
David mengerutkan keningnya, Sesaat pria tampan itu menarik nafas dalam. Ada rasa waspada terhadap istri barunya yang di hari pertama mereka bersama sudah membuat sebuah teka teki.
“Maksudnya kesalahan fatal yang bagaimana Fatim?” Tanya David hati-hati. Fatim tersenyum dan bersiap untuk menjawab, Fatim yang belum mengetahui sifat David pun berhati-hati dalam menyampaikan maksudnya.
“Mas, jika aku berbuat curang terhadap mbak Novi, dan itu bisa mencelakainya apakah mas bisa menerimanya?” Tanya Fatim. David menyandarkan tubuhnya, perasaannya mulai tidak enak, ada apakah dengan Fatim yang malam ini langsung membahas perihal begini.
“Fatim, bisakah kamu menyingkat teka teki ini? ini sudah malam sayang, ayolah ….” Ucap David dengan wajah memelas, dia tidak ingin merusak suasana, tapi mendadak dia menegakkan tubuhnya kembali karena teringat sesuatu.
“Sebentar sayang, aku tadi sempat melihat kamu menukar gelas yang Novi berikan dengan gelas saksi yang ada di dekatmu. Ada apa Fat?” Tanya David dengan wajah serius. Fatim langsung tersenyum dan merasa senang itu tandanya dia tidak perlu lagi menjelaskan sedari awal.
“Aku tidak ingin apa yang terjadi pada Arsi, kembali itu juga terjadi kepadaku. Lebih baik aku mengantisipasinya terlebih dahulu, aku tidak menuduh mbak Novi hanya lebih waspada saja mas.” Jawab Fatim dengan santai. David yang mendengar nama Arsi sontak menatap tajam ke arah netra Fatim.
“Fatim, tolong jangan membuat aku semakin bingung, ada apa ini semuanya. Aku tidak ingin kedua istriku saling mencurigai dan kamu orang yang baru saja mengenal Novi,” Pungkas David dengan raut wajah yang mulai tidak senang dengan penjelasan Fatim.
Fatim yang melihat suaminya mulai memanas, dengan cepat mengambil ponselnya dan membuka galeri dan memutar video yang sudah dia simpan lama. David menajamkan penglihatan dan telinganya agar tidak ada yang tertinggal. Ada banyak rekaman yang disimpan oleh Fatim mengenai Novi, beberapa kali David mengusap wajahnya kasar karena melihat apa yang ada di rekaman video tersebut.
Dengan teliti satu persatu video pendek itu di tontonnya, walau audio yang terekam tidak begitu jelas, namun masih bisa didengar oleh David. Tampak jelas Novi yang sedang menyiapkan minuman untuk Arsi dan bicara dengan seringai mengerikan dari bibirnya. Masih terdengar jelas Novi bicara sendiri untuk membuat Ngarsinah mandul, di lain video David juga melihat Novi yang pergi ke rumah mbah Jebrak. Rekaman audio pun di dengarkan dengan teliti, jelas disitu Novi memesan jamu racikan mbah Jebrak untuk mencegah kehamilan.
“Jadi siapa bilang aku mengenal mbak Novi baru, justru dia yang tidak mengenal aku mas. Aku hanya anak buruh yang tidak masuk dalam hitungan pertemanan dia, sekarang mas sudah dengar lihat juga dengar semuanya rekaman video dan suara dari mbah Jebrak juga kan? Saat itu aku tidak bisa mengambil rekaman video, karena pada saat itu hape ku rusak dan hanya bisa membuat rekaman suara.” Ucap Fatim dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya.
__ADS_1
David kehilangan mood melakukan malam pernikahannya, kini wajah pria tampan dengan manik mata biru itu suram dan penuh penyesalan. Selama ini dia tidak pernah menyangka, kalau Novi melakukan kecurangan dalam masalah percintaan. mengkhianati kebaikan dan kepercayaan yang sudah diberikan ngarsinah kepada Novi.
David merasa menjadi manusia paling bodoh saat ini, bagaimana dia harus menghadapi Ngarsinah untuk meminta maaf. Fatim mengusap punggung suaminya dengan lembut, hatinya merasa ikut sakit melihat kehancuran hati suaminya kepada istri pertamanya.
“Mas … maafkan aku kalau tidak tepat waktu. Aku sudah merencanakan ini semua sebelumnya, karena terasa sesak di dadaku selama ini menyimpannya.” Ucap Fatim lirih. David menoleh dan menatap Fatim dengan tajam, saat ini emosinya sedang tidak stabil, tetapi dia juga tidak ingin mengulang kesalahan yang pernah dia lakukan kepada Ngarsinah.
“Kenapa tidak dari kemarin kamu membongkar ini semua? Apa tujuanmu sebenarnya Fatim?!” Tanya David cadas. Pria itu merasa kesal dengan keputusan Fatim yang tidak mau jujur di awal. Fatim tetap tenang menghadapi amukan David.
“Sssttt … pelankan suaranya mas, ini sudah malam. Minumlah dulu agar hati mas lebih tenang, aku akan utarakan semua alasanku.” Novi mengambilkan air mineral yang tersedia di dalam kulkas yang ada di kamar itu. Sengaja Fatim mengambil yang masih tersegel rapat, David tampak ragu menerima minuman itu. Dengan cepat rasa percayanya kini mulai terkikis, Fatim tersenyum melihat mode waspada dari suaminya.
“Ini masih di segel mas, nggak mungkin juga aku ngeracun kamu, hahaha.” Ucap Fatim mematahkan kecurigaan David, dengan cepat pria itu menenggak air yang ada di botol hingga kandas tak bersisa. Efek dingin dari air yang diminum membuatnya sedikit segar, Kini David kembali menatap Fatim dengan pandangan tak terbaca.
“Mas … awalnya aku ingin memberitahumu sebelum pernikahan kita, tetapi aku melihat hubungan mas dengan mbak Novi sangat harmonis. Bisa diprediksi kepercayaan mas terhadapku belum seperti saat ini, Jangan berpikir yang tidak-tidak kepada ku mas … semua keputusan ada di tangan mas david, tapi aku menyarankan buktikan semua yang sudah aku tunjukkan. Dengan investigasi yang mas lakukan sendiri, maka mas akan bisa lebih mengenal mbak Novi. Aku tidak ingin mempengaruhi pikiran mas dan cinta mas kepada mbak Novi, aku tetap istri kedua dan tidak akan pernah berpikiran untuk merebut posisi yang saat ini mbak Novi tempati. Aku hanya memberikan petunjuk awal mas, selanjutnya aku serahkan semua keputusan kepada mas David.”
Deg!
Jantung David seakan mendadak berhenti, pria itu mengalihkan pandangannya ke lain tempat untuk sekedar menjernihkan pikiran. Berkali-kali pria tampan itu menghembuskan nafasnya dalam dan menghembuskan nafasnya kasar, kalimat yang Fatim ucapkan bermunculan di kepala David. Sampai sebuah ide muncul di kepalanya, dengan cepat David menghubungi orang yang sudah lama tidak dia berikan tugas. Pembicaraan di telepon dengan Bagas, orang bayaran yang biasa menyelidiki sesuatu dari orang yang membayarnya.
“Selamat malam pak David, oh ya maaf aku belum sempat menghubungimu. Selamat untuk pernikahanmu yang kedua pak,” Sapa Bagas antusias.
__ADS_1
“Selamat malam Bagas, Ahh kau ini … tidak masalah, terima kasih ucapan selamatnya. Bagas aku punya tugas untukmu,” Ucap David yang tadinya hangat kini menjadi serius.
“Siap laksanakan perintah! apa yang anda inginkan pak?” Tanya Bagas.
“Selidiki Novi, laporkan semua yang kau ketahui. Jangan sampai ada yang tertinggal,” Jawab David.
“Baik pak, ada lagi yang anda inginkan?” Tanya Bagas memastikan.
“Hmm … kamu selidiki juga kejadian sekitar 4-5 tahun yang lalu dari kampung. Waktu itu aku masih menjadi suami dari Ngarsinah, apa kamu paham?” Ucap David dengan kepastian pada nada suaranya.
“Baik pak, apakah anda memiliki beberapa petunjuk agar aku tidak membuang waktu?” tanya Bagas.
“Beberapa video dan rekaman suara akan aku kirimkan kepadamu, Lakukan tugasmu dan jangan sampai Novi mengetahuinya. Aku mengandalkanmu Bagas,”
❤️❤️❤️
Makin tegang niih ... siapin cemilan buat selonjor pemirsaahh 😱🤭
Yuukk like, komen, vote dan hadiah yaaa, tengkyuuhh pemirsaaahh
__ADS_1
❤️❤️❤️😱😱🌹🌹🌹