Janda Mandul

Janda Mandul
Bab 162: Hubungan Yang Rumit


__ADS_3

Semua orang yang berada di sana kaget dan tidak bisa berkata apa-apa. Martha menampar keras tanpa aba-aba. Pria tinggi besar itu sedikit terhuyung mendapatkan serangan dari mommy nya yang tidak berubah dari dulu.


“Mom, sakit loh ini ….” Ucap Jack dengan meringis. Pria dingin itu memanyunkan bibirnya, tidak bisa melawan sama sekali. Sementara Martha kini sibuk memeriksa punggung Sarah yang terbuka, wanita yang baru saja melepas masa gadisnya itu hanya bisa pasrah. Para pria yang berada di sana langsung digusur keluar oleh Jack agar tidak melihat punggung mulus istrinya.


Nasib pengantin baru itu memang tidak biasa, Jack memanggil tim medis yang bertugas, kini paramedis itu pun sudah berada di kamar. Martha duduk di sofa yang ada di kamar dan meminta putranya mengikuti apa yang diinginkannya.


“Jack, mommy sangat kecewa padamu. Bagaimana bisa menantuku luka separah itu, jangan membela diri. Jawablah dengan benar!” Bentak Martha. Jack memijat alisnya yang terasa tegang. Jack membetulkan posisi duduknya. Pria itu pun bercerita bagaimana kejadian beberapa hari yang lalu.


Plak!


“Mom! Apalagi salahku?!” Tanya Jack emosi yang ditahan. Telapak tangan momynya sangat pedas sekali, melebihi pedasnya cabe level iblis. Martha menarik nafasnya dalam dan mengeluarkannya dengan sembarangan. Wanita itu merasa kesal dengan putra tunggalnya, yang ceroboh dan tidak cerdas sama sekali.


“Kesalahan mu? apa kau tidak menyadari kalau kau sudah bikin mommy kesal? Lihat istrimu itu. Saat dia sakit, kau tega membuatnya melepas keperawa–”


“Stop mom! astaga kenapa mommy tidak bisa menahan kalimat itu?” Sergah Jack. Pria itu dengan cepat menghentikan ,sebelum sang ibu menyelesaikan kalimatnya yang los dol.

__ADS_1


Jack mulai merasa kalau mommy sekarang mulai melindungi istrinya dengan posesif, pria itu merangkul pundak sang mommy dan mengajaknya keluar. Beruntung sang mommy mau mengikuti permintaan sang putra, dan sekarang disinilah mereka sekarang berada. Dengan cepat Rian mengatur ruang lega di luar kamar pengantin yang pintunya sudah jebol berantakan itu, dengan beberapa kursi dan meja agar tamu kehormatannya bisa duduk dengan nyaman. Rangga mau tidak mau juga ikut membantu Rian menyiapkan kamar untuk Jack dan Sarah di kamar lain dan mengganti kerusakan yang ada.


“Huuff malam yang menegangkan, sayang kesinilah.” Ucap Rangga pada Arsi, pria itu mendudukkan dirinya pada sofa yang tidak terlalu dekat dengan kursi yang disusun Jack untuk Martha dan rombongan. Tidak lupa asisten Martha yang bernama Lia ikut sibuk menyiapkan kamar untuk tuannya dan rombongan.


“Mas, kamu lelah? Apakah kita bisa istirahat sekarang?” Tanya Arsi dengan lembut dan menuruti permintaan suaminya.


“Rasanya kita tidak akan bisa istirahat sebelum keadaan tenang sayang. Biarlah Bram dan David istirahat duluan. Kasian abang kalau di tinggal begitu aja.” Ucap Rangga. Pria itu bisa melihat kesulitan yang masih berjalan, Mommy yang belum jinak, bisa saja kembali salah paham.


“Rangga, Arsi. Kesinilah,” Panggil Jack. Wajah pria itu sudah terlihat kuyu tidak bersemangat. Martha masih memasang wajah datarnya dan sebentar menoleh pada Rangga dan Ngarsinah yang berjalan mendekat.


“Ceritakan pada mommy semuanya tentang kalian. Rangga Arsi, jangan ada satupun yang kalian tutupi. Kalian berdua pun kini sudah seperti anakku dan itu artinya kalian juga dalam naungan white demon.” Ucap Martha datar. wanita itu menyebutkan satu nama, yaitu organisasi mafia yang kini di ketuai olehnya. tampuk kekuasaan yang turun temurun dan dia adalah generasi ketujuh, yang memegang kuasa organisasi bawah tanah itu.


“Rangga dan Arsi saling menatap sekilas, arsi mengangguk kecil dan tersenyum pada suaminya. Wanita itu merasa dirinya saat ini sedang dalam film action, dia hanya wanita desa yang bersuamikan seorang pengusaha biasa-biasa saja dan dia pun hanya pemilik kedai roti. Kini takdir membawanya pada sebuah hubungan yang rumit, berhubungan dengan para mafia dan kekerasan.


Sungguh hal itu tidak pernah sebelumnya ada dalam pikirannya, yang dia tau hanya tentang perang di dapur dengan berbagai macam bumbu, tapi kini dia melihat sendiri bagaimana pistol itu memuntahkan pelurunya. Sungguh tidak ada satu manusia yang bisa tau apa yang akan terjadi di kemudian waktu.

__ADS_1


Rangga yang hanya pebisnis biasa, tidak pernah sama sekali berhubungan dengan dunia bawah. Kini diangkat saudara oleh orang yang pernah membuatnya nyaris hancur. Allah maha membolak balikkan hati, musuh bisa menjadi saudara dan sebaliknya. Kini hubungan diantara mereka sudah semakin akrab, bahkan pernikahan Jack dan Sarah pun membuat Fatim dan Yuni juga ikut di dalam lingkaran persaudaraan unik ini.


“Heem jadi begitu ceritanya. Aku berharap Monic tidak menggunakan otak cerdasnya untuk menggerakkan Black Dragon, karena Monic adalah selir kesayangan Simon. Pria berhati iblis yang memimpin kelompok mafia Black Dragon. Hissshh kenapa kalian harus berhubungan dengan Betty, dia itu ja*ang yang licik.” Ucap Martha yang beberapa kali mengusap kepala naga di tongkatnya.


kekhawatiran nampak jelas di wajah wanita yang sudah tidak muda lagi itu, tapi melihat waktu, yang sudah menunjukkan larut malam membuat wanita itu ingin istirahat sebentar. Biarlah besok akan dia urus masalah putranya itu, ini tidak bisa dianggap remeh. Seperti itulah pikiran Martha, dia sudah menyiapkan beberapa kemungkinan yang bisa saja terjadi pada putra dan menantunya.


“Maaf mom, sebenarnya Betty masih saudara sepupu dengan saya.”


“What!”


❤️ ❤️ ❤️


Naahhh kan … kan … kan … kusut kan? Semangat mommy Martha, bisa lah ya mengurai benang kusut ini. 🤨


Hayuuukk like, komen, vote dan hadiah juga subscribe ya pemirsaah. Othor sangat berterimakasih buat pemirsah yang ngasih bintang 5 pada karya ini, percayalah, karya ini di buat dengan segenap pemikiran yang membuat kepala othor berasap. tengkyuuuhhh pemirsaaaah.

__ADS_1


❤️ ❤️ ❤️ 🤨🤨🤨 ❤️ ❤️ ❤️


__ADS_2