Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 156: Salah Paham


__ADS_3

Acara Pesta dadakan pun berlangsung dengan damai dan lancar, banyak dari warga yang merasa terkagum-kagum dengan pengawalan ketat para bodyguard. Tidak jarang gadis-gadis merasa kepanasan saat melihat para bodyguard yang rata-rata berwajah tampan, Anak-anak Arsi sedang bermain dengan Jay anak nya fatim, saat itu Theo pun ikut. Bocah tampan berparas bule itu sepertinya sudah sangat nyaman dengan Jack, apalagi di rumah mereka Fatim tulus menyayanginya. Kedua orang tua Theo memang sering bepergian dan lagi pula saat ini mereka sedang punya bayi.


Jack nampak sumringah di pelaminan, tangannya tidak berhenti menggenggam tangan Sarah disaat mereka sedang duduk dan merangkul pinggang ramping wanita cantik itu saat sedang berdiri. Rangga dan Arsi yang melihat hal itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Kedua orang tua Sarah sebenarnya masih merasa canggung, saat melihat menantunya apalagi senyum Jack terlihat kaku.


Waktu berlalu, resepsi telah selesai, Sarah merasa begitu lelah, apalagi luka di punggungnya terkadang nyeri. Obat yang diberikan memang tidak main-main, luka bekas peluru itu sudah menunjukkan hasil.


“Tuan, maaf saat nya sekarang saya harus mengganti perban nyonya Sarah.” Bisik sang dokter yang sedari tadi standby. Jack nampak berpikir, sesaat pria itu merasa tidak rela jika sang dokter melihat punggung istrinya.


“Apakah harus dokter yang menggantinya?” Tanya Jack dingin.


“Kalau bukan saya siapa lagi tuan?” Tanya sang dokter sengit.


“Perawat mu yang wanita saja, jangan Dokter yang melakukannya. Saya tidak suka,” Ucap Jack dingin. Para tamu undangan yang tidak berhenti datang membuat Jack merasa kesal, dia meminta pada Rangga untuk mengatur agar dia bisa segera masuk kamar dan mengobati luka Sarah.


Rangga memahami apa yang Jack dan Sarah rasakan, yang pasti lelah. Sesaat Rangga membisikkan kalimat ke telinga pak Mijo, setelah memahami apa yang Rangga ucapkan, Mijo dan Sumi pun setuju. Acara di handle oleh Rangga dan Arsi, sementara pengantin sudah masuk ke dalam kamar pengantin yang sangat sempit menurut Jack.


Sarah masuk terlebih dahulu lalu disusul oleh Jack, Jack yang merasa sudah kepanasan langsung membuka jas nya. Sesaat dia sadar akan satu hal, dengan cepat pria dewasa itu melangkah ke arah pintu dan menguncinya.


Ceklek!

__ADS_1


“Tuan, kenapa di kunci?” Tanya Sarah yang kaget dengan aksi Jack. Gadis itu mendadak merasakan ruangan yang sudah di dekorasi cantik itu semakin sempit dan menghimpit dirinya, tatapan mata Jack membuat gadis itu merinding.


“Kau sudah menjadi istriku, jadi tidak ada masalah kalau kamar ini aku kunci. Aku ingin buka baju Sarah.” Ucap Jack tanpa saringan. Tangannya bergerak cepat melepas kancing kemeja yang sudah mulai basah dengan keringat.


Melihat aksi jack yang tidak biasa di mata Sarah, membuat gadis itu membulatkan matanya dan sesaat kemudian langsung menutup wajah lalu membelakangi Jack yang kini sudah mulai melepas celana bahannya.


“Tu-tuan jangan seperti itu, tuan bisa ganti di kamar mandi.” Ucap Sarah terbata. Gadis itu sungguh kesal dengan tingkah jack yang tidak punya malu sedikitpun, begitulah menurut Sarah.


“Sarah, kamu itu kenapa? kamar mu tidak ada AC nya, dan ini sangat panas sekali, mana bisa saya seperti ini. Lagian saya ini suamimu, tanpa apapun di badan saya, kamu boleh melihatnya.” Ucap Jack yang sudah berjalan mendekati Sarah.


Sarah sungguh mati kutu dibuatnya, tubuhnya sudah bergetar karena merasa kini Jack berada sangat dekat dengan dirinya. Mana bisa anak gadis diginiin, seperti itulah yang ada dalam pikiran Sarah.


Jack yang kini hanya menggunakan boxer, menjadi semakin panas karena melihat lekukan tubuh Sarah dari belakang. Hasratnya yang memang sudah dia tahan beberapa hari ini, kembali menuntut untuk di manjakan.


Jack salah paham, dia menyeringai manis mengetahui Sarah yang sudah siap menyambutnya. jack sudah seperti singa lapar yang puasa berbulan-bulan, kini pria itu sudah siap memangsa gadis cantik yang kini sudah bisa dia nikmati. Ituah pemikiran Jack, Sarah yang sudah berbalik badan semakin membulatkan matanya. Gadis itu tidak menyangka kalau suaminya sudah tidak menggunakan pakaian dan membuangnya di lantai begitu saja. Hanya meninggalkan boxer lengkap dengan isinya, yang nampak sudah membuat kain pelindung itu menjadi sesak.


“Tu-tuan, apa yang akan anda lakukan?” Tanya Sarah yang kini sudah pucat. Jack mengerutkan keningnya saat melihat reaksi Sarah yang di luar dari perkiraannya, Jack menatap Sarah tajam. Sementara Sarah semakin ketakutan menghadapi suaminya yang sudah seperti monster, Sarah berpikir cepat agar bisa menguasai diri.


“Abang, maafkan Sarah, sa-sabar sebentar ya.” Ucap Sarah yang berusaha menenangkan diri. Merubah panggilan yang tadinya memanggil tuan, kini tiba-tiba memanggil abang. Jurus itu sukses membuat raut wajah Jack berubah menjadi lebih terang, sebelumnya wajah tampan dan keras itu sudah menggelap.

__ADS_1


“Ahh manis sekali, panggilan itu aku suka. Jangan kamu rubah lagi, Sarah kapan kamu siap melayaniku?” Tanya Jack tanpa tedeng aling-aling. Sarah yang masih gemetar, sebenarnya merasa takut. Apalagi bayangan Betty, yang pernah babak belur dan porak poranda ‘Dapurnya’ karena ulah Jack, sungguh membuat Sarah ketakutan.


“Abang, saya masih lelah. Ini juga perbannya perlu di ganti, apakah abang masih bisa menunggu? Waktu kita masih panjang bang,” jawab Sarah sopan. Dia berusaha mati-matian menekan rasa takut, yang membuatnya ingin ambruk.


Jack mendengus kesal, pria itu tidak suka dengan jawaban sang istri. Tapi sesaat jack teringat dengan pesan Rangga, kala wanita seperti Sarah dan Arsi, itu menyukai kelembutan. Rata-rata wanita normal pun menyukai kelembutan dan romantisme, mengingat pelajaran yang Rangga berikan membuat Jack berusaha mengendalikan hasratnya untuk buka segel.


Perlahan pria itu menghembuskan nafasnya, di rasa sudah cukup aman dan adik kecilnya pun juga mau diajak kompromi. Jack memegang kedua pundak istrinya dan berusaha tersenyum lembut, sorot mata Jack yang kini teguh ternyata mampu membuat Sarah menjadi lebih tenang.


“Maafkan aku sayang, aku sudah membuatmu takut. Istirahatlah sebentar dan setelah tamu pulang kita akan pindah ke hotel. Rian sudah menyiapkannya, walau agak jauh tapi tidak masalah.


“Kenapa kita gak nginep disini aja bang?” Tanya Sarah yang sudah mulai bisa mengendalikan debaran jantungnya. Gadis itu berusaha keras untuk tidak lagi terlihat takut dengan suaminya dan menyingkirkan bayangan mengerikan hasil kebrutalan suaminya kepada Betty.


“Kamar ini terlalu sempit dan sangat panas, bagaimana nanti kalau kita bertempur?”


Gubraak!


❤️ ❤️ ❤️


Jack sabar Jack, ini yang dihadapi anak gadis ting-ting loh ya, ampyuuun deeeh. 🤣

__ADS_1


Hayuukkk Like, komen, vote dan hadiah. Jangan lupa subscribe ya pemirsaaahh tercintaahh. Tengkyuuuhh.


❤️ ❤️ ❤️  🤣 🤣 🤣 ❤️ ❤️ ❤️


__ADS_2