
“Kita siap berperang!” Ucap Martha dengan kesungguhan. Wanita itu sepertinya tidak ada takut-takutnya sama sekali, hal ini membuat Rangga merasa salut dengan ibu angkatnya itu.
“Siaap!” Ucap semua orang yang ada disana secara bersamaan. Jack sibuk menghubungi markas dan beberapa orang yang terkait dengan White Demon. Sementara para pria kini sudah bersiap untuk melakukan perjalanan ke rumah Sarah untuk berpamitan.
“Hallo Nenek … ini untuk nenek,” Ucap Arista. Gadis kecil itu tiba-tiba saja sudah berada di samping Martha, wanita bertubuh bongsor itu pun terkejut dan menundukkan kepalanya. Seorang gadis kecil yang dia ketahui itu adalah putrinya Rangga sedang memberikan cake untuknya.
"Oowwhh sweety, kamu cantik sekali. Sini-sini duduk di pangkuan nenek," ucap Martha yang kembali menghempaskan bo*kong nya di kursi semula.
Arista menurut, gadis itu terus tersenyum dan naik begitu saja ke pangkuan martha. Anak kecil itu tau mana orang yang tulus dan mana yang modus, dalam hitungan waktu yang sangat singkat dia pun bisa merasa dekat dengan seorang Martha yang notabene pimpinan kelompok mafia.
mereka berdua nampak bercengkrama dengan sangat manis, Rangga memperhatikan interaksi itu dari jauh, karena saat ini dia sedang membantu Arsi menggendong Alino. Acara pagi ini sudah selesai, mereka pun siap berangkat.
Titik serang sudah di tentukan oleh Simon, markas White Demon itulah yang dituju oleh pria berhati iblis itu. Martah dan Jack sibuk melakukan panggilan telepon untuk melakukan koordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan mereka.
Iring-iringan mobil mewah pun kembali menjadi pemandangan yang membuat warga kampung heboh, saudara Sarah yang masih berkumpul di rumahnya juga sudah siap melakukan penyambutan.
Sarah sebelumnya sudah menyampaikan kepada orang tuanya kalau mereka akan segera kembali ke kota, wanita itu tidak menyampaikan keadaan sebenarnya, karena dia tidak ingin membuat kedua orang tua dan keluarganya khawatir.
Bagi Sarah pernikahannya sungguh membuat kesan tersendiri, ternyata seperti inilah menikah dengan seorang mafia yang sangat disegani sekaligus banyak musuh yang bertaruh keberuntungan saling berebut kekuasaan.
__ADS_1
Tidak ada pilihan bagi Sarah saat ini, membiarkan suaminya berperang sendiri, itu bukanlah sifatnya. Lagi pula ini akan menjadi sejarah yang akan dia ceritakan kepada anak dan cucunya. Jack nampak begitu posesif kepada Sarah, tangan pria itu tidak pernah lepas dari genggaman tangan Sarah.
Malam pengantin yang belum membuatnya puas itu harus ter-jeda karena aksi sang mommy yang mendobrak kamar mereka. Belum selesai dengan itu semua, mereka kini harus berhadapan dengan Simon. Sesuatu yang membuatnya kesal dan tidak akan memberikan toleransi sedikitpun saat perang nanti.
Para mafia yang bergerak di dunia bawah selama ini selalu sportif, mereka tidak akan melakukan penyerangan dimana musuhnya tidak siap. Para mafia pun tidak akan menyerang musuh dari belakang atau membunuh lawan yang tidak bersenjata.
Peraturan itu sudah diterapkan dan ditaati oleh semua kelompok mafia dunia bawah secara turun temurun, jika ada yang berkhianat maka kedua belah pihak akan menjatuhkan hukuman berat bahkan sampai pada hukuman mati.
Kedua orang tua Sarah kini sudah berada di pelataran rumah mereka, warga kampung Rorocobek juga tidak kalah sibuknya. Mereka semua sangat menikmati pemandangan yang tidak biasa itu, melihat kemewahan mobil-mobil yang selama ini hanya bisa mereka lihat di televisi saja.
“Selamat datang kembali nak Jack dan … maaf ini siapa nak?” Tanya Sumi ramah.
“Waduuhh jeng besan, jangan panggil nyonya. Saya ini hanya petani di kampung sini, nama saya Sumi, ini suami saya Mijo. Kami orang tua Sarah,” ucap Sumi dengan senyum sumringah dan menyambut jabat tangan Martha. Tinggi badan Martha yang tidak biasa itu membuat semua orang memperhatikan wanita berwajah bule tersebut.
Mereka pun melakukan jabat tangan dan sesuatu pun terjadi, dimana saat Martha melakukan cipika-cipiki dengan Sumi itu adalah hal biasa. Pemandangan yang membuat warga desa shock adalah saat Martha juga melakukan cipika cipiki dengan ayah Sarah. Pria itu sungguh dibuat bingung dengan perasaan yang tidak karuan.
Sumi juga membulatkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, ini hal yang membuatnya ingin ngamuk namun tidak bisa karena Martha adalah besannya.
“Waaahh rejeki nomplok itu namanya bu Sumi, suamimu cipika cipiki sama besannya,” Ucap salah satu warga yang berada dekat dengan Sumi.
__ADS_1
“Weee lhadalah … lah kok disosor to bojomu Sum?!” Pekik salah satu warga yang berada di dekat nya juga.
Melihat suara dengungan dan bisik-bisik di antara warga, Sarah pun merasa risih, lalu dia menyenggol Jack untuk bicara dengan berbisik.
“Abang, ehem … Mommy jangan cipika-cipiki lagi ya. Tuh liat warga sama ibu pada shock,” Bisik Sarah di dekat telinga Jack. Pria itu mengangguk dan maju beberapa langkah lalu mengatakan hal itu kepada sang Mommy dengan berbisik.
“Mom … don’t kiss him like that,” bisik Jack.
“Why?” Tanya Martha.
“Maaf nyonya besan, kok saya ikut di cium pipinya?”
❤️❤️❤️
Wadooohhh mommy Martha, asli tepok jidad 😂😂🤦
Haayuuukk like, komen, vite dan hadiah ya, jangan lupa follow dan subscribe ya. Please laaah bintang 5 nya ya pemirsaaahh. Tengkyuuhhh pemirsaah.
❤️❤️❤️😂🤦😂🌹🌹🌹
__ADS_1