Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 144: Cewek Jagoan


__ADS_3

“Pak kita keluar bersama, aku sudah siap.” Ucap Saras. suara tegas yang keluar membuat sang supir sekali lagi terpana, tapi hal itu tidak bisa terlalu lama karena mobil mereka kembali di gedor oleh salah satu pria bertubuh besar itu. 


“Baik Nona,” jawab Supir. Pria itu kini benar-benar harus mengumpulkan semua tenaga untuk melindungi sang nona. Jangan sampai bos nya kecewa karena dia tidak becus dalam bekerja. 


“Serahkan gadis itu, dan kau boleh pergi dengan selamat.” Ucap salah satu pria yang membawa senjata api laras panjang. 


“Tidak bisa, aku bukan barang yang bisa kalian bawa seenaknya.” Jawab Saras tegas. Supir yang tadinya mau menjawab jadi terdiam. Diam-diam hatinya memuji dengan keberanian sang nona dokter. 


“Wohooo … si manis ini sepertinya punya mental jagoan juga rupanya. Hey kau jelek! menyingkirlah, Jangan halangi aku. Gadis itu milikku, Bos sangat menginginkannya, Hahahaha.” Ucap pria bertopi hitam. Sesaat dia melirik ke arah Sarah yang bertubuh mungil. 


Seett!


Pria itu menarik lengan kiri Sarah, tapi tangan besar itu langsung mendapatkan balasan. Tangan mungil Sarah yang terlihat gemulai ternyata menyimpan kekuatan yang luar biasa. 


Plak!


Tangan kanan Saras memukul tangan pria bertopi hitam yang masih berada di lengannya. Pukulan Saras meninggalkan efek panas di tangan pria itu, dengan spontan dia melepaskan cengkramannya. 


Tap!


Brak!


Dengan Cepat Saras mengambil tangan pria itu dan memelintirnya ke belakang, lalu menendang kaki bagian belakang. Tubuh pria besar itu ambruk di tangan gadis bertubuh mungil tapi kekuatannya tidak bisa di sepelekan. Gerakan Sarah yang begitu cepat, membuat pria bertopi tidak sempat melakukan serangan perlawanan.  


Supir yang melihatnya pun membulatkan kedua matanya, melihat apa yang dilakukan oleh Sarah. Pria itu berdecak kagum dan senyum tipis un tersungging di ujung bibirnya, Hal ini membuatnya yakin untuk melawan mereka semua. 


“SERAAAANG!” 


Teriak pria yang membawa senjata laras panjang. Dengan cepat Saras menotok beberapa titik di sekitar leher pria yang berhasil dilumpuhkan dan dengan cepat tubuh besar itu ambruk di atas aspal dengan muka tampannya yang bersilaturahmi dengan aspal. 


Supir dan Saras saling menatap dan sepertinya mereka sudah satu frekuensi, sehingga dengan cepat Saras melompat ke arah supir dan kini mereka saling beradu punggung.

__ADS_1


2 orang lawan banyak pun terjadi, Saras tidak memberi ampun orang-orang yang menyerangnya, begitu juga dengan supir. Saras yang memiliki tubuh mungil, selalu menyerang bagian bawah. kaki dan perut lawan menjadi sasarannya, sementara Supir yang bertubuh tinggi tegap menjadikan bagian atas tubuh sebagai sasarannya. 


Dari jauh mobil Jack sudah terlihat, sesaat Saras melirik kendaraan yang mendekat. Dalam pikirannya, apakah itu rombongan musuh atau bantuan dari Jack. Gadis itu meningkatkan kewaspadaannya, tidak ingin lengah Gadis itu terus berusaha mengatasi serangan dari para pria pengganggu itu. 


“Habisi mereka semua pak supir!” Titah Saras. Wanita itu tidak ingin membuang waktu lebih lama. Tenaga mereka akan habis, sementara bantuan belum datang. Dengan beringas Saras terus merangsek maju melawan 4 orang pria yang belum juga tumbang. 


‘Ya Allah lindungi aku, mereka tidak terlihat lelah sama sekali. Aku tidak ingin menyerah, berikan pertolongan-Mu ya Allah,’ Doa Saras disaat gadis itu mulai merasa lelah. 


Tendangan dan pukulan tidak berhenti di layangkan Saras untuk mematahkan kekuatan lawan. Tapi sepertinya lawannya sangatlah tangguh. Sementara pak supir yang melawan 3 orang sudah berhasil melumpuhkan dua orang. kini mereka semua tinggal berlima.


Bugh! 


“Aaakhh!” 


Teriak Saras tertahan, perutnya berhasil di tendang oleh pihak musuh. Gadis itu segera bangkit dan kembali melakukan perlawanan. Pak supir terlihat khawatir dengan keadaan Sarah, namun melihat pukulan Sarah ada yang mengenai wajahnya. 


Melihat musuhnya masih tegak berdiri, Saras mengubah rencananya, dia harus mendapatkan leher mereka untuk bisa menotok. Dengan formasi semula Saras dan sang supir kini kembali beradu punggung, Saras sudah menghitung dan kali ini akan berbeda. 


Sarah mengambil jarak untuk bisa melakukan aksinya. Tanpa mereka duga apa yang akan dilakukan gadis mungil berstatus dokter itu, melihat Sarah yang mundur, di kira mereka Sarah menyerah. 


Setelah dirasa cukup jarak yang dibutuhkan, dengan cepat Saras melakukan salto, gerakan yang sangat lentur, indah namun mampu mempermudah dan menyingkat waktu untuk mencapai landasannya. 


“TIGA!” Teriak Saras dan dengan cepat supir itu menunduk. Tubuh ringan Saras melambung ke udara dan dalam hitungan detik mendarat ke punggung supir. sedikit mengangkat tubuhnya sang supir berhasil membuat tubuh mungil itu kembali melambung. 


Tak!


Tak! Bruk!


Satu orang dari musuh ambruk, berhasil di totok oleh Sarah. Beberapa mobil pasukan Jack sudah mendekat, mereka segera turun dan langsung membantu Sarah dan pak Supir. Tenaga yang terkuras membuat Sarah mulai melambat. Jack langsung melakukan perlawanan, Satu hal yang tidak diduga jumlah musuh bertambah 4 orang. Jack abai dengan hal itu, sehingga tidak tau dari mana ke 4 orang itu datang.  


Dor!

__ADS_1


Dor!


Pihak musuh melepaskan dua tembakan, hal ini membuat jack semakin naik pitam. Dengan cepat Jack dan antek-anteknya melipat gandakan kekuatan untuk segera melumpuhkan musuh, Jack melihat Sarah yang sudah terluka dan di bibirnya mengeluarkan darah. Amarah pria itu semakin menggila. 


“Sarah berlindunglah!” Teriak Jack. Sarah yang mendengar perintah bos nya, dengan senang hati pelan-pelan mundur. Gadis itu memilih untuk masuk ke dalam mobil, Tapi keberuntungan sepertinya belum berpihak kepada dirinya. 


Dor!


“Aaaakhhh!” Teriak Sarah. 


“SARAAAAH!” Teriak Jack yang melihat pinggul gadis itu mengeluarkan darah, sebuah peluru bersarang di punggungnya. Dengan cepat Jack berlari menangkap tubuh mungil Sarah, Pandangan Sarah perlahan menggelap. Sebelum gadis itu menutup matanya dan kehilangan kesadaran, bibir mungilnya sempat tersenyum. 


“Tuan Jack ….” Tubuh Sarah kini sudah berada dalam pelukan Jack. Kedua mata pria itu memerah dengan cepat dia membawa tubuh mungil Sarah ke dalam mobil, Supir yang membawa sarah tadi dengan cepat mendekat dan tanpa disuruh pria itu langsung bersiap melajukan mobilnya untuk ke rumah sakit terdekat. 


“Kalian semua, habisi mereka, aku akan menambah orang untuk membantu kalian! Korek info dari mereka. Siapa orang yang sudah menyuruhnya!” Ucap Jack pada salah satu anak buahnya yang berada di dekatnya. 


“Siap laksanakan tuan!”


Brruuummmm!


“Cepat cari rumah sakit terdekat!” Titah Jack yang semakin panik karena wajah Sarah semakin pucat. Mobil melesat cepat, Jack terus berusaha untuk menenangkan diri. Air matanya tak terasa luruh, bayangan Sarah yang akan menerima permintaan untuk mau menikah kini seakan kehilangan harapan itu.


“Sarah … Bertahanlah, Jangan tinggalkan aku. Jadilah istri ku, aku berjanji akan membahagiakanmu.”


❤️❤️❤️


Bertahanlah Sarah, Jack udah janji tuh buat bahagia kamu tuh. 🥺🥺🌹


Yuukkk banyakin jempolnya, komennya, vote nya dan hadiahnya. subscribe jg ya pemirsaahh, tengkyuuhh!"


❤️❤️❤️🥺🥺🥺🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2