
"Aku Yash, nama kakak siapa?" Tanya bocah tampan itu. Mereka berdua asyik berbincang dan bermain, tanpa mereka sadari sekarang posisi keduanya agak menjauh dari keramaian. Bola yang dimainkan selalu bergerak menjauh, hal ini membuat mereka berdua pun menjauh dari posisi semula.
Fatim yang sedang asyik memperhatikan keduanya, masih belum sadar bahwa bocah yang bermain dengan putranya adalah anak yang pernah memanggilnya mama. Entah sudah berapa lama mereka tidak bertemu, jarak duduk Fatim dengan kedua bocah itu sedikit jauh.
Tiba-tiba dari dua arah yang berbeda, ada dua orang pria bertubuh tegap menuju ke arah Yash. Perasaan Fatim tidak enak, wanita itu menaruh curiga terhadap pria yang sedang mengincar bocah kecil itu.
Posisi Yash membelakangi Fatim, jadi membuat Wanita itu tidak mengenalinya.
"Fin jangan sampai lolos kali ini, dia tidak sedang dijaga." Ucap pria bertato kepala singa di tangannya.
"Mobil sudah siap di posisinya Jon, siapkan sapu tangannya." Titah Fin. Jon hanya mengangguk.
Fatim yang menaruh curiga pun sudah berdiri dan berjalan cepat menuju putranya bermain, sekilas wanita itu mencari keberadaan orang tua si bocah yang sedang bermain dengan Jay. Tapi dia tidak melihat adanya tanda-tanda anak itu dijaga, dengan langkah cepat Fatim berusaha mendekat tapi sayang sekali salah satu dari pria itu berhasil menangkap Yash.
Grebbb!
"Dapar kau kucing kecil, cepat Fin!" Terak Jon yang sudah menggendong Yash.
"Toloooong! Nanny! Ada orang jahat!" Teriak Yash yang memberontak.
"Lepasin om penculik! Dia ad– heempph!" Ucapan Jay terputus karena dia pun sudah ditangkap oleh Fin. Sapu tangan yang sudah di beri obat bius itu pun terjatuh, sementara kedua bocah itu masih berusaha terus memberontak.
"Toloooong ada penculikan anak!" Teriak salah satu pengunjung.
"Cepat panggil satpam!" Teriak pengunjung lainnya. Tiba-tiba saja dari arah samping Jon yang menggendong Yash …
Bugh!
Bugh!
"Aakkhh! Sialan! Jangan ikut campur urusan kami nyonya," ucap John yang merasakan sakit di tulang rusuknya.
"Lepaskan anak itu! Atau kau akan menyesal!" Teriak Fatim.
__ADS_1
"MAMA!" teriak kedua bocah beda usia itu. Yash mendengar suara wanita yang sangat dia rindukan itu sontak menoleh ke arah sumber suara. Jay yang juga berteriak memanggil mamanya, jelas saja bingung mendengar Yash memanggil ibunya dengan sebutan yang sama.
"Yash? Ya Allah …." Kalimat Fatim terhenti. Sesaat tadi dia sempat terkejut melihat bocah kecil itu menjadi target penculikan, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Fatim yang memang jago beladiri itu langsung menyerang Jon yang keteteran karena mendapatkan serangan mendadak.
"Fin bantu aku!" Teriak Jon. Yash yang sedari tadi terombang ambing dalam gendongan Jon pun berusaha menyerang pria itu dengan menggigit telinganya.
"Aaakkkhh! Sialan kau bocah tengil!"
Bruuukk!
"Aawww sakit ma," rengek Yash yang terhempas di tanah. Para pengunjung tidak ada yang berani mendekat, tapi malah menonton bak film action itu.
"Yash, Jay kalian anak-anak hebat. Ayo kita lawan mereka berdua!" Fatim berusaha mengobarkan semangat dan keberanian kepada kedua bocah itu dan hasilnya tidak sia-sia. Yash yang terjatuh kini sudah bangkit lagi, sementara Jay kini dia sudah bertekad tidak ingin sang mama berjuang sendirian.
Dengan gerakan cepat, Fatim meloncat bak pendekar, menerjang Jon yang sedang berusaha bangkit.
Bugh!
Bugh!
"Aaakkhhh kakiku!" Teriak Jon.
Sementara Jay yang masih dalam pelukan keras Fin, berusaha lolos dengan menggigit lengan pria itu.
Kreeess!
"Aaakkhhh! Dasar bocah sialaaan!" Jerit Fin. Jay langsung melarikan diri ke arah lain.
Puk!
Puk!
Yash pun tidak mau ketinggalan. Bocah itu mengambil potongan ranting yang ada di dekatnya dan memukulkannya ke arah wajah Jon.
__ADS_1
"Iihh … ini buat om jahat!" Ucap Yash dengan wajah marah, tapi malah terlihat menggemaskan.
"Hei bocah! Berhenti … aduuhh sakit tau!" Sahut Jon yang kini sudah terguling di tanah dengan kaki patahnya. Yash tidak peduli dengan teriakan Jon, balita bertubuh montok itu terus saja memukul Jon dengan ranting.
Dari kejauhan beberapa orang berseragam satpam berlari menuju kejadian, Fatim yang melihat Jon sudah bisa dilumpuhkan dan sekarang sedang sibuk dengan Yash dan Jay, wanita itu melompat ke arah Fin dan langsung memberikan tendangan maut ke arah ulu hati pria itu.
Braakk!
"Aakkhh! Dasar perempuan sialan!" Umpat Fin yang langsung tumbang ke tanah.
"Berhenti di tempat! Terimakasih bu, anda sudah menolong kedua anak ini dari para penculik. Sebentar lagi polisi sampai, kami akan mengamankan mereka. Sekali lagi terimakasih bu," ucpa Salah satu satpam itu sopan sekaligus sungkan.
"Mereka anak-anak saya pak, silahkan diproses mereka." Fatim memberikan raut wajah datar kepada para satpam.
"Baik bu, tolong nanti ikut kami ke kantor polisi untuk memberikan keterangan. Nah itu polisi datang bu," ucap salah satu satpam yang sedang mengamankan para penculik
Setelah melakukan koordinasi sebentar, dengan cepat para penculik dibawa oleh mobil polisi. Fatim berjanji akan datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan mengenai kejadian yang menimpa anaknya.
Setelah semuanya bubar, dengan cepat Fatim mendekati kedua bocah yang kini sedang duduk diatas rumput, Fatim tersenyum lebar melihat keakraban Jay dengan Yash.
"Yash kesini sama siapa?" Tanya Fatim yang tidak melihat ayah ataupun pengasuh bocah itu. Sementara Yash yang tidak menyadari kalau dirinya kini sendirian, dengan wajah polos bocah itu clingak- clinguk mencari seseorang.
"Tadi sama Nanny ma," jawab Yash polos. Panggilan yang sedari tadi membuat Jay penasaran pun akhirnya ditanyakan.
"Mama kenal Yash? Kenapa dia manggil nya mama?" Tanya Jay polos. Belum sempat Fatim menjawab, Yash yang memang cerewet sudah mendahuluinya.
"Aku mau jadi anaknya mama kak, biar sama seperti kakak. Mau ya … ya?" Tanya bocah itu. Entah apa yang ada dalam pikirannya yang sederhana itu, tapi hal itu ternyata disambut baik oleh Jay. Dengan cepat Jay mengangguk dan mereka pun tersenyum lebar bersama, pemandangan yang sungguh mengharukan bagi Fatim.
"Yash … syukurlah kamu nggak papa,"
❤️❤️❤️
Naahh siapa tuh yang dateng?
__ADS_1
Hayuuukk like, komen, vote, subscribe dan hadiah nya ya pemirsaaahh. Tengkyuuuhh
Maafkan othor masih sering libur ya pemirsah, krn masih ribet ini sampe pindahan rumah terealisasi. Mohon sabar dan selalu mau menanti ya pemirsaahh. Tengkyuuuhh ❤️❤️🌹