana?” Tanya sang dokter yang masih belum diketahui namanya oleh sang mafia. Jack tersenyum dan mendadak wajah dinginnya berubah tampan berkali lipat, Betty yang sedang terbaring pun terpana dengan pemandangan indah di hadapannya.
“Ohh sorry, siapa namamu dokter?” Tanya Jack dengan ramah. Sesaat sang dokter menjadi salah tingkah dengan sikap ramah Jack. Beberapa kali menarik nafas demi mengusir rasa gugup nya, sang dokter menguatkan diri untuk menjawab.
“Sarah Hasan, itu nama lengkap saya tuan.” Jawab Sarah sedikit bergetar. Jack tersenyum, lalu mendekati brankar Betty. Betty bersorak gembira dalam hatinya, dalam pikirannya kekayaan yang tidak akan membuat hidupnya kesusahan jika dia menjadi ibu dari anak Jack. Betty tersenyum dengan tatapan yang penuh harap, walau masih ada rasa nyeri di ujung bibirnya tapi tidak membuatnya menyerah untuk memberikan senyum dan wajah terbaik untuk sasarannya kali ini.
‘Aku bersedia menjadi ibu dari anakmu Jack dan jika kau memintaku menjadi istrimu, aku tidak akan menolak nya asalkan semua hartamu akan menjadi hartaku juga, hahaha come to mama Jack’ Gumam Betty dalam hati. Sementara Sarah bernafas lega saat melihat Jack mendekati Betty, Walau Jack tampan dan kaya raya, tapi Sarah tetap takut jika harus menjadi orang terdekat dengan sang mafia.
“Betty, aku ingin menikahi dokter Sarah, bagaimana menurutmu?” ucap Jack.
Gubraaak!
Kedua Netra Betty membulat sempurna dan impian yang baru saja dia bangun mendadak porak poranda. Ingin rasanya Betty menampar wajah Jack dengan sandal agar otak pria yang baru saja di khayalkannya itu bisa kembali pada tempatnya.
__ADS_1
Bagaimana dengan Sarah? Jelas Sarah menggeleng pelan dengan raut wajah yang sudah tidak karuan. Tubuh rampingnya bergetar hebat, mimpi apa dia semalam, tiba-tiba seorang mafia memintanya menjadi istrinya.
“Jack, kau sudah tidak waras?” Tanya Betty dengan geram. Pria yang sedang mendapatkan tatapan tajam dari dua orang wanita, tampak santai dan kini sudah duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Sarah salah tingkah dan rasanya dia ingin menghilang dari ruangan panas itu.
“Maaf saya, permisi tuan.” Ucap Sarah memberanikan diri dan melangkah menuju pintu. Jack yang melihat sikap Sarah seperti itu, merasa lucu dan menjadi gemas. Entah apa yang membuat Jack berubah, biasanya dia akan murka jika ada orang yang berbuat tidak sesuai dengan keinginannya, tapi tidak kali ini.
“Sarah, jangan keluar dari ruangan ini, aku ingin bicara denganmu disini. Karena aku tidak mau bicara hanya berdua saja.” Ucap Jack mencegah. Sarah langsung terdiam dan tidak berani membantah. Pelan dia menggeser tubuhnya menuju kursi yang biasa digunakan saat bekerja di klinik pribadi sang mafia.
Betty sudah tidak tahan lagi dengan sikap Jack yang membuat hati dan otaknya terbakar api kecemburuan sosial. Wanita itu sudah bersiap untuk menyemburkan semua kalimatnya untuk Jack, tapi Jack malah mendahuluinya.
“Betty, aku sudah melakukan apa yang kamu inginkan dan kau juga sudah membayarnya dengan tubuhmu. Kenapa kau marah dengan keputusanku? Hubungan kita hanya sebatas pekerjaan dan aku sudah melakukannya. Ahh aku tau, apakah kau berpikir kalau aku akan mengajakmu menikah dan kau akan melahirkan anak yang lucu seperti yang aku pesan? Ck … Jangan seperti itu berpikirnya Betty, Aku tidak akan membiarkan keturunanku lahir dari seorang ja*ang sepertimu. Dan aku rasa Sarah adalah orang yang tepat. Wanita yang menutup seluruh tubuhnya, persis seperti wanita yang memiliki anak-anak lucu tadi. Betty aku akan menikah dengan Sarah, dan kau akan aku berikan hadiah karena aku sedang bahagia.” Ucapan panjang Jack membuat kedua wanita dengan perasaan berbeda itu semakin menjatuhkan rahangnya.
“Kenapa dokter Sarah, apakah aku kurang tampan dan kaya raya? Aku juga sangat sehat dan aku bisa membuatmu bahagia lahir dan batin.” Ucap Jack narsis dan hal ini membuat Betty merasa jengah. Sarah sendiri dibuat tak mampu berkata-kata mendengar pertanyaan dan ucapan vulgar sang mafia.
“Bu-bukan begitu tuan. Tapi ….” Ucap Sarah menggantung. Jack tidak sabar mendengar kelanjutannya. Pria itu memang tidak pernah merasakan jatuh cinta, yang dia tau hanya bagaimana menyelesaikan hajat biologisnya saja pada wanita yang dia inginkan. Hatinya penuh dengan kekuasaan dan selalu haus darah, tapi setelah bertemu dengan kedua bocah lucu itu membuat otak Jack mendadak waras dan hatinya pun penuh dengan bunga-bunga.
__ADS_1
“Ahh … aku tau, katakan padaku Sarah keinginanmu. Atau bagaimana seharusnya aku berlaku agar aku bisa punya anak yang lucu dari mu?” Ucap Jack. Sarah yang mendengarnya sungguh dibuat pusing. Pria yang ada di hadapannya tidak memberikan pilihan apapun dan sama sekali tidak peduli dengan perasaannya.
Betty yang berada di ruangan itu juga seperti sedang menonton drama komedi. Dua orang dewasa sedang membahas tentang hal yang konyol, dan hatinya semakin membara saja dibuatnya. Sarah yang melihat perubahan wajah Betty merasa takut dan ingin rasanya dia berteriak kepada pria aneh yang berstatus mafia itu, untuk mengijinkannya keluar dari ruangan itu.
“berikan saya waktu dan ruang untuk berpikir tuan, permintaan anda bukan hal yang bisa dibuat main-main. Menikah adalah ikatan suci dengan tuhan dan buat saya itu hanya satu kali seumur hidup. Maaf Tuan Jack, saya ijin keluar dari ruangan ini, kita akan bicara lagi nanti.” Ucap Sarah dengan sangat berani, melangkah keluar ruangan perawatan Betty dengan cepat.
Jack menatap kepergian Sarah, dia yakin gadis itu menuju kamar yang disediakan khusus untuk dokter kliniknya. Sarah yang bertugas sebagai tenaga medis untuk anak buah Jack yang terluka, jadi gadis itu sangat tahu tentang latar belakang pria yang baru saja membahas tentang pernikahan dengannya.
Jack berdiri dan kembali mendekati Betty, Pria itu menatap dalam dan cukup lama ke arah wanita yang terlihat mengenaskan itu. Entah kenapa Jack tidak memiliki rasa kasihan sedikitpun, tapi saat tadi melihat Sarah dengan teliti ada rasa nyaman di hati Jack.
“Betty, kerjasama kita sudah berakhir. Dan aku tidak mau lagi ada hubungan apapun denganmu setelah kau sembuh, pergilah keluar negeri aku sudah menyiapkan hadiah dan jangan pernah mengganggu apapun milikku. Sepertinya aku akan segera bahagia, ingat Betty … jaga batasanmu!” Ucap Jack pelan namun penuh penekanan dan ancaman.
❤️❤️❤️
Hadeeehh si Jack mah aya-aya wae yak 🤦
__ADS_1
Pemirsaahh aku menunggu like, komen,vote dan hadiahnya. subscribe yaaahh. tengkyuuuu pemirsaaah
❤️❤️❤️🤦🤦🤦🌹🌹🌹